- Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien
- Santri Karawang Berkarya via Komik
- Tiga Sumur Sejuta Manfaat untuk Aceh
- Baznas Bandung Upgrade 1.012 Ustaz
- Baznas Bekasi Salur Beasiswa Rp1,028 M
- Lazisnu Perkuat Layanan Medis Karhutla
- Zakat Mal Lazisnu Jangkau 220 Mustahik
- NU Peduli Santuni Keluarga Relawan Bromo
- BWI Dorong Inovasi Wakaf Produktif
- BWI dan Baznas Integrasikan Zakat-Wakaf
BWI Dorong Inovasi Wakaf Produktif

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Bwi.go.id
Badan Wakaf Indonesia (BWI) menyelenggarakan kegiatan Waqf Site Visit & International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional pada 13–14 Oktober 2026 di Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian The 2nd Global Conference on Waqf Development (GLOW) BWI 2026 yang mempertemukan akademisi, regulator, dan praktisi wakaf untuk berbagi pengetahuan serta memperkuat inovasi pengelolaan wakaf.
Forum tersebut berfokus pada pengembangan wakaf produktif, pembaruan model pengelolaan aset, dan pemanfaatan teknologi digital dalam ekosistem wakaf. Sebanyak 66 peserta dari Indonesia, Nigeria, Uzbekistan, Filipina, Singapura, dan Malaysia mengikuti kegiatan ini secara langsung maupun daring. Agenda yang diselenggarakan meliputi diskusi internasional, pemaparan dari para ahli, kunjungan lapangan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Salah satu agenda utama adalah kunjungan ke Land of Wakaf–Teras Lembang untuk mempelajari praktik pengelolaan aset wakaf secara langsung. Peserta diperkenalkan pada pengembangan aset wakaf menjadi kawasan wisata halal terpadu yang menggabungkan empat aspek, yakni ekonomi, pendidikan, spiritualitas, dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Lainnya :
- BWI dan Baznas Integrasikan Zakat-Wakaf0
- Rp4,7 T Wakaf Uang Diinvestasikan untuk Pemberdayaan0
- BSI Bidik Potensi Wakaf Rp180 T0
- SITI Kanaya Disulap Jadi Hutan Wakaf 0
- UINSU Kampanye Wakaf untuk Beasiswa 0
Dalam kunjungan tersebut, peserta juga mempelajari diversifikasi usaha yang dikembangkan melalui pemanfaatan aset wakaf. Kawasan Land of Wakaf–Teras Lembang memiliki beragam fasilitas, mulai dari agrowisata dan layanan kuliner hingga pusat pelatihan serta kegiatan edukatif dan spiritual. Model ini menunjukkan bahwa aset wakaf dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif yang mendukung keberlanjutan pengelolaan sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Pembelajaran lapangan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pondok Pesantren Daarut Tauhiid. Peserta mendalami praktik pengelolaan wakaf produktif yang terhubung dengan kegiatan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat. Untuk memperluas perspektif internasional, forum ini turut menghadirkan perbandingan praktik pengelolaan wakaf di Filipina sebagai bahan pembelajaran mengenai tata kelola wakaf lintas negara.
Aspek digitalisasi juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam forum tersebut, terutama terkait perkembangan Islamic Financial Technology (Islamic FinTech). Diskusi mencakup penggunaan platform digital, pembayaran melalui kode QR, sistem pencatatan transaksi terintegrasi, serta pengelolaan data donatur. Penerapan teknologi dinilai dapat memperluas kemudahan masyarakat dalam berwakaf, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola wakaf.
Selain pengembangan ekonomi dan teknologi, kegiatan ini mengintegrasikan kepedulian sosial dengan pelestarian lingkungan. Melalui agenda pengabdian masyarakat, BWI menyalurkan donasi kepada 15 anak yatim dan dhuafa serta melaksanakan penanaman 10 pohon di kawasan Land of Wakaf–Teras Lembang. Kegiatan tersebut menjadi wujud upaya menghubungkan pengembangan wakaf produktif dengan kepedulian terhadap kelompok rentan dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui program ini, BWI mendorong terbentuknya jejaring kolaborasi yang lebih luas antara regulator, akademisi, dan praktisi wakaf, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan diharapkan dapat memperkuat profesionalisme pengelolaan wakaf melalui integrasi inovasi bisnis, tata kelola yang akuntabel, pemanfaatan teknologi digital, dan orientasi pada dampak sosial.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah BWI dalam mendorong pengelolaan aset wakaf yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dengan pengembangan model usaha yang inovatif serta kolaborasi lintas sektor, wakaf diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan umat.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.bwi.go.id











.png)
.png)