- Bank Aceh Berzakat Rp11,94 M
- Zona KHAS Perkuat Ekosistem Halal
- Dibuka, Beasiswa Zakat untuk Mustahik
- Baznas Palopo Bantu Mustahik Rp50 Juta
- Baznas Lampung Kaji Dampak Zakat
- Baznas Perkuat Strategi Kejar Target Zakat
- Bantuan Pascagempa Mengalir ke Manggarai
- IMSA Care Salurkan Bantuan Gempa
- Lima Langkah Cegah Karhutla
- Lazisnu Sedunia Perkuat Filantropi Riset
Zakat dan Eksyar Riau Bangkit
Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lancangkuning.com
Perkembangan ekonomi Riau tidak hanya terlihat dari investasi dan kegiatan usaha, tetapi juga dari semakin beragamnya pilihan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan. Salah satu sektor yang menunjukkan pertumbuhan adalah perbankan syariah yang terus berkembang di tengah dinamika ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, dalam The 2nd Riau Economic Forum dengan tema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi” yang berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Senin (31/8/2026).
Syahrial mengatakan, keberadaan lembaga keuangan syariah termasuk instrumen zakat, menjadi salah satu bagian penting dalam melihat perkembangan ekonomi Riau secara menyeluruh.
Baca Lainnya :
- BAZNAS dan BSN Perkuat ZIS Digital0
- UMKM Kalsel Raih Sertifikat Halal0
- UMKM Mustahik Bone Dapat Zakat Berkah 0
- Zakat Produktif Dongkrak UMKM Babel0
- Ini Cara Beli Kurban di Transmart0
Dia menjelaskan, pertumbuhan perbankan syariah di Riau berjalan cukup positif, bangkit seiring bertambahnya entitas keuangan syariah di tengah masyarakat. Namun, perkembangan tersebut masih menghadapi tantangan karena sejumlah entitas dinilai masih berjalan secara sendiri-sendiri.
Karena itu, dia menilai diperlukan penguatan ekosistem ekonomi syariah secara bersama-sama, termasuk dengan meningkatkan literasi serta kesadaran masyarakat mengenai keuangan syariah.
Syahrial menilai karakter masyarakat Riau yang erat dengan budaya Melayu dan adat menjadi modal penting dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah.
Menurut dia, nilai-nilai tersebut dapat berjalan sejalan dengan upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai pilihan transaksi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan.
Dia juga menyoroti perubahan Bank Riau Kepri (BRK) menjadi Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) sebagai salah satu keputusan penting dalam perkembangan sektor keuangan di Riau.
“Dengan literasi, kesadaran, budaya Melayu yang erat dengan adat, adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah, keputusan tepat membuat Bank Riau Kepri jadi Bank Riau Kepri Syariah,” ujar dia.
Menurut dia, perubahan tersebut memberikan pilihan yang lebih luas kepada masyarakat Riau dalam menggunakan layanan keuangan. Masyarakat dapat memilih layanan perbankan konvensional maupun syariah berdasarkan kebutuhan dan pertimbangan masing-masing. “Ini membuat masyarakat Riau punya pilihan banyak dalam bertransaksi, bisa konvensional, bisa syariah,” tutur dia.
Syahrial menegaskan keputusan menggunakan layanan perbankan konvensional maupun syariah merupakan pilihan masyarakat sebagai pengguna jasa keuangan. Namun, dia berharap seluruh sektor tersebut tetap memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Riau. “Yang terpenting, semuanya harus berkontribusi untuk Riau dalam mendorong pertumbuhan daerah, khususnya di sektor ekonomi,” ujar dia.









.png)
.png)