Hari Santri, PBNU Kampanye Save Palestina

By Revolusioner 23 Okt 2026, 04:24:26 WIB Palestina
Hari Santri, PBNU Kampanye Save Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nu.or.id


Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengenakan syal bertuliskan Save Palestine saat puncak resepsi Hari Santri Nasional 2026 yang dirangkaikan dengan Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor PCNU Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026) malam, sebagai penegasan komitmen PBNU terhadap perjuangan dan keberlangsungan bangsa Palestina.

Katib Aam PBNU, Prof. Mohammad Nuh, mengatakan pemakaian syal Palestina dalam peringatan Hari Santri merupakan bentuk dukungan agar rakyat Palestina tetap bertahan di tengah situasi kemanusiaan yang mereka hadapi.

“Pada hari ini juga kita semua memakai selendang atau syal Save Palestine. Kita selamatkan, kita pastikan rakyat Palestina, bangsa Palestina harus tetap eksis di dunia ini, dan NU telah menyatakan deklarasinya sejak tahun 1938 tentang komitmennya terhadap bangsa Palestina,” ujar dia.

Baca Lainnya :

Prof. Nuh menegaskan, isu Palestina merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan Hari Santri. Dia menilai solidaritas kemanusiaan harus terus dipelihara melalui berbagai momentum, termasuk peringatan yang memiliki akar sejarah dalam perjuangan para santri dan ulama.

“Oleh karena itu, hari ini pun juga urusan Palestina ini kita jadikan sebagai satu kesatuan dari peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nuh juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri berkaitan erat dengan perjuangan para ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dia menyoroti peran Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari bersama tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama dalam lahirnya Resolusi Jihad pada 1945.

“Kita memperingati Hari Santri Nasional ini tidak bisa dilepaskan dari perjuangan dan kejuangan, keikhlasan dari Hadratussyaikh, para tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama pada saat baru saja Indonesia dinyatakan merdeka, tetapi karena dalam ancaman kemerdekaan itu sendiri, beliau-beliau mengeluarkan yang namanya Resolusi Jihad itu,” tutur dia.

Dia menekankan, peringatan Hari Santri tidak semata-mata menjadi ajang mengenang sejarah masa lalu. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mengambil pelajaran dari perjuangan para pendahulu dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa saat ini.

“Peringatan ini bukan sekadar nostalgia, romantisme tentang masa lalu, tetapi justru kita ingin mengambil makna yang luar biasa dari apa yang sudah ditanamkan oleh para sesepuh-sesepuh kita, yaitu perjuangan demi bangsa dan negara,” kata dia.

Menurut Prof. Nuh, semangat perjuangan para ulama dan santri harus terus menjadi landasan dalam membangun bangsa dan negara. Dia juga mengajak seluruh jamaah mendoakan para pendiri NU, masyayikh, serta para pejuang yang telah wafat agar senantiasa memperoleh ampunan dan kasih sayang Allah SWT.

“Hari ini kita memperingati itu, sekaligus juga kita mendoakan agar para muassis, para masyayikh, para pejuang yang sudah mendahului kita, senantiasa mendapatkan ampunan dari Allah swt,” ujar dia.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.nu.or.id  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment