Zakat Jadi Jalan Kemandirian di Sleman

By Revolusioner 15 Sep 2026, 08:20:56 WIB Z-Style
Zakat Jadi Jalan Kemandirian di Sleman

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Kemenag.go.id


Zakat dapat menjadi jalan bagi keluarga mustahik untuk membangun kemandirian. Hal tersebut diwujudkan Lembaga Amil Zakat Membangun Keluarga Utama (LAZ MKU) melalui program Lumbung Pangan Keluarga yang mengembangkan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi penerima manfaat.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan LAZ MKU dengan mengarahkan dana zakat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga membantu keluarga memiliki sumber pangan dan pendapatan yang berkelanjutan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Waryono Abdul Ghafur, mengatakan pengelolaan zakat perlu diarahkan dari pola bantuan menuju pemberdayaan. Menurut dia, keberhasilan zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi penerima manfaat.

Baca Lainnya :

“Zakat harus bergerak dari pola bantuan menuju pemberdayaan,” ujar Waryono dalam visitasi perpanjangan izin LAZ MKU di kantor LAZ MKU, Sleman, Yogyakarta, Selasa (8/9/2026).

Waryono mengungkapkan, pemberdayaan zakat perlu ditopang tata kelola yang profesional, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kapasitas pengelola, pemanfaatan data, serta pengukuran hasil dan dampak program.

Dalam konteks keluarga, kata Waryono, pemberdayaan tidak cukup hanya menyentuh aspek ekonomi. Menurut dia, keluarga merupakan fondasi penting dalam pembangunan masyarakat sehingga penguatan ekonomi perlu berjalan bersama pendidikan, nilai keagamaan, literasi, serta kualitas hubungan antaranggota keluarga.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui program Lumbung Pangan Keluarga yang dikembangkan LAZ MKU. Melalui program ini, keluarga penerima manfaat didorong memanfaatkan lahan dan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengembangkan peluang usaha.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian keluarga. Dengan memiliki sumber pangan dan kegiatan ekonomi, keluarga tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Selain Lumbung Pangan Keluarga, LAZ MKU menjalankan sejumlah program pemberdayaan lainnya, antara lain Keluarga Utama, Keluarga Sobat Bumi, Kampung Keluarga Utama, pemberdayaan masjid, dan pemberdayaan ekonomi.

LAZ MKU lahir dari Perhimpunan Baitul Maal wat Tamwil (PBMT) Indonesia melalui PBMT Maal. Saat ini, LAZ MKU memiliki 161 Unit Layanan Zakat yang tersebar di 10 provinsi.

Waryono menilai program pemberdayaan seperti yang dilakukan LAZ MKU perlu didukung data, pendampingan, dan evaluasi. Lembaga amil, kata dia, perlu memahami kondisi penerima manfaat, kebutuhan mereka, bentuk intervensi yang diberikan, serta perkembangan setelah mengikuti program.

Dengan pendekatan tersebut, zakat dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran dan memberikan dampak berkelanjutan. Mustahik tidak hanya terbantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitas dan membangun kemandirian.

Visitasi perpanjangan izin LAZ MKU menjadi momentum untuk melihat keberlanjutan pengelolaan zakat sekaligus memastikan program pemberdayaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Lumbung Pangan Keluarga menjadi salah satu contoh pemanfaatan zakat untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus membuka jalan menuju kemandirian keluarga.

Kontributor: Fadhlan
Editor: MAS
Sumber: www.kemenag.go.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment