- MUI: Mualaf Penggerak Kebaikan
- RZ Tebar Masker Abu Krakatau
- 8 Negara Muslim Larang Impor Israel
- APCQP Galang Kolaborasi untuk Palestina
- BWI Bangun Ekosistem Riset Wakaf
- PM Inggris: Setop Derita Palestina
- Ini Dia Beasiswa Madrasah untuk Guru
- Mendikti Perintahkan Kampus Dirikan UPZ
- Baznas Cari Wartawan Hilang di Krakatau
- Wakaf Jadi Solusi Kebencanaan
Lazismu Perkuat Ekosistem ZIS dan DSKL

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id
Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) memperingati Milad ke-24 pada 4 Juli 2026. Mengusung tema “Integrasi Menguatkan Dampak”, Lazismu menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi kelembagaan untuk menghadirkan tata kelola ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang semakin berdampak bagi pemberdayaan umat.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujaddid Rais, menjelaskan bahwa integrasi merupakan bagian dari nilai fundamental Islam yang berakar pada prinsip tauhid dan persatuan.
“Integrasi adalah sunnatullah. Terinspirasi dari tauhid yang menjadi fondasi kesatuan ketuhanan, kesatuan penciptaan, dan kesatuan kemanusiaan. Integrasi menautkan setiap hierarki kelembagaan Lazismu dalam satu kesatuan sistem,” ujar dia, Selasa (7/7).
Baca Lainnya :
- RZ Bangun MCK dan Sumur Bor0
- Lazisnu DIY Bantu Dhuafa di Pundong0
- RZ Berbagi Sepatu untuk Yatim 0
- Rumah Zakat Bantu Lansia Balikpapan0
- LAZ Hadji Kalla Bantu Korban Kebakaran0
Menurut dia, tata kelola yang terintegrasi memungkinkan amanah umat dikelola secara lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Integrasi tersebut diwujudkan melalui prinsip Satu Sistem, Satu Gerak, Satu Tujuan, sehingga seluruh proses penghimpunan, pengelolaan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga pelaporan ZISKA berjalan dalam satu arah kebijakan nasional.
Melalui sistem tersebut, Lazismu di tingkat pusat, wilayah, hingga daerah dapat bergerak secara sinergis, saling menguatkan, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra, baik di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah maupun lembaga eksternal seperti Kementerian Agama, BAZNAS, dan berbagai organisasi kemanusiaan.
“Integrasi data dan teknologi akan mempercepat pengambilan keputusan, memudahkan pelaporan, serta meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik. Muaranya adalah menghadirkan kebermanfaatan yang semakin luas bagi pemberdayaan umat dan kemanusiaan, termasuk mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki serta memperkuat pembelaan terhadap kaum mustadh’afin,” tegas dia.
Sementara itu, Direktur Utama Lazismu, Barry Adhitya, menyampaikan bahwa penguatan integrasi merupakan amanat yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Lazismu 2025–2030.
“Sesuai amanat Renstra Lazismu 2025–2030, kami bertekad menghadirkan ekosistem ZISKA yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan,” kata dia.
Memasuki usia tiga windu, Barry menyampaikan bahwa Lazismu akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi, pengembangan program pemberdayaan yang berkelanjutan, serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme amil.
“Integrasi pikiran, perencanaan, dan tindakan Lazismu di seluruh Indonesia berbasis teknologi akan semakin menguatkan dampak ZISKA bagi masyarakat sekaligus menghadirkan layanan terbaik kepada para muzaki dan penerima manfaat,” ujar dia.
Peringatan Milad ke-24 menjadi momentum bagi Lazismu untuk terus memperkuat perannya sebagai lembaga filantropi Islam yang profesional, terpercaya, dan berkemajuan. Dengan dukungan seluruh elemen Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat, Lazismu berharap dapat terus menghadirkan keadilan sosial serta meningkatkan kesejahteraan umat melalui pengelolaan ZISKA yang semakin efektif dan berkelanjutan.
Kontributor: Azzam Al Hanif
Editor: MAS
Sumber: www.muhammadiyah.or.id











.png)
.png)