- Chaidir Gerakkan Donasi Buku
- IZI, Solusi Kurban Sampai Pelosok
- Bebaskan Relawan GS Flotilla
- IZI Tebar 100 Beasiswa Pelajar Duafa
- Lazisnu Biayai Mahasiswa S3 Unusia
- Ustaz Solmed Borong Hewan Kurban
- 70 Ribu Jemaah Haji Bayar Dam
- Muhammadiyah Resmi Bolehkan Dam di RI
- Jemaah Haji RI Berlomba Ibadah Sunah
- Urgensi Dam Haji ke RI: Analisis Fikih, Sosial dan Pemerataan Gizi
Bebaskan Relawan GS Flotilla

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Ksp.go.id
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan Warga Negara Indonesia dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Kastaf menyampaikan telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Luar Negeri untuk memastikan langkah perlindungan terhadap WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
“Tadi saya ditanya rekan-rekan wartawan tentang adanya warga Indonesia yang ditahan oleh tentara Israel. Memang betul, saya langsung berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri mengenai masalah ini,” kata dia di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa, (19/05/2026).
Baca Lainnya :
- IHH Kembali Kirim Bantuan ke Iran0
- DD Siapkan Layanan Ambulans RS Al-Shifa0
- RI Mulai Bangun Kampung Haji0
- NAZAS Nigeria Salurkan Zakat N77 Juta0
- Turki Gelar Doa Subuh Bela Palestina0
Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri, dari sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI yang tergabung dalam misi tersebut, lima WNI dilaporkan ditangkap, sementara empat WNI lainnya masih berada di kapal berbeda di sekitar perairan Siprus atau Mediterania Timur. “Situasi di lapangan masih sangat dinamis. Empat WNI yang masih berlayar juga berada dalam kondisi rawan. Karena itu, pemerintah terus melakukan langkah perlindungan,” ujar dia.
Kastaf menjelaskan Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi awal dengan sejumlah perwakilan RI, yakni KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul. Koordinasi tersebut mencakup langkah antisipatif, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor atau SPLP apabila paspor WNI disita, serta dukungan medis apabila diperlukan.
Selain itu, perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat untuk memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian. “Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga untuk menindaklanjuti setiap notifikasi dari otoritas setempat. Pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi, memverifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas dia.
Kastaf juga menyampaikan Indonesia telah bergabung dengan sembilan negara lain, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Jordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol dalam pernyataan bersama yang mengutuk keras serangan Israel terhadap GSF.
“Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan, serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional,” tegas dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.ksp.go.id








.png)
.jpg)
.png)