- BAZNAS Jabar Kirim Kurban ke Palestina
- Perkuat Ziswaf untuk Bela Palestina
- Filantropi Islam Instrumen Pembangunan
- MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Hijau
- Ziswaf Nasional Tembus Rp343 T
- Zakat Nasional Belum Tergarap Optimal
- Filantropi Perkuat Kesehatan Ibu Anak
- UPZ Kemenhaj Ambon Resmi Dibentuk
- HMNS dan DD Kolaborasi Tebar Kurban
- BAZNAS Salur Dam Haji di Pemalang
Cuaca Ekstrem, Calhaj Jaga Kesehatan

Keterangan Gambar : Foto: Haji.go.id
Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara Madinah, Abdul Basir, menekankan pentingnya fokus serta kesiapsiagaan seluruh petugas haji dalam memberikan layanan optimal kepada jemaah yang mulai tiba pada operasional haji 1447 H/2026 M.
Hingga kemarin, tercatat dua kelompok terbang (kloter) jemaah calon haji (calhaj) Indonesia telah mendarat di Madinah melalui jalur layanan berbeda. Kloter JKG 1 yang membawa 391 jemaah tiba pukul 06.50 WAS melalui layanan Mecca Route (fast track). Sementara itu, kloter YIA dengan 360 jemaah mendarat pukul 06.20 WAS melalui Terminal Haji, disusul kloter KNO 1 yang dijadwalkan tiba pukul 10.00 WAS.
Abdul Basir menjelaskan, kelancaran proses kedatangan menjadi prioritas utama seluruh petugas, baik di jalur fast track maupun terminal reguler. “Alhamdulillah, proses kedatangan jemaah hari ini berjalan lancar. Petugas di seluruh titik layanan tetap siaga guna memastikan jemaah memperoleh pelayanan yang cepat, tertib, dan nyaman sejak tiba di Madinah,” ujar Abdul Basir di Madinah, Rabu 22 April 2026.
Baca Lainnya :
- Jemaah Haji RI Tiba di Madinah0
- Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu0
- Kampung Zakat Dekat IKN Jadi Percontohan0
Ia menambahkan, perbedaan jalur kedatangan menuntut kesiapan maksimal agar seluruh rangkaian layanan, mulai dari penyambutan, pendataan, hingga pengaturan mobilitas jemaah dapat berlangsung efektif dan terkoordinasi. “Jemaah JKG 1 datang melalui layanan Mecca Route atau fast track, sedangkan jemaah YIA melalui Terminal Haji. Keduanya membutuhkan pola layanan yang sigap dan terintegrasi agar jemaah merasa aman dan tenang,” jelasnya.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia dan kelompok rentan agar tetap mendapatkan pendampingan optimal sejak awal kedatangan. “Kami ingin seluruh jemaah merasakan pendampingan sejak turun di bandara. Hal ini penting untuk menciptakan rasa nyaman, terutama setelah perjalanan panjang,” ungkapnya.
Di samping itu, Abdul Basir mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi, terutama menghadapi cuaca panas yang cukup ekstrem. “Kami mengimbau jemaah untuk rutin minum air tanpa menunggu haus. Selain itu, kurangi aktivitas di siang hari agar kondisi fisik tetap terjaga,” kata dia berpesan.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan dalam menjaga kesehatan menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah di Tanah Suci. “Cuaca di sini cukup panas, sehingga jemaah perlu bijak mengatur aktivitas. Perbanyak minum, istirahat cukup, dan hindari kegiatan yang tidak mendesak pada siang hari,” ucap dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id











.png)
.png)