- Investasi Wakaf Produktif atasi Krisis Pangan dan Energi
- HUT RI, Baznas Pacitan Tebar Zakat ke Tukang Becak
- BI Buka Beasiswa Kebanksentralan
- UI dan Baznas Bangun Ekosistem Zakat Seniman
- Sawahlunto, 866 Mustahik Dizakati Rp676 Juta
- Kemenag Bentuk Tim Pangawas Baznas
- Balai Ternak, BAZNAS Majelengka Kerahkan Pendamping Mustahik
- Lazismu Perkuat Fundraising Zakat NTB
- MBSB Malaysia Latih Mustahik Teknisi Listrik
- Pengakuan
Lazismu Perkuat Fundraising Zakat NTB

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lazismu.org
Lazismu terus mendorong penguatan tata kelola kelembagaan sekaligus mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Upaya tersebut dilakukan melalui pendampingan kantor layanan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan dana ZIS serta memperluas kepercayaan masyarakat.
Pendampingan tersebut berlangsung di Aula ITSKes Muhammadiyah Selong, Sabtu (8/8/2026), dengan mengangkat tema "Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Lembaga ZIS di Daerah". Kegiatan diikuti 17 peserta yang terdiri atas pengurus Lazismu Lombok Timur dan bendahara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/MA se-Lombok Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari BAZNAS Kabupaten Lombok Timur dan Forum Zakat (FOZ) Wilayah Nusa Tenggara Barat. Pendampingan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas lembaga, mulai dari penghimpunan, penyaluran, pendataan penerima manfaat hingga pelaporan program.
Baca Lainnya :
- Baznas Latih 50 Mustahik Kendal Bekerja0
- Khofifah Dorong Baznas Jatim Perkuat Tata Kelola0
- Jangan Jadikan Zakat Bancakan Politik0
- Potensi Zakat Batang Hari Rp 16 M0
- Baitul Mal Aceh Tengah Bantu Alkes Warga Dhuafa 0
Ketua Lazismu Lombok Timur Asbur Hidayat mengatakan potensi ZIS di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan AUM masih dapat dikembangkan. Dia mendorong kerja sama lintas sektor agar penghimpunan dan pendayagunaan dana ZIS dapat berjalan lebih optimal.
"Optimalisasi ZISKA perlu dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai sektor, baik dalam penghimpunan maupun penyaluran," jelas dia.
Menurut dia, peningkatan tata kelola juga penting untuk membangun kepercayaan publik. Pendataan penerima manfaat dari setiap cabang Muhammadiyah perlu diperkuat agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Asbur juga mendorong agar pendayagunaan dana ZIS tidak hanya berorientasi pada bantuan konsumtif. Dana yang dihimpun diharapkan dapat diarahkan pada program pemberdayaan sehingga memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan bagi penerima.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur Roma Hidayat turut menyoroti tantangan yang dihadapi Lazismu dalam meningkatkan penghimpunan dana ZIS. Dia menilai lembaga perlu memiliki keunggulan yang membedakannya dari lembaga pengelola zakat lainnya, terutama melalui program yang meyakinkan dan pelayanan yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Roma juga mengingatkan agar penghimpunan dana tidak hanya mengandalkan lingkungan internal Muhammadiyah. Menurut dia, Lazismu perlu memperluas jejaring ke ruang sosial yang lebih luas dengan membangun hubungan dan kepercayaan secara bertahap.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Lombok Timur Asbullah Muslim mengatakan potensi zakat di wilayah tersebut masih cukup besar dan dapat dikembangkan dari berbagai sektor. Menurut dia, sumber potensi zakat tidak hanya berasal dari aparatur sipil negara, tetapi juga dapat digali dari kalangan pengusaha dan pelaku sektor usaha lainnya.
Dia menyebut keberadaan pengusaha dari kalangan Muhammadiyah di Lombok Timur menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan. Sebagian pengusaha bahkan telah menjalin komunikasi dengan BAZNAS, sehingga kondisi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi Lazismu untuk memperluas jejaring penghimpunan dan pendayagunaan ZIS.
Asbullah juga mendorong adanya kolaborasi antara Muhammadiyah dan BAZNAS dalam pelaporan program penghimpunan maupun pendayagunaan. Menurut dia, koordinasi dan pelaporan yang baik diperlukan agar berbagai program dapat terdokumentasi dan terdata secara lebih terarah.
Sementara itu, Ketua FOZ Wilayah NTB Arjan menilai penguatan fundraising membutuhkan strategi yang sistematis. Pemetaan sektor potensial menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi calon mitra yang kemudian dapat dilanjutkan dengan edukasi dan peningkatan literasi masyarakat mengenai zakat.
Arjan mengungkapkan potensi dana zakat di Nusa Tenggara Barat mencapai sekitar Rp2,8 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunannya masih berada di kisaran Rp170 miliar per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang yang besar untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.
Menurut dia, penguatan literasi, pelayanan, branding, transparansi, serta kapasitas amil merupakan bagian penting dalam membangun fundraising yang berkelanjutan. Kepercayaan muzaki tidak hanya dibentuk melalui kemampuan lembaga menghimpun dana, tetapi juga melalui keterbukaan dalam pengelolaan dan pelaporan.
Dalam sesi interaktif, Bendahara SLB Muhammadiyah Kelayu Zahidin menanyakan penggunaan dana ZIS untuk kebutuhan operasional lembaga. Arjan menjelaskan bahwa kebutuhan operasional dapat bersumber dari hak amil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Bendahara LKSA Lombok Timur Aulal Amini menanyakan pemanfaatan dana yang dihimpun dari donatur untuk mendukung kebutuhan LKSA, khususnya kebutuhan karitatif. Arjan menjelaskan bahwa dana tersebut dapat digunakan selama pemanfaatannya sesuai dengan tujuan penghimpunan serta mendukung program dan kebutuhan lembaga yang telah ditetapkan.
Penguatan kelembagaan dan strategi penghimpunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membuka lebih banyak potensi ZIS di Lombok Timur. Dengan tata kelola yang semakin profesional, dana yang dihimpun juga diharapkan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran dan diarahkan pada program pemberdayaan yang memberikan dampak berkelanjutan.
Kontributor: Laila
Editor: MAS
Sumber: www.lazismu.org










.png)
.png)