Lazisnu DIY Bantu Dhuafa di Pundong

By Revolusioner 01 Jul 2026, 09:52:43 WIB LAZ
Lazisnu DIY Bantu Dhuafa di Pundong

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Jateng.nu.or.id


Semangat berbagi dan kepedulian kepada anak yatim kembali terwujud melalui program Senyum Muharam 1448 Hijriah. LAZISNU PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama LAZISNU Kabupaten Bantul dan UPZIS PRNU Panjangrejo menggelar Pengajian dan Santunan Anak Yatim Dhuafa di Masjid Nurul Huda, Dusun Grudo, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Ahad (28/6/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta, terdiri atas 100 anak yatim beserta wali mereka yang berasal dari empat kapanewon, yakni Pundong, Jetis, Bambanglipuro, dan Imogiri. Hadir pula jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, pemerintah kalurahan, serta masyarakat setempat.

Acara dimulai dengan shalat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dzikir dan tahlil, pengajian, kemudian penyerahan santunan kepada anak-anak yatim. Ketua LAZISNU Kabupaten Bantul, H. A. Choiron Marzuqi, menyampaikan bahwa program Senyum Muharam merupakan wujud nyata kepedulian NU kepada anak yatim sekaligus upaya menumbuhkan semangat berbagi pada bulan Muharam.

Baca Lainnya :

"Sebanyak 100 anak yatim beserta para walinya kami undang dari empat kapanewon, yaitu Pundong, Jetis, Bambanglipuro, dan Imogiri. Total peserta yang hadir sekitar 250 orang," ujar dia.

Dalam kegiatan tersebut, setiap anak yatim menerima santunan berupa paket sembako dan bantuan uang tunai yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus menghadirkan kebahagiaan di bulan Muharam.

Ketua PCNU Kabupaten Bantul, Prof. Riyanta, mengapresiasi sinergi berbagai unsur Nahdlatul Ulama dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurut dia, kolaborasi antara LAZISNU PWNU DIY, LAZISNU Kabupaten Bantul, LAZISNU Kapanewon Pundong, UPZIS PRNU Panjangrejo, hingga Takmir Masjid Nurul Huda menjadi bukti bahwa gerakan sosial NU akan semakin kuat apabila dibangun melalui kerja sama lintas tingkatan organisasi.

"Kami berharap kerja sama antar jamiyah NU yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut dan berkembang lebih baik lagi dalam berbagai program sosial kemanusiaan," kata dia.

Sementara itu, Ketua LAZISNU PWNU DIY, Dinik Fitri Rahajeng Pangestuti, menyampaikan bahwa pengajian dan santunan anak yatim merupakan implementasi ajaran Islam yang mengajarkan umat untuk menyayangi dan memuliakan anak yatim.

"Sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Islam untuk menyayangi dan memuliakan anak yatim, kami menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga manfaatnya dapat dirasakan oleh para penerima dan menjadi penguat semangat berbagi bagi seluruh masyarakat," tutur dia.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan, khususnya para sponsor dan donatur, di antaranya PT Naturindo Fresh, Nasmoco Janti, Sate Pak Pong Jejeran, Bank Syariah BDS (BPR Syariah Bangun Drajat Warga), Beras Ladori, BPR MSA, BCA Syariah, BPR Syariah HIK MCI, Mawaddah Esa Cargo (MEC), Waroeng SS, dan Madina Syariah.

Bendahara PWNU DIY, H. Sony Amir Solikhuddin, menilai program Senyum Muharam menjadi bukti bahwa gerakan sosial Nahdlatul Ulama tumbuh dari semangat gotong royong. Menurut dia, keberhasilan kegiatan tersebut tidak lepas dari sinergi pengurus NU di berbagai tingkatan, panitia, donatur, sponsor, dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap anak yatim.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur NU Care-LAZISNU DIY Edo Segara Gustanto, Ketua Tanfidziyah MWCNU Pundong H. Mustafied Amna, para Ketua UPZISNU se-Kapanewon Pundong, Imogiri, Jetis, dan Bambanglipuro, Rais Syuriah PRNU Panjangrejo Nurdin Hadi Mustofa, Ketua Tanfidziyah PRNU Panjangrejo Fauzan Luthfiyanto, Lurah Panjangrejo Mudiyana, Dukuh Grudo Sukirdal, serta jajaran Pengurus Yatiman PRNU Panjangrejo.

Kontributor: Azzam Al Hanif

Editor: MAS

Sumber: www.jateng.nu.or.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment