Ribuan Liter Air Wakaf Ditebar di NTB

By Revolusioner 02 Jul 2026, 07:37:40 WIB Lokal
Ribuan Liter Air Wakaf Ditebar di NTB

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Republika.co.id


Ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino 2026 yang diprediksi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah modern mulai memunculkan kekhawatiran di berbagai daerah di Indonesia.

Sebagai respons terhadap meningkatnya potensi krisis air, Rumah Wakaf menyalurkan sebanyak 25 ribu liter air bersih kepada sekitar 2.000 warga di Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada 21–23 Juni 2026.

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan selama tiga hari dengan menjangkau sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Beberapa lokasi penerima manfaat meliputi Kampung Kaliantan, Kampung Penyonggok, serta kampung-kampung lain yang berada di Desa Seriwe.

Baca Lainnya :

Program tersebut menjadi bentuk kepedulian Rumah Wakaf dalam menghadapi ancaman El Nino 2026 yang oleh sejumlah ilmuwan dan media internasional dijuluki sebagai "Godzilla El Nino".

Berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga iklim dunia, peluang terjadinya El Nino pada 2026 diperkirakan melebihi 80 persen dan diproyeksikan terus menguat hingga penghujung tahun.

Bahkan, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) memperkirakan fenomena tersebut memiliki peluang sekitar 63 persen berkembang menjadi very strong El Nino atau El Nino sangat kuat. Kondisi itu berpotensi menyamai peristiwa besar yang terjadi pada 1997–1998 dan 2015–2016.

Fenomena tersebut diperkirakan akan memicu musim kemarau yang lebih panjang, menurunkan intensitas curah hujan, serta meningkatkan risiko kekeringan di berbagai wilayah.

Bagi masyarakat Desa Seriwe, ancaman kekeringan merupakan persoalan yang telah lama dihadapi. Secara geografis, desa tersebut memiliki keterbatasan sumber air bersih karena air tanah di sekitar permukiman mengandung kadar garam yang tinggi sehingga terasa asin dan tidak layak dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun air minum.

Akibat kondisi tersebut, masyarakat setempat sangat bergantung pada pasokan air dari luar daerah, terutama ketika musim kemarau tiba. Ketika distribusi air berkurang, berbagai aktivitas harian warga, mulai dari memasak, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan sanitasi, ikut terganggu.

Melalui program distribusi air bersih ini, Rumah Wakaf berupaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka di tengah ancaman krisis air yang semakin nyata akibat perubahan iklim.

Tim Rumah Wakaf di lokasi penyaluran mengungkap dia, dikutip Selasa (30/6/2026), bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Melalui program tersebut, Rumah Wakaf ingin memastikan warga tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino.

Rumah Wakaf juga mengajak para donatur dan masyarakat luas untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan.

Di tengah ancaman "Godzilla El Nino", semangat gotong royong dan kepedulian dinilai menjadi kekuatan penting dalam membantu masyarakat menghadapi tantangan krisis air yang kian nyata. Karena itu, masyarakat diajak terus menghadirkan manfaat dan harapan bagi warga di berbagai pelosok negeri melalui program penyediaan air bersih dan wakaf produktif bersama Rumah Wakaf.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.republika.co.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment