Memahami Filantropi Islam di Tengah Perubahan Zaman
Oleh: Syarif Jalaluddin (Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

By Revolusioner 22 Sep 2026, 08:13:27 WIB Resensi
Memahami Filantropi Islam di Tengah Perubahan Zaman

Identitas Buku

Judul: Pengantar Filantropi Islam
Penulis: Robby Reza Zulfikri, Eny Latifah, Yasser Mulla Shadra, Saddriana, Syahril, dan Abdussalam
Penerbit: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah
Tahun Terbit: 2025
Jumlah Halaman: 122 halaman
ISBN: 9786347313225

Pendahuluan

Filantropi merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Dalam Islam, filantropi memiliki dasar yang kuat karena aktivitas berbagi dan membantu sesama tidak hanya berkaitan dengan persoalan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari ajaran agama. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf merupakan beberapa bentuk filantropi Islam yang telah berkembang sejak masa awal Islam hingga saat ini.

Buku Pengantar Filantropi Islam hadir untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, sejarah, bentuk, serta perkembangan filantropi dalam perspektif Islam. Buku yang diterbitkan oleh Yayasan Tri Edukasi Ilmiah pada tahun 2025 ini terdiri atas 122 halaman dan ditulis oleh enam penulis, yaitu Robby Reza Zulfikri, Eny Latifah, Yasser Mulla Shadra, Saddriana, Syahril, dan Abdussalam. Berdasarkan informasi penerbitannya, buku ini disusun sebagai panduan untuk memahami dasar pemikiran dan praktik filantropi Islam, mulai dari landasan teologis hingga perkembangan filantropi di era digital.

Baca Lainnya :

Isi dan Pembahasan Buku

Pembahasan dalam buku ini disusun secara bertahap. Pada bagian awal, pembaca diperkenalkan dengan pengertian filantropi Islam, landasan teologis, tujuan, hikmah, serta karakteristiknya. Pembahasan tersebut menjadi dasar untuk memahami bahwa kegiatan filantropi dalam Islam memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial.

Selanjutnya, buku membahas beberapa instrumen utama filantropi Islam, terutama zakat, infak, dan sedekah. Ketiganya dijelaskan sebagai instrumen yang memiliki peran dalam membantu masyarakat dan mendorong terciptanya kesejahteraan sosial. Dengan demikian, filantropi tidak ditempatkan hanya sebagai kegiatan memberikan bantuan kepada orang lain, tetapi juga sebagai bagian dari mekanisme sosial yang dapat membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan kesenjangan.

Hal menarik lainnya adalah pembahasan mengenai sejarah filantropi Islam. Buku ini menelusuri perkembangan praktik filantropi sejak masa Nabi Muhammad SAW hingga masa kekhalifahan klasik. Pembahasan sejarah tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas berbagi dan pemberdayaan masyarakat telah menjadi bagian dari kehidupan umat Islam sejak masa awal.

Buku ini juga menghubungkan konsep filantropi dengan perkembangan lembaga-lembaga filantropi modern. Dalam konteks Indonesia, pembahasan mengenai lembaga zakat, BAZNAS, serta organisasi filantropi menjadi relevan karena menunjukkan bagaimana nilai-nilai filantropi Islam diterapkan melalui lembaga yang lebih terorganisasi.

Salah satu bagian yang cukup menarik adalah pembahasan mengenai inovasi dan digitalisasi filantropi. Perkembangan teknologi memberikan perubahan terhadap cara masyarakat melakukan donasi, mengumpulkan dana, menyampaikan informasi, hingga menyalurkan bantuan. Buku ini menunjukkan bahwa teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan filantropi, termasuk melalui platform digital, media sosial, crowdfunding syariah, dan berbagai bentuk inovasi lainnya.

Kelebihan Buku

Salah satu kelebihan buku ini adalah cakupan pembahasannya yang cukup luas. Meskipun hanya terdiri dari 122 halaman, buku mampu membahas filantropi dari beberapa sudut pandang, mulai dari konsep dasar, landasan keagamaan, sejarah, instrumen filantropi, lembaga pengelola, hingga perkembangan teknologi digital.

Kelebihan berikutnya terletak pada relevansi pembahasannya dengan kondisi masyarakat saat ini. Pembahasan mengenai digitalisasi filantropi membuat buku ini tidak berhenti pada konsep-konsep klasik, tetapi mencoba menghubungkannya dengan perubahan sosial dan teknologi. Hal tersebut penting karena aktivitas filantropi saat ini semakin banyak dilakukan melalui platform digital.

Buku ini juga dapat menjadi referensi awal bagi mahasiswa atau pembaca yang baru mempelajari filantropi Islam. Penyusunannya yang dimulai dari konsep dasar kemudian bergerak menuju praktik dan perkembangan kontemporer membuat pembaca lebih mudah mengikuti alur pembahasannya. Google Books sendiri menyebut buku ini sesuai digunakan sebagai bahan ajar, referensi penelitian, maupun pedoman dalam mengembangkan kegiatan filantropi berbasis nilai-nilai Islam.

Kekurangan Buku

Di samping kelebihannya, buku ini masih memiliki beberapa hal yang dapat dikembangkan. Karena cakupan pembahasannya cukup luas dalam jumlah halaman yang relatif terbatas, beberapa topik berpotensi belum dibahas secara mendalam. Pembaca yang membutuhkan analisis lebih khusus mengenai pengelolaan zakat, wakaf, atau lembaga filantropi mungkin perlu menggunakan sumber tambahan.

Selain itu, pembahasan mengenai digitalisasi filantropi dapat dikembangkan lebih jauh melalui contoh kasus konkret. Misalnya, bagaimana sebuah lembaga filantropi mengelola donasi digital, bagaimana sistem transparansi diterapkan, serta bagaimana dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap penerima manfaat. Contoh empiris yang lebih banyak akan membantu pembaca memahami penerapan konsep yang dijelaskan dalam buku.

Relevansi Buku

Buku Pengantar Filantropi Islam memiliki relevansi yang cukup kuat dengan kondisi masyarakat Indonesia. Indonesia memiliki tradisi gotong royong dan kepedulian sosial yang dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai filantropi Islam. Zakat, infak, sedekah, dan wakaf dapat menjadi sarana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung berbagai kegiatan sosial.

Perkembangan teknologi juga membuat filantropi mengalami perubahan. Masyarakat kini dapat melakukan donasi dengan lebih mudah melalui berbagai platform digital. Karena itu, pemahaman mengenai filantropi Islam perlu mengikuti perkembangan tersebut agar aktivitas sosial tetap memiliki landasan agama sekaligus mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat modern.

Buku ini juga relevan bagi mahasiswa, terutama mahasiswa yang mempelajari pendidikan, manajemen, ekonomi Islam, sosial, maupun studi keislaman. Pemahaman mengenai filantropi dapat memberikan perspektif bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya bergantung pada pemerintah atau lembaga formal, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Pengantar Filantropi Islam merupakan buku pengantar yang memberikan gambaran mengenai konsep dan praktik filantropi berdasarkan perspektif Islam. Pembahasannya mencakup landasan teologis, tujuan dan karakteristik filantropi, zakat, infak, sedekah, sejarah perkembangan filantropi, lembaga filantropi modern, hingga inovasi dan digitalisasi.

Buku ini dapat menjadi referensi awal bagi pembaca yang ingin memahami filantropi Islam secara lebih sistematis. Kekuatan utamanya terletak pada usaha menghubungkan konsep dasar filantropi dengan perkembangan praktik modern, khususnya pemanfaatan teknologi digital. Meskipun beberapa pembahasan masih dapat diperdalam melalui studi kasus dan data empiris, buku ini tetap memberikan dasar yang cukup bagi pembaca untuk memahami posisi filantropi Islam dalam kehidupan sosial masyarakat.

Pada akhirnya, buku ini memperlihatkan bahwa filantropi Islam memiliki dimensi yang luas. Kegiatan berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf tidak sekadar berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga dapat diarahkan untuk membangun kepedulian sosial, memperkuat pemberdayaan masyarakat, dan mendukung kesejahteraan bersama. (*)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment