- BAZNAS Jabar Kirim Kurban ke Palestina
- Perkuat Ziswaf untuk Bela Palestina
- Filantropi Islam Instrumen Pembangunan
- MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Hijau
- Ziswaf Nasional Tembus Rp343 T
- Zakat Nasional Belum Tergarap Optimal
- Filantropi Perkuat Kesehatan Ibu Anak
- UPZ Kemenhaj Ambon Resmi Dibentuk
- HMNS dan DD Kolaborasi Tebar Kurban
- BAZNAS Salur Dam Haji di Pemalang
Jadikan Wakaf Pilar Ekonomi Daerah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Bwi.org
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat mendorong penguatan peran BWI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya menjadikan wakaf sebagai pilar ketahanan ekonomi daerah. Langkah ini ditandai dengan pelantikan pengurus BWI DIY masa jabatan 2026–2029 yang digelar di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Rabu (22/4/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Badan Pelaksana BWI Pusat, Tatang Astarudin. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa pengelolaan wakaf harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjalankan jabatan.
Menurut dia, wakaf memiliki potensi besar sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan jika dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah. Ia juga menyebutkan bahwa realisasi wakaf uang saat ini masih jauh dari potensinya, yakni baru mencapai sekitar Rp3,6 triliun dari estimasi Rp182 triliun secara nasional.
Baca Lainnya :
- PCNU Indramayu Dapat Sertifikat Wakaf0
- Wakaf, Solusi Kebencanaan Global0
- Wakaf Al-Quran Sinar Mas Perluas Akses Umat0
- Fajrul Amanah Perkuat Wakaf Pendidikan Gorontalo0
- BWI Salurkan Beasiswa Wakaf di Surakarta0
Di tingkat daerah, Kepala Kanwil Kementerian Agama DIY Ahmad Bahiej menyampaikan bahwa pihaknya telah menetapkan Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo sebagai kawasan pengembangan wakaf produktif, terutama di sektor pertanian dan usaha ekonomi.
Ia menambahkan, pengembangan wakaf tidak hanya berfokus pada keberadaan aset, tetapi juga pada dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan kepengurusan baru, diharapkan sinergi antara berbagai pihak dapat semakin kuat sehingga wakaf dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kontributor : Nadhifa Maulida
Editor : MAS
Sumber : www.bwi.go.id











.png)
.png)