- Setop Ruislag Wakaf Sembarangan
- IHH Kirim Tujuh Truk Bantuan ke Iran
- Komunitas Pelari Kampanye Bela Palestina
- Konser Wali Kejar Donasi Palestina Rp1 M
- Pengusaha Emas Berzakat ke Baitul Mal
- RZ Bangun MCK dan Sumur Bor
- DD Luncurkan BesTeam untuk Yatim
- Zakat Bangkitkan Usaha Disabilitas
- BMH Bantu Pengobatan Santri Yatim di Seluma
- BMH Bantu Dai Hidayatullah
Zakat Bangkitkan Usaha Disabilitas

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Suarabaru.id
YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui penyaluran bantuan alat usaha kepada Fatimah (38), penyandang disabilitas yang tinggal di Desa Tanjungrejo RT 3/RW 4, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.
Program tersebut bertujuan mendukung kemandirian ekonomi mustahik sekaligus memperkuat usaha kreatif yang telah dirintis Fatimah secara mandiri.
Bantuan yang diberikan meliputi benang rajut dengan berbagai warna, pengait tas berbahan nikel, magnet penutup dompet berbahan aluminium, ring light dan holder handphone untuk mendukung pemasaran digital, rak susun plastik sebagai tempat penyimpanan, serta tambahan modal usaha sebesar Rp1.000.000.
Baca Lainnya :
- BMH Bantu Dai Hidayatullah0
- Anak Disabilitas Bontang Terima Bantuan Bulanan0
- Yatim Mandiri Gelar Inspiring Muharram0
- IZI Antar Mustahik ke Brebes0
- RZ Bantu Kesehatan Lansia Cilegon0
Seluruh bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha rajut handmade milik Fatimah yang dipasarkan dengan nama usaha "Nifabear".
Sejak berusia enam bulan, Fatimah mengalami kondisi yang membatasi aktivitas sehari-harinya sehingga membutuhkan bantuan keluarga dalam memenuhi berbagai kebutuhan dasar. Meski demikian, keterbatasan fisik tidak menghalangi semangat dia untuk tetap produktif dan mandiri.
Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Fatimah tumbuh menjadi sosok yang tangguh dan optimistis. Dia mempelajari keterampilan merajut secara otodidak tanpa mengikuti pelatihan formal. Berkat kemampuannya tersebut, dia pernah menerima hingga 45 pesanan produk rajut secara personal.
Sebelumnya, Fatimah juga sempat mengelola toko boneka secara luring selama sekitar lima tahun. Usaha tersebut bahkan mampu membantu membiayai pendidikan adik bungsunya hingga lulus SMA. Namun, pandemi Covid-19 memaksa usahanya berhenti sehingga dia harus memulai kembali dari awal.
Ketua YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus, Candra Mukti Saksono, menyampaikan program tersebut merupakan wujud pengelolaan amanah zakat pegawai PLN agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami melihat Ibu Fatimah memiliki semangat luar biasa dan potensi besar dalam bidang usaha kreatif. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat sekaligus sarana untuk mengembangkan usahanya, sehingga semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami juga berharap zakat yang ditunaikan para pegawai PLN dapat menjadi keberkahan bagi seluruh pihak,” ungkap dia, baru-baru ini.
Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Jawa Tengah, Retno Widowati, menyampaikan Fatimah merupakan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya.
“Semangat dan kreativitas yang dimilikinya menjadi modal yang sangat berharga untuk berkembang. Melalui kolaborasi bersama YBM PLN UP3 Kudus, kami berharap bantuan ini dapat memperkuat usaha yang telah dirintis sehingga mampu menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. IZI Jawa Tengah akan terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran dan berdampak,” kata dia.
Dengan penuh haru, Fatimah mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Menurut dia, bantuan tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berkarya sekaligus mewujudkan impian yang selama ini dibangun.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YBM PLN UP3 Kudus dan IZI Jawa Tengah atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk mengembangkan usaha rajut handmade yang sedang saya jalankan bersama teman-teman disabilitas FKDK Kudus,” ujar dia.
“Semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur, dan suatu saat usaha ini bisa berkembang lebih besar serta membuka kesempatan bagi orang lain untuk ikut bekerja bersama saya,” ujar dia.
Melalui program pemberdayaan ekonomi tersebut, YBM PT PLN UP3 Kudus bersama IZI Jawa Tengah berharap bantuan yang diberikan tidak hanya meningkatkan produktivitas usaha, tetapi juga menjadi ikhtiar menghadirkan harapan baru bagi para mustahik agar mampu bangkit, mandiri, dan berdaya.
Amanah zakat yang dititipkan para muzakki juga diharapkan menjadi amal jariyah yang mendatangkan keberkahan sekaligus menginspirasi semakin banyak pihak untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.suarabaru.id

.jpg)









.png)
.png)