- Jadikan Wakaf Pilar Ekonomi Daerah
- NAZAS Nigeria Salurkan Zakat N77 Juta
- Kader NU Dilatih Jurnalisme Filantropi
- RI-Australia Perkuat Pendidikan Palestina
- 50 Tahun Lumpuh, Pemdes Bantu Mbah Kasnadi
- Puluhan Mahasiswa Polije Raih Beasiswa BI
- Ini Tips Atur Siklus Haid Saat Haji
- Jambi Dapat 12 Sapi Presiden
- BPRS Baiturridha Berzakat Rp890 Juta
- BAZNAS-DD Perkuat Sinergi
Ini Tips Atur Siklus Haid Saat Haji

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Ibadah haji menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim sebagai rukun Islam kelima. Namun, bagi jemaah perempuan, siklus menstruasi kerap menjadi kekhawatiran tersendiri dalam menjaga kelancaran dan kekhusyukan ibadah di Tanah Suci.
Menanggapi hal tersebut, tim kesehatan memberikan panduan penting terkait penggunaan obat pengatur siklus haid bagi jemaah wanita.
Ketua Regu 8 Kloter B7, Abdul Matin Abrom, menyampaikan keresahan banyak jemaah perempuan mengenai cara efektif menunda menstruasi selama menjalankan ibadah haji.
Baca Lainnya :
- Ini Hoaks Zakat yang Ramai Dibongkar0
- Sedekah Kreatif yang Bisa Dilakukan Siapa Saja0
- Amalan Kecil Rutin yang Berdampak Besar 0
- Ini Cara Bayar Zakat Agar Kurangi Pajak 0
- Amalan Syawal untuk Jaga Iman Pasca Lebaran0
Menjawab pertanyaan itu, dr. Fajar Ash Shidiqqie dari tim Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) dokter Kloter SUB 68 menjelaskan secara rinci penggunaan obat Primolut untuk membantu pengaturan siklus haid.
“Kunci utama keberhasilan pengaturan siklus ini adalah perhitungan yang akurat berdasarkan data tiga bulan terakhir, karena kondisi hormonal setiap jemaah bersifat sangat personal. Dokter perlu menghitung rata-rata siklus haid selama tiga bulan terakhir untuk menentukan langkah yang tepat,” ujar dr. Fajar pada RRI dalam program Sampang Menyapa, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan, obat disarankan mulai diminum sekitar 15 hingga 17 hari sebelum perkiraan menstruasi berikutnya. Penggunaan obat harus tepat waktu dan tidak boleh terlambat agar hasilnya optimal.
Jika flek atau darah haid sudah keluar sebelum obat dikonsumsi, maka efektivitas obat untuk menunda siklus akan jauh berkurang.
Jemaah juga diingatkan agar selalu berkonsultasi dengan dokter kloter atau dokter spesialis kandungan (obgyn), serta menghindari pengobatan mandiri tanpa pengawasan medis.
Persiapan sejak masa manasik dinilai sangat membantu agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.
“Bila terdapat keterlambatan konsultasi maka ditarik mundur jadwal menstruasi dari waktu keberangkatan 17 hari sudah harus minum obat, lebih baik segera ke dokter kandungan terdekat, akan dihitungkan kapan tepatnya,” katanya.
Berikut tips tambahan berdasarkan arahan medis:
• Jangan menunda konsultasi. Mengingat saat ini sudah memasuki akhir April, jemaah dengan jadwal haid di pertengahan bulan depan disarankan segera menghubungi dokter kloter.
• Siapkan catatan. Membawa catatan tanggal haid selama tiga bulan terakhir akan membantu dokter menentukan dosis yang tepat.
• Edukasi mandiri. Jemaah dianjurkan aktif bertanya mengenai penyesuaian obat apabila terjadi perubahan kondisi fisik selama perjalanan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id








.png)
.jpg)
.png)