- Komite Baru Siap Bangun Gaza
- Ini Beasiswa Kedokteran Kemkes di Jepang
- IPB Kembangkan Wakaf Produktif Pertanian
- UMKM Mustahik Lingga Menuju Muzaki
- Menag: Zakat 2025 Capai Rp44,6 T
- Wakaf, Muhammadiyah Lirik Blockchain
- Wakaf Produktif Sukuk Diluncurkan
- Padangpanjang Salurkan Zakat Pendidikan
- Zakat, Solusi Kemiskinan Ekstrem di NTB
- RZ Bantu Alat Sekolah Yatim Cihampelas
Menag: Zakat 2025 Capai Rp44,6 T

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Tirto.id
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengatakan penghimpunan zakat nasional pada 2025 tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun. Dana itu disebut dia telah memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik. Menurut dia, kinerja pengelolaan filantropi, termasuk zakat dan wakaf nasional, terus menguat sepanjang 2025.
Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara Zikir dan Doa Bersama Lintas Agama yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026) malam. “Sementara pengelolaan filantropi, kinerja pengelolaan zakat dan wakaf nasional tahun 2025 terus menguat. Penghimpunan zakat tumbuh 12 persen menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat 140 juta mustahik,” kata dia.
Dia menyebut, pada saat yang sama aset wakaf nasional juga mengalami pertumbuhan sebesar tujuh persen. Hingga 2025, tercatat terdapat 467.237 titik tanah wakaf dengan luas mencapai 50.000 hektare. Nasaruddin juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, atas dukungannya kepada lembaga keagamaan dan pondok pesantren.
Baca Lainnya :
- Kelima Kali, BAZNAS Raih Top Brand Award 0
- Maroko Siapkan Puluhan Beasiswa 0
- Kemenag Sertifikasi 19 Manajer Zakat 0
- Amil BAZNAS Banten Makin Kompeten0
- Zakat Pajak Perlu Dialog Lintas Sektor0
“Secara khusus kami berterima kasih juga Bapak Nusron, Menteri yang sangat representatif dalam hal ini juga memberikan bantuan kepada lembaga-lembaga keagamaan dan pondok pesantren,” ucap dia. Selain itu, dia mengungkapkan penghimpunan wakaf uang turut meningkat hingga mencapai sekitar Rp4,7 triliun yang memberikan manfaat kepada 750.000 penerima.
Pemerintah juga terus memperkuat wakaf produktif melalui 514 titik inkubasi wakaf produktif guna meningkatkan produktivitas aset wakaf, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Wakaf produktif juga terus diperkuat melalui 514 titik inkubasi wakaf produktif agar aset wakaf semakin produktif, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.tirto.id

.jpg)








.png)
.png)