- Dibuka, Beasiswa Guru dan Tendik 2026
- Menko PM: Baznas Solusi Pemberdayaan
- RZ Tebar 20 Ribu Liter Air di Indramayu
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah
- RZ Kirim Hotmeals ke Pengungsi Sudan
- BSI Raih Penghargaan untuk Green Zakat
- Palestina, Muhammadiyah Siapkan Program Pemberdayaan
- BAZNAS Majalengka Tebar Beasiswa Stimulan
- MAIWP Malaysia Salur Zakat ke 600 Pengantin Mustahik
- Bank Aceh Syariah Berzakat Rp400 Juta
Baznas Latih 50 Mustahik Kendal Bekerja

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rctiplus.com
Baznas berkolaborasi dengan Ruang Amal Indonesia mengadakan program amal vokasi berupa pelatihan menjahit dengan skema operator garmen dan apparel serta pendampingan penempatan kerja di industri. Program yang digelar pada 10–15 Agustus 2026 tersebut diikuti 50 mustahik di Kabupaten Kendal.
Pelatihan berlangsung di Gedung Aula KPRI Hikmah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal. Kegiatan tersebut dibuka Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari dan dihadiri Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah Zain Yusuf, CEO Ruang Amal Indonesia Slamet, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal, Ketua Baznas Kabupaten Kendal, sejumlah Kepala OPD, serta Tim Pelaksana Program Baznas.
Bupati Kendal mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai memberikan peluang bagi masyarakat, terutama kelompok dhuafa, untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendapatkan akses ke dunia kerja.
Baca Lainnya :
- Khofifah Dorong Baznas Jatim Perkuat Tata Kelola0
- Jangan Jadikan Zakat Bancakan Politik0
- Potensi Zakat Batang Hari Rp 16 M0
- Baitul Mal Aceh Tengah Bantu Alkes Warga Dhuafa 0
- Dibuka, Seleksi Capim BAZNAS Surabaya0
“Pemerintah Kabupaten Kendal memberikan apresiasi atas kolaborasi antara Ruang Amal Indonesia, Baznas, dan Baznas Kabupaten Kendal yang telah menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Dyah Kartika Permanasari, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, peningkatan keterampilan kerja semakin dibutuhkan seiring dengan berkembangnya kawasan industri di Kendal, termasuk Kawasan Industri Kendal (KIK). Program vokasi diharapkan mampu membantu masyarakat setempat meningkatkan daya saing dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah HM Zain Yusuf mengatakan, kerja sama antara Baznas, lembaga amil zakat, pemerintah, dan dunia industri diperlukan agar pemberdayaan mustahik tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berlanjut hingga memperoleh akses pekerjaan.
“Saya berpesan kepada seluruh penerima manfaat yang hari ini terpilih menjadi peserta untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata dia.
CEO Ruang Amal Indonesia Slamet mengatakan, program serupa sebelumnya telah dijalankan melalui kerja sama dengan Baznas dan berhasil mengantarkan 93,3 persen peserta mendapatkan pekerjaan.
“Zakat memiliki kekuatan untuk mentransformasi kehidupan. Ketika mustahik diberikan keterampilan dan akses terhadap pekerjaan yang layak, intervensi zakat dapat menghasilkan dampak yang lebih panjang bagi individu dan keluarganya. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui amal vokasi,” ujar dia.
Selama enam hari, para peserta akan mengikuti pelatihan teknis operator garmen dan apparel, pembekalan kesiapan kerja, kedisiplinan dan budaya kerja industri, serta pendampingan dalam proses rekrutmen hingga penempatan kerja. Melalui pendekatan tersebut, amal vokasi diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan mustahik, tetapi juga membuka akses menuju kemandirian ekonomi.
Kontributor: Sella
Editor: MAS
Sumber: www.rctiplus.com







.png)



.png)
.png)