Fitriyah Bertahan Melawan Kanker Serviks

By Revolusioner 23 Jul 2026, 11:28:28 WIB Mustahik
Fitriyah Bertahan Melawan Kanker Serviks

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Izi.or.id


Perjalanan panjang harus ditempuh Fitriyah (44), warga Kabupaten Pekalongan, dalam menghadapi kanker serviks. Sebelum akhirnya menjalani pengobatan lanjutan di RSUP Dr. Kariadi Semarang, ia terlebih dahulu didiagnosis mengalami hamil anggur dan menjalani tindakan kuret di rumah sakit daerah.

Saat melakukan pemeriksaan lanjutan, dokter menemukan adanya tumor ganas yang mengharuskannya dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi. Namun, rasa cemas terhadap proses pengobatan serta keterbatasan kondisi ekonomi membuat Fitriyah beberapa kali menunda penanganan medis. Ia bahkan sempat menjalani operasi pengangkatan rahim di rumah sakit lain dengan harapan penyakitnya dapat teratasi, tetapi hasil pemeriksaan kembali menunjukkan adanya tumor ganas sehingga ia tetap harus melanjutkan pengobatan di RSUP Dr. Kariadi.

Keterlambatan menjalani terapi membuat kondisi kesehatannya terus menurun. Fitriyah beberapa kali mengalami perdarahan hebat dan sempat memilih pengobatan tradisional karena kesulitan biaya. Ketika kondisinya semakin memburuk, keluarga segera membawanya ke RSUP Dr. Kariadi hingga ia harus menjalani perawatan intensif. Dalam masa pengobatan tersebut, Fitriyah dua kali dirawat di ruang ICU setelah tekanan darahnya turun hingga 40/20. Ia juga kembali menjalani perawatan akibat buang air kecil dan buang air besar yang disertai darah. Untuk membantu tim medis menemukan penyebab perdarahan, Fitriyah bahkan harus menjalani puasa medis selama 15 hari.

Baca Lainnya :

Saat ini, Fitriyah masih berjuang melalui rangkaian terapi yang terdiri dari 23 kali radioterapi dan kemoterapi yang telah memasuki siklus ke-10. Proses pengobatan tersebut turut menjadi ujian bagi keluarganya. Sang suami bekerja serabutan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara dua anak mereka yang masih bersekolah di tingkat SMP memperoleh bantuan biaya pendidikan dari adik Fitriyah. Di sisi lain, ibundanya yang telah lanjut usia tetap bekerja sebagai buruh pencabut benang pada celana denim dengan upah sederhana, bahkan rela berutang demi membantu biaya pengobatan putrinya. Dampak dari pengobatan juga membuat berat badan Fitriyah sempat berkurang hingga 12 kilogram.

Harapan baru datang ketika Fitriyah memperoleh informasi mengenai Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah dari sesama pasien di RSUP Dr. Kariadi. Sejak menjalani kemoterapi ke-9, ia memutuskan tinggal di rumah singgah tersebut agar proses pengobatan dapat berjalan lebih lancar. Fitriyah menjalani masa tinggal seorang diri karena anggota keluarganya harus tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski demikian, jarak dengan keluarga tidak mengurangi tekadnya untuk terus berikhtiar hingga pulih.

Fitriyah mengaku sangat bersyukur atas kehadiran Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah yang membantunya tetap menjalani pengobatan secara berkesinambungan. Menurutnya, keberadaan rumah singgah menjadi penopang penting di tengah keterbatasan yang dihadapi selama proses terapi. Ia merasa seluruh fasilitas dan pelayanan yang diterima memberikan kemudahan sehingga dapat lebih fokus menjalani pengobatan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kekuatan, kemudahan, serta kesembuhan bagi Fitriyah, sekaligus membalas setiap pengorbanan keluarga dan seluruh pihak yang terus mendampingi perjuangannya.

“Terima kasih banyak sudah menerima dan membantu saya di Rumah Singgah IZI. Saya tidak tahu bagaimana jika tidak ada rumah singgah, mungkin saya tidak bisa melanjutkan pengobatan. Saya benar-benar sangat terbantu dengan semua pelayanan di sini,” tutur Fitriyah. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kemudahan, dan kesembuhan untuk Fitriyah, serta membalas setiap ikhtiar dan pengorbanan keluarga yang terus setia mendampingi perjuangan beliau.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.izi.or.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment