- BAZNAS Depok Infak Palestina Rp512 Juta
- Lazismu Bantu Mahasiswa Dhuafa
- Lazisnu-Indomaret Berbagi Beasiswa
- Zakat di Luar Ranah Korupsi Negara
- RZ-Tribun Kolaborasi Kurban Digital
- Kurban DD Sampai Afrika dan Palestina
- DT Peduli Salurkan Kurban ke 30 Negara
- RZ Latih UMKM Ilmu Wirausaha
- Khofifah Bedah Rumah Penjaga Sekolah
- DJP: Laznas Bertambah Jadi 58
Dari Mustahik Menjadi Barista Sukses, Z-Coffee, Inovasi BAZNAS di Tengah Komunitas Santri Bandung
Dari Mustahik Menjadi Barista Sukses, Z-Coffee, Inovasi BAZNAS di Tengah Komunitas Santri Bandung
Keterangan Gambar : Dari Mustahik Menjadi Barista Sukses, Z-Coffee, Inovasi BAZNAS di Tengah Komunitas Santri Bandung (Dok. BAZNAS)
Di tengah semarak kehidupan santri yang akrab dengan tradisi ngaji dan ngopi di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, Jawa Barat, hadir sebuah inisiatif luar biasa yang bukan hanya menyajikan kopi, tetapi juga harapan: Z-Coffee. Kedai kopi yang dikelola oleh Rizki dan Safrizal ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik yang digagas oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Lewat program ini, BAZNAS membuktikan komitmennya dalam mengubah mustahik menjadi muzakki melalui jalur yang konkret, terukur, dan relevan dengan budaya setempat.
Z-Coffee bukanlah kedai biasa. Kedai ini lahir dari semangat kemandirian ekonomi, hasil dari pelatihan, pendampingan, dan modal usaha yang diberikan oleh BAZNAS kepada para penerima manfaat. Rizki dan Safrizal, dua santri yang sebelumnya merupakan mustahik, kini menjelma menjadi pelaku usaha yang mampu mencatat omzet harian antara Rp500.000 hingga Rp700.000. Angka tersebut bukan hanya cerminan kesuksesan bisnis, tetapi juga gambaran nyata dari keberhasilan program pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal yang dilakukan secara berkelanjutan oleh BAZNAS.
Program Z-Coffee menjadi contoh inspiratif bagaimana zakat dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi umat jika dikelola secara profesional dan tepat sasaran. Budaya ngopi yang begitu kuat di kalangan santri tidak hanya dilihat sebagai kebiasaan sosial, tetapi dimanfaatkan sebagai peluang ekonomi yang bernilai. Melalui pendekatan ini, BAZNAS tidak hanya memberi ikan, tetapi mengajarkan cara memancing, memberdayakan mustahik untuk mampu berdiri di atas kaki sendiri, bahkan membuka peluang kerja bagi orang lain.
Baca Lainnya :
- BAZNAS Dukung Ketahanan Pangan Lokal Lewat Gotong Royong Petani Anjir Pasar0
- Berkah Barokah Farm Menjamin Kesehatan Domba Kurban Jelang Idul Adha, Didukung BAZNAS0
- BAZNAS dan Peran Penting dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani di Purbalingga0
- Sentuhan BAZNAS untuk Pemberdayaan Mustahik di Nusa Tenggara Timur0
- Panen Daun Bawang Mustahik Binaan BAZNAS , Dorong Kemandirian Ekonomi Uma0
Kehadiran Z-Coffee di lingkungan kampus UNINUS tidak hanya memperkuat jejaring ekonomi syariah, tetapi juga menjadi titik temu antara dakwah dan ekonomi. Para pengunjung tidak hanya menikmati kopi, tetapi turut serta dalam ekosistem pemberdayaan yang lebih besar. Program ini menjadi bukti bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi solusi. BAZNAS, melalui langkah-langkah nyata seperti ini, terus memperkuat perannya sebagai lembaga yang tidak hanya menyalurkan, tetapi juga mengangkat harkat hidup mustahik di Provinsi Jawa Barat menuju kehidupan yang mandiri, bermartabat, dan penuh keberkahan.
Kontributor: Raeihan Ramadhan
Editor: Novan
Sumber: www.baznas.go.id









.png)
.jpg)
.png)