- BPKH dan Lazismu Bangun Fasilitas Modern Pesantren Amanah
- DD Kerahkan Kurban ke Palestina
- Warga Palembang Banjir Superqurban
- BPKH Bantu Mobil Dakwah Pesantren
- NU Care dan Indomaret Bangun Pesantren
- NU Care dan Shopee Bantu Aceh
- GSF Tetap Berlayar ke Gaza
- DT Peduli dan Tjandra FM Kolaborasi Dakwah
- DT Peduli Kirim 2.000 Paket ke Gaza
- Chaidir Gerakkan Donasi Buku
GSF Tetap Berlayar ke Gaza

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dtpeduli.org
Armada kemanusiaan internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) menyatakan tetap melanjutkan perjalanan laut menuju Gaza Strip walaupun menghadapi upaya pencegatan dari Angkatan Laut Israel di wilayah perairan internasional.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Senin (18/5/2026), GSF menyebutkan bahwa lebih dari 20 kapal sipil masih berada di laut dan terus bergerak menuju Gaza. Armada tersebut membawa misi solidaritas kemanusiaan bagi warga Palestina yang hingga kini masih hidup di bawah blokade berkepanjangan.
Kapal-kapal yang terlibat dalam misi ini terdiri dari berbagai jenis, mulai dari kapal layar berukuran kecil, perahu kayu, hingga kapal motor sederhana. Seluruh kapal tersebut diisi oleh relawan sipil tanpa persenjataan. Mereka berhadapan langsung dengan kapal perang, korvet bersenjata, dan kapal cepat militer milik Israel yang dikerahkan untuk menghentikan perjalanan armada tersebut.
Baca Lainnya :
- Bebaskan Relawan GS Flotilla0
- IHH Kembali Kirim Bantuan ke Iran0
- DD Siapkan Layanan Ambulans RS Al-Shifa0
- RI Mulai Bangun Kampung Haji0
- NAZAS Nigeria Salurkan Zakat N77 Juta0
Pihak GSF menilai tindakan pencegatan yang dilakukan Israel justru tidak melemahkan gerakan mereka. Sebaliknya, tekanan tersebut disebut semakin memperkuat tekad para relawan untuk terus membuka jalur bantuan menuju Gaza.
“Untuk setiap kapal yang dinaiki, dirusak, atau ditarik mundur, kapal lainnya berhasil menembus perimeter dengan memanfaatkan jumlah armada, formasi strategis, dan komitmen yang tidak tergoyahkan,” mengutip pernyataan dalam siaran rilis.
Menurut mereka, keberadaan puluhan kapal sipil yang masih bertahan di laut menjadi simbol perlawanan terhadap blokade panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun terhadap Palestina. Armada ini juga dipandang sebagai wujud solidaritas masyarakat internasional terhadap warga Gaza yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
Dalam pernyataan yang sama, GSF turut menyoroti pengerahan kekuatan militer Israel yang dianggap tidak seimbang dengan kondisi armada sipil yang mereka hadapi. Mereka menilai langkah tersebut menunjukkan kekhawatiran terhadap meningkatnya gerakan solidaritas global yang menuntut diakhirinya blokade Gaza.
GSF juga menyampaikan bahwa seluruh aktivitas operasi militer di laut sedang direkam dan dikumpulkan sebagai bukti. Dokumentasi tersebut rencananya akan diserahkan kepada tim hukum internasional di berbagai negara untuk ditindaklanjuti melalui jalur hukum.
Bagi GSF, misi pelayaran ini bukan sekadar pengiriman bantuan, tetapi bagian dari gerakan solidaritas global untuk Palestina yang terus berkembang dalam dua setengah tahun terakhir.
“Flotilla ini telah menghidupkan kembali gelombang aksi solidaritas langsung dan memaksa Gaza kembali menjadi perhatian media dunia,” demikian isi pernyataan tersebut.
Mereka juga mengungkapkan bahwa lebih dari 61 ribu orang telah mengirimkan surat kepada pemerintah masing-masing hanya dalam beberapa jam sejak operasi pencegatan dimulai, mendesak adanya tindakan nyata untuk menghentikan blokade dan melindungi warga sipil Palestina.
GSF menegaskan bahwa misi pelayaran kemanusiaan ini akan terus dilanjutkan hingga blokade terhadap Gaza dihentikan sepenuhnya.
“Kami berlayar dengan warisan perjuangan rakyat yang telah bertahan selama delapan dekade. Kami tidak akan berhenti sampai blokade dibuka dan Palestina merdeka,” tulis mereka dalam penutup siaran pers.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dtpeduli.org









.png)
.png)
.jpg)