- Setop Ruislag Wakaf Sembarangan
- IHH Kirim Tujuh Truk Bantuan ke Iran
- Komunitas Pelari Kampanye Bela Palestina
- Konser Wali Kejar Donasi Palestina Rp1 M
- Pengusaha Emas Berzakat ke Baitul Mal
- RZ Bangun MCK dan Sumur Bor
- DD Luncurkan BesTeam untuk Yatim
- Zakat Bangkitkan Usaha Disabilitas
- BMH Bantu Pengobatan Santri Yatim di Seluma
- BMH Bantu Dai Hidayatullah
DD Luncurkan BesTeam untuk Yatim

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Dompet Dhuafa meluncurkan program BesTeam atau Bestian Sama Yatim sebagai bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Program tersebut bertujuan mengajak masyarakat memperluas kepedulian terhadap anak yatim melalui pendampingan yang berkelanjutan, bukan hanya pemberian bantuan sesaat.
Peluncuran program BesTeam berlangsung di Gedung Antara Heritage Center, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan mitra, di antaranya Teuku Wisnu, Aiman Ricky, Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Herdiansah, General Manager Gramedia Regional D Elizabeth Driemirda, alumnus penerima beasiswa Youth Ekselensia Scholarship (YES) Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, serta Ketua Panitia Program BesTeam Dompet Dhuafa Widodo.
Wakil Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Herdiansah, menyampaikan program BesTeam dihadirkan sebagai respons atas kondisi anak-anak yatim yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.
Baca Lainnya :
- IHH Rayakan Kelulusan Anak Yatim0
- MUI: Filantropi Solusi Krisis Global0
- Muktamar Al Washliyah Perkuat Zakat0
- Zurich Syariah Bantu Korban Kebakaran0
- Filantropi Solusi Kemiskinan Nasional0
“Bergulirnya program BesTeam ini tidak terlepas dari keprihatinan terhadap anak yatim yang masih banyak mengalami beragam keterbatasan,” ujar dia dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa, 30 Juni 2026.
Herdiansah menambahkan Dompet Dhuafa mengajak pemerintah, tokoh masyarakat, figur publik, hingga masyarakat luas untuk berkolaborasi dalam mendukung keberhasilan pendampingan anak yatim.
“Kami juga mengajak pemerintah, tokoh masyarakat, hingga figur publik untuk terlibat dalam gerakan tersebut sehingga tercapai keberhasilan dalam pendampingan anak yatim,” kata dia.
Program BesTeam mengusung empat nilai utama, yaitu best mind, best future, best heart, dan best impact. Best mind berfokus pada penguatan pendidikan dan kecerdasan agar anak yatim mampu membangun masa depan yang mandiri. Best future diarahkan untuk membuka peluang dan harapan bagi anak yatim agar tumbuh menjadi generasi yang berdaya. Sementara best heart menitikberatkan pada pembentukan kasih sayang, kepercayaan diri, dan ketangguhan mental, sedangkan best impact bertujuan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.
Menurut dia, semangat BesTeam tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Program tersebut dirancang untuk membangun ekosistem pendampingan yang berkelanjutan sehingga anak yatim memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Hingga saat ini, program muliakan anak yatim Dompet Dhuafa sudah mendampingi lebih dari 23.842 anak yatim dan lebih dari 1.239 jiwa penerima beasiswa,” ujar dia.
Ketua Panitia Program BesTeam Dompet Dhuafa, Widodo, menjelaskan gerakan memuliakan anak yatim mencakup berbagai program di bidang pendidikan, sosial, kesehatan, hingga pemberdayaan.
Pada sektor pendidikan, Dompet Dhuafa menjalankan program Youth Ekselensia Scholarship, School Kit untuk Yatim, Dana Pengembangan Kompetensi, serta Dana Bantuan Pendidikan. Di bidang sosial tersedia program Belanja Bareng Yatim (BBY), sunatan massal, dan santunan anak yatim. Sementara pada bidang kesehatan, Dompet Dhuafa menghadirkan bantuan paket nutrisi, pos remaja, serta akses layanan kesehatan.
Di bidang pemberdayaan, Dompet Dhuafa mengembangkan program kantin kontainer dan Ibu Tangguh Berjuang untuk Anak Yatim. Selain itu, program untuk anak-anak yatim di Palestina juga terus dijalankan melalui bantuan makanan siap santap dan santunan.
“Untuk program anak-anak yatim di Palestina, meliputi makanan siap santap dan santunan,” ujar dia.
Dompet Dhuafa juga menghadirkan program Gemilang Anak Indonesia Timur yang meliputi renovasi sekolah, bantuan sarana pembelajaran, school kit, santunan, serta dana pendidikan. Program tersebut ditujukan untuk membantu anak yatim dan dhuafa yang terancam putus sekolah akibat keterbatasan biaya pendidikan, termasuk anak-anak di wilayah pesisir Indonesia.
Penerima manfaat program Gemilang Anak Indonesia Timur berada di sejumlah wilayah di Provinsi Maluku, antara lain Kabupaten Seram, Maluku Tenggara Barat, Maluku Barat Daya, Pulau Buru, Buru Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
General Manager Gramedia Regional D, Elizabeth Driemirda, menyampaikan Gramedia terus berupaya mendekatkan layanan literasi kepada masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki keterbatasan akses sarana dan prasarana.
Dia berharap kolaborasi bersama Dompet Dhuafa dapat memperluas dampak program literasi bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Gramedia menghadirkan Happy Family Coloring di tengah libur sekolah. Diharapkan program ini dapat didukung dari banyak pihak, sehingga banyak paket yang tersalurkan ke seluruh Indonesia,” ujar dia.
Aktor Teuku Wisnu turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung anak yatim. Dia menilai kepedulian terhadap anak yatim merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan dalam ajaran Islam.
“Kita sebagai seorang muslim ingin sekali dekat dengan Rasulullah. Kalau kita menolong dan menyantuni anak yatim, itu bagai dua jari. Semoga ini menjadi amalan yang terbaik bagi kita,” ujar dia.
Sementara itu, alumnus penerima beasiswa YES, Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, mengajak anak-anak yatim agar terus memiliki semangat untuk bangkit dan meraih masa depan.
“Menjadi yatim bukan menjadi penghalang untuk berdaya dan bangkit. Dengan banyaknya program yatim dari Dompet Dhuafa, anak-anak yatim memiliki peluang seluas-luasnya untuk berkembang dan sukses,” ujar dia.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org

.jpg)









.png)
.png)