- Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu
- Senyum yang Berhembus Menyeberangi Laut
- Kampung Zakat Dekat IKN Jadi Percontohan
- Ramadan dan Fikih Solidaritas untuk Palestina
- DD Wisuda Sekolah Lansia Perdana di Kaltara
- Kardus-Kardus Asa
- Tokopedia dan LAZISNU Salurkan Paket Buka Puasa
- Zakat: Pengertian, Hukum, Jenis, Syarat, dan Ketentuan
- Sungai Rahmat Suscia Rahmani
- Zakat Fitrah di Tengah Banjir Rob: Dari Teks Fikih ke Aksi Nyata
Banten Jadi Pusat Layanan Umrah Terpadu

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mozaik.inilah.com
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiapkan terobosan dengan menetapkan Asrama Haji Banten sebagai proyek percontohan (pilot project) layanan One Stop Services untuk pelayanan umrah.
Langkah ini dirancang untuk memperkuat ekosistem layanan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Konsolidasi penyelenggaraan haji dan umrah di Embarkasi Banten tersebut juga menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem ekonomi haji di tingkat daerah.
Baca Lainnya :
Pemerintah merencanakan simulasi sistem pelayanan ibadah haji dan umrah yang terintegrasi dan dipusatkan di Asrama Haji Banten guna memastikan kesiapan operasional.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan bahwa skema One Stop Services akan menggabungkan seluruh proses layanan dalam satu kawasan sebelum jemaah diberangkatkan.
“Kami ingin menghadirkan layanan yang lebih sederhana, terintegrasi, dan memberikan kepastian bagi jemaah. Semua proses, manasik, imigrasi, hingga penerbangan, bisa dilakukan dari asrama. Ini opsi pelayanan, bukan kewajiban,” ujar Dahnil.
Ia menerangkan, layanan tersebut mencakup integrasi proses imigrasi, maskapai penerbangan, manasik, hingga tahapan CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) yang dilaksanakan langsung di area asrama.
Dengan skema ini, prosedur yang selama ini dinilai berbelit diharapkan dapat dipangkas sehingga calon jemaah memperoleh kenyamanan serta kepastian jadwal keberangkatan.
Seiring revisi regulasi yang membuka peluang umrah mandiri serta kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memperluas akses layanan, Kemenhaj menegaskan kehadiran negara tetap menjadi prioritas.
“Walaupun ada opsi umrah mandiri, negara tetap hadir untuk memastikan perlindungan jemaah dan menjaga ekosistem penyelenggaraan tetap tertib dan akuntabel,” tegasnya.
Selain pembenahan sistem layanan, Kemenhaj juga mendorong peningkatan daya saing maskapai nasional, termasuk Garuda Indonesia, agar semakin profesional dan kompetitif dari sisi harga.
“Kami berharap maskapai nasional semakin profesional dan mampu memberikan harga yang lebih bersaing sehingga jemaah mendapatkan pelayanan terbaik,” tambah Dahnil.
Untuk mengawal implementasi program ini, Kemenhaj akan membentuk tim task force khusus guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Pemerintah juga menargetkan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, termasuk penguatan sektor UMKM di kawasan asrama.
Kegiatan konsolidasi tersebut turut dihadiri anggota Komisi VIII DPR RI Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Direktur Jenderal Imigrasi, Direktur Niaga dan Korporasi Garuda Indonesia, serta jajaran pejabat Kemenhaj pusat dan daerah di Provinsi Banten.
Melalui inovasi One Stop Services ini, Kementerian Haji dan Umrah berharap pelayanan umrah Indonesia semakin profesional, terintegrasi, dan memberikan manfaat luas bagi jemaah serta masyarakat sekitar.
Kontributor: Daffa Atha
Editor: MAS
Sumber: www.mozaik.inilah.com

1.png)






.jpg)
.png)
.png)