Zakat Ubah Mustahik Jadi Saudagar Sukses

By Amalina Mahmudah 22 Jul 2026, 09:09:57 WIB Mustahik
Zakat Ubah Mustahik Jadi Saudagar Sukses

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Minanews.net


Di tengah persaingan ketat industri kuliner Indonesia, Bakkar Fried Chicken hadir sebagai bukti nyata bahwa zakat mampu menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi. Usaha yang dirintis oleh dua pemuda, Taqiy Akbar Ghaniyyah dan Bagas, berkembang dari bisnis kecil menjadi contoh transformasi penerima zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzaki), sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.

Berdasarkan tayangan inspiratif BAZNAS TV yang dikutip pada Ahad (15/2), perjalanan usaha tersebut dimulai pada 2019. Saat itu, Taqiy dan Bagas memutuskan terjun ke bisnis ayam goreng yang telah dipenuhi banyak pelaku usaha. Mereka kemudian mencari keunggulan yang mampu membedakan produknya dari para pesaing.

Inovasi tersebut diwujudkan melalui produk "Smokey Fried Chicken", yakni ayam goreng yang diproses dengan teknik pengasapan menggunakan arang sehingga menghasilkan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada produk sejenis.

Baca Lainnya :

“Kalau makanan enak itu sudah menjadi keharusan mutlak, itu adalah tiket masuk ke pasar. Tapi kalau kita punya sesuatu yang berbeda, sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, maka itu menjadi keunggulan kompetitif kita,” ujar dia.

Konsep diferensiasi tersebut menjadi fondasi utama dalam mengembangkan usaha. Namun, perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Sebagai pengusaha pemula, mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal, minimnya pengalaman mengelola bisnis, hingga kesulitan menjaga arus kas agar usaha tetap bertahan.

Perubahan besar terjadi pada 2020 ketika Taqiy dan Bagas bergabung dalam program BAZNAS Milenial Preneur di tengah situasi pandemi COVID-19. Program tersebut menjadi titik balik bagi perkembangan usaha mereka karena tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga pendampingan yang membantu memperkuat kapasitas bisnis.

Perjalanan Bakkar Fried Chicken menjadi contoh bagaimana pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pemberdayaan mampu menciptakan dampak berkelanjutan. Dari semula berstatus mustahik, pelaku usaha dapat tumbuh menjadi muzaki yang turut berkontribusi dalam memperkuat ekonomi umat.

Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.minanews.net




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment