- Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien
- Santri Karawang Berkarya via Komik
- Tiga Sumur Sejuta Manfaat untuk Aceh
- Baznas Bandung Upgrade 1.012 Ustaz
- Baznas Bekasi Salur Beasiswa Rp1,028 M
- Lazisnu Perkuat Layanan Medis Karhutla
- Zakat Mal Lazisnu Jangkau 220 Mustahik
- NU Peduli Santuni Keluarga Relawan Bromo
- BWI Dorong Inovasi Wakaf Produktif
- BWI dan Baznas Integrasikan Zakat-Wakaf
Kajian IZI Perkuat Ibadah Pasien

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Izi.or.id
Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah kembali mengadakan kajian keislaman rutin pada Senin (19/10) selepas salat Asar. Bertempat di ruang tengah rumah singgah, kegiatan kali ini membahas keutamaan salat berjamaah dengan menghadirkan Saudari Eka Alrin sebagai pemateri.
Kajian diawali dengan pembacaan Asmaul Husna dan zikir petang bersama para penghuni RSP. Setelah itu, Eka menyampaikan materi mengenai keutamaan salat berjamaah sekaligus mengajak pasien dan keluarga pendamping untuk menjaga pelaksanaan ibadah selama menjalani masa pengobatan.
Dalam penyampaiannya, Eka menjelaskan bahwa salat berjamaah memiliki keutamaan pahala hingga 27 derajat dibandingkan salat sendirian. Ia juga menekankan pentingnya memenuhi panggilan azan dan membangun kebiasaan saling mengingatkan dalam menjalankan ibadah.
Baca Lainnya :
- Tuntunan Hidup Bersih dalam Islam0
- Cara Mendidik Anak Agar Jadi Saleh0
- Panduan Bayar Zakat Akhir Tahun0
- Fadhilah Sedekah Jumat di Rabiul Akhir0
- Meningkatkan Mutu Ibadah Rabiul Akhir0
“Alhamdulillah, RSP IZI dekat dengan masjid. Bapak-bapak bisa salat berjamaah di masjid, sementara ibu-ibu bisa berjamaah di musala RSP. Mumpung sedang banyak orang di sini, kita bisa saling mengajak untuk salat. Selain pahalanya lebih besar, kita juga bisa saling mengingatkan dalam kebaikan,” tutur Eka.
Suasana kajian berlangsung interaktif ketika para peserta berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan salat selama tinggal di rumah singgah. Salah seorang pasien bernama Astri, yang tengah menjalani pengobatan penyakit autoimun, mengungkapkan bahwa dirinya masih terbiasa salat sendiri. Ia merasa kurang percaya diri untuk menjadi imam karena keterbatasan hafalan surah pendek dan belum adanya orang yang bersedia memimpin salat berjamaah bagi para perempuan.
Menanggapi hal tersebut, Eka menyarankan agar para penghuni perempuan menyusun jadwal bergiliran untuk menjadi imam. Dengan cara ini, kesempatan melaksanakan salat berjamaah dapat terbuka lebih luas tanpa harus bergantung pada satu orang saja.
Ia turut menjelaskan bahwa perempuan dapat melaksanakan salat berjamaah dengan posisi imam sejajar dengan makmum. Melalui pemahaman tersebut, para penghuni diharapkan tidak lagi merasa ragu untuk beribadah bersama, sembari terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kewajiban salat sesuai dengan kondisi masing-masing.
Kajian rutin ini menjadi salah satu bentuk pendampingan spiritual bagi pasien dan keluarga yang tinggal di RSP IZI Jawa Tengah. Di tengah proses pengobatan yang mereka jalani, kegiatan keagamaan diharapkan dapat memberikan ketenangan, mempererat kebersamaan, serta menumbuhkan semangat untuk saling mendukung dalam kebaikan.
Melalui pembiasaan salat berjamaah dan sikap saling mengingatkan, para penghuni RSP diharapkan dapat menjaga konsistensi ibadah sekaligus memperoleh dukungan moral dari sesama. Semoga seluruh penghuni RSP IZI Jawa Tengah senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalani pengobatan, kesehatan, serta keteguhan hati untuk terus istiqamah dalam beribadah.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.izi.or.id












.png)
.png)