- Fadhilah Sedekah di Bulan Safar
- Paragon Antar Alifia Kuliah Gratis di UGM
- Beasiswa CIMB Niaga Dibuka
- Wakaf Nasional Tembus Rp30 Triliun
- Zakat Pegawai PLN Santuni Yatim
- DPR Dorong Integrasi Zakat Pajak
- Uji Zakat Pengurang Pajak di Aceh
- Beasiswa NU-BAZNAS Bangun Jejaring Global
- Kemenag Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
- Baznas Siak Panen Perdana Zakat Produktif
Paragon Antar Alifia Kuliah Gratis di UGM

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Ugm.ac.id
Perjuangan Alifia Citra Ayuningtyas mengantarkannya diterima sebagai mahasiswa baru Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Putri sulung yang akrab disapa Fia itu kini juga memperoleh beasiswa penuh dari ParagonCorp melalui kolaborasi dengan UGM sehingga dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.
Sejak ayahnya meninggal dunia pada 2014, Fia tumbuh bersama ibu yang membesarkannya seorang diri bersama dua adiknya. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar karena dia meyakini pendidikan menjadi jalan untuk membuka masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga.
Kesungguhan Fia mengantarkannya memperoleh beasiswa penuh saat menempuh pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA Foundation. Selama bersekolah, dia aktif dalam organisasi jurnalistik, Dewan Ambalan VI Gudep SMA Unggulan CT ARSA Foundation, serta dipercaya menjadi English Ambassador sekolah. Dia juga mencatatkan prestasi dengan meraih Juara III Lomba Business Model Canvas.
Baca Lainnya :
- Baznas Siak Panen Perdana Zakat Produktif0
- Dhuafa, Arifin Lolos UGM dengan Beasiswa0
- Zakat Bangkitkan Usaha Disabilitas0
- BMH Bantu Dai Hidayatullah0
- Anak Disabilitas Bontang Terima Bantuan Bulanan0
Berbekal prestasi akademik dan pengalaman organisasi, Fia bertekad melanjutkan pendidikan ke UGM. Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dia memilih Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, namun belum berhasil lolos. Dia kemudian kembali mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan akhirnya diterima sebagai mahasiswa Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian UGM.
"Saya ingat, jam 3 sore. Yang membukakan pengumuman saat itu adik saya, adik saya teriak 'lolos kak, alhamdulillah!'. Bersyukur, saya lolos di pilihan Agronomi," ujar dia, Jumat (17/7).
Fia mengungkap dia memilih UGM karena mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarganya. Menurut dia, biaya kuliah di Yogyakarta lebih terjangkau dibandingkan harus melanjutkan pendidikan di luar daerah yang membutuhkan biaya tempat tinggal tambahan. Selain itu, UGM juga menyediakan berbagai program beasiswa yang mendukung keberlanjutan studi.
Keberhasilan Fia diterima di UGM menjadi kebahagiaan tersendiri bagi sang ibu, Martini. Sebagai orang tua tunggal, dia mengaku perjalanan pendidikan anak-anaknya penuh tantangan. Dengan penghasilan sebagai buruh lepas dan asisten rumah tangga, dia berusaha memberikan dukungan agar anak-anaknya tetap dapat mengenyam pendidikan.
Martini mengatakan kesempatan yang diperoleh Fia untuk bersekolah di SMA Unggulan CT ARSA Foundation hingga diterima di UGM melalui dukungan beasiswa merupakan anugerah yang tidak pernah dibayangkannya. Menurut dia, berbagai bantuan tersebut membuka jalan bagi putrinya untuk terus mengejar cita-cita tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga.
"Saya sangat bersyukur. Saya yang hanya bekerja sebagai buruh lepas dan asisten rumah tangga dengan penghasilan yang sangat terbatas. Alhamdulillah sekarang Fia bisa sampai di titik ini, diterima di UGM, masih mendapat dukungan, dan diperkenalkan dengan Paragon. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau-beliau," tutur dia dengan berderai air mata haru.
Meski Fia telah memperoleh beasiswa, Martini mengakui masih ada berbagai kebutuhan harian yang harus dipenuhi, seperti biaya transportasi maupun kebutuhan selama menjalani perkuliahan. Namun, menurut dia, keluarga tetap optimistis bahwa akan selalu ada jalan keluar.
"Kadang aduh gimana ya besok. Mungkin untuk beasiswanya dapat, untuk biayanya ya dari beasiswa, tetapi untuk kebutuhan sehari-hari seperti transportasi dari rumah, kan motornya cuma satu. Kalau mau ngekos pun harus ada biaya. Tapi bismillah saja dulu, bagaimana nanti Tuhan kasih jalan," ujar dia.
Bagi Martini, pendidikan merupakan harapan terbesar yang ingin diwariskan kepada anak-anaknya. Menurut dia, keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk memiliki cita-cita dan mengembangkan potensi diri.
Sebagai seorang ibu, dia mengaku belum mampu memberikan fasilitas terbaik bagi anak-anaknya. Meski demikian, dia terus memberikan dukungan, doa, dan keyakinan agar Fia tidak menyerah menghadapi keadaan.
"Pokoknya harus punya mimpi untuk pendidikan yang lebih baik. Apa pun keadaan keluargamu, jangan pernah mematahkan mimpimu. Teruslah belajar dan mengejar apa yang kamu inginkan, apa yang kamu mimpikan," ujar dia.
Menjelang akhir kisahnya, Fia membagikan pesan kepada para pelajar yang tengah berjuang meraih pendidikan tinggi. Menurut dia, keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menghentikan impian karena selalu ada peluang bagi mereka yang mau berusaha.
"Keterbatasan ekonomi bukan berarti teman-teman harus membatasi impian. Tetap semangat dan jangan menyerah. Teman-teman masih punya banyak jalan dan akan bertemu dengan banyak orang baik yang bisa membantu, memberikan arahan, atau membuka kesempatan yang mungkin tidak pernah kita bayangkan sebelumnya," ujar dia.
Dia juga mengajak para pelajar agar berani mengambil setiap kesempatan meski hasilnya belum tentu sesuai harapan. Menurut dia, setiap pengalaman akan memberikan pelajaran berharga.
"Jangan takut untuk mencoba semua hal. Meskipun kita belum tahu hasilnya seperti apa, suatu hari nanti pengalaman itu akan menjadi cerita, penyemangat, atau membentuk karakter kita menjadi lebih kuat. Jadi, jangan takut bermimpi setinggi apa pun, karena selalu ada jalan bagi mereka yang terus berusaha," ujar dia.
Perjuangan Fia bersama sang ibu akhirnya membuahkan hasil. Selain diterima sebagai mahasiswa UGM, dia juga memperoleh beasiswa dari ParagonCorp melalui kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada. Bantuan tersebut meliputi dana awal sebesar Rp5 juta, laptop, pembiayaan uang kuliah hingga lulus, serta kesempatan mengikuti berbagai program pengembangan kepemimpinan.
Mewakili pimpinan universitas, Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menyampaikan apresiasi atas perjuangan Fia dan keluarganya. Menurut dia, kisah Fia membuktikan bahwa mimpi dapat diraih melalui kerja keras dan ketekunan.
"If you have a dream, you can fight for it. Kami mengucapkan selamat kepada Fia dan Ibu. Karena Fia adalah anak sulung, jangan jadikan itu sebagai beban, tetapi jadikan sebagai motivasi untuk menjadi teladan. Jangan pernah berkecil hati karena setiap orang memiliki talenta masing-masing. Sekarang jalannya sudah terbuka, tetapi ini bukan akhir dari perjuangan, melainkan titik tengah dari perjalanan yang masih panjang," ujar dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS

.jpg)









.png)
.png)