Beasiswa Zakat Jangkau 300 Mahasiswa

By Revolusioner 25 Jun 2026, 10:13:32 WIB Z-Academy
Beasiswa Zakat Jangkau 300 Mahasiswa

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nu.or.id


Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah lembaga zakat meningkatkan jumlah penerima Beasiswa Zakat pada 2026 menjadi 300 mahasiswa. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga fakir miskin yang telah diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa Beasiswa Zakat merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut juga menjadi upaya agar potensi zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan berkelanjutan melalui sektor pendidikan.

“Beasiswa zakat yang bersama-sama lembaga zakat, Baznas/Lembaga Zakat itu adalah beasiswa untuk fakir miskin dan sedikit sabilillah,” ujar dia dalam acara Aksi Zakat dan Wakaf untuk Membangun Kemandirian Umat di Jakarta pada Kamis (11/6/2026).

Baca Lainnya :

“Prosesnya itu untuk mahasiswa fakir miskin yang sudah mendapat LoA atau sudah diterima di perguruan tinggi yang dia pilih. Sehingga kami tahu UKT-nya berapa, dia berasal dari mana, dan ini tentu saja bekerja sama dengan perguruan tinggi,” sambung dia.

Menurut dia, pada tahun sebelumnya program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan 10 PTKIN dan 11 perguruan tinggi negeri, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Sementara PTKIN yang terlibat tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Malang, serta sejumlah daerah lainnya.

Dia mengungkapkan bahwa pada tahun lalu sebanyak 153 mahasiswa menerima manfaat Beasiswa Zakat dengan total anggaran mencapai Rp3,8 miliar. Pada 2026, jumlah penerima ditargetkan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 300 mahasiswa sehingga kebutuhan anggaran diperkirakan turut bertambah.

Waryono menjelaskan bahwa fasilitas yang diberikan dalam program beasiswa tersebut meliputi pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), bantuan transportasi saat awal masuk perguruan tinggi maupun saat kembali ke daerah asal, penyediaan laptop, serta bantuan biaya hidup bulanan. Dukungan tersebut diberikan secara penuh sejak semester pertama hingga semester delapan.

Dia menyampaikan bahwa penerima beasiswa tidak hanya berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang baik selama menjalani pendidikan tinggi. “Mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa ini semuanya berprestasi dan berasal dari keluarga miskin, jadi ini meringankan pembiayaan orang tuanya,” ujar dia.

Kontributor: Azzam Al Hanif

Editor: MAS

Sumber: www.nu.or.id





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment