DD Tebar Kurban di Pelosok Jatim

By Revolusioner 30 Mei 2026, 09:21:47 WIB Wasiat dan DSKL
DD Tebar Kurban di Pelosok Jatim

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Kumandang takbir Iduladha 1447 Hijriah menggema di bawah langit fajar pesisir utara Jawa Timur pada Rabu (27/05/2026). Di tengah terpaan angin kencang dan jalanan berdebu, puluhan warga berjalan kaki maupun mengendarai sepeda motor menuju masjid setempat. Jauh dari keramaian perkotaan, perayaan hari raya di dusun tersebut berlangsung sederhana namun penuh kekhidmatan.

Dusun itu bernama Dusun Merak yang berada di Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Wilayah ini terletak di ujung paling timur Pulau Jawa dan menjadi bagian dari Kawasan Taman Nasional Baluran yang dikenal dengan keindahan alam serta keberagaman satwanya.

Bagi masyarakat setempat, Iduladha tahun ini menghadirkan suasana yang berbeda. Di balik keterisolasian wilayah tersebut, warga menyambut hangat kedatangan tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa yang membawa amanah kurban dari para mitra untuk masyarakat pelosok.

Baca Lainnya :

Untuk menghadirkan kebahagiaan Hari Raya bagi warga Dusun Merak, tim Dompet Dhuafa harus melewati perjalanan darat yang cukup berat dari Banyuwangi menuju Asembagus sebelum memasuki kawasan Taman Nasional Baluran.

Perjalanan melintasi kawasan tersebut memakan waktu sekitar dua jam. Berbeda dengan jalan beraspal yang lazim ditemukan di Pulau Jawa, akses menuju Dusun Merak hanya berupa jalur tanah berbatu yang kering dan dipenuhi debu. Kondisi jalannya bergelombang dan tidak rata sehingga warga setempat kerap menyebutnya seperti melintasi “sungai kering”.

Di sepanjang perjalanan, hamparan sabana dan hutan lebat mendominasi pemandangan. Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa liar yang dilindungi, mulai dari monyet, burung hutan hingga rusa.

Miftahul Pakihupiddin, salah seorang petugas Dompet Dhuafa, menceritakan tantangan yang mereka hadapi ketika perjalanan dilakukan menjelang malam. “Bayangkan kita ke sini tiba di malam hari di tengah satwa-satwa penghuni Taman Nasional,” ujar Pakih.

Keterbatasan penerangan dan gelapnya malam di kawasan hutan Baluran yang dikenal sebagai habitat berbagai satwa liar menjadi gambaran beratnya perjalanan dalam menunaikan amanah kurban tersebut.

Program THK tahun ini menjadi catatan bersejarah bagi warga Dusun Merak. Jika pada tahun-tahun sebelumnya jumlah hewan kurban yang disembelih sangat terbatas, kali ini sebanyak 44 ekor hewan kurban setara doka berhasil disalurkan secara merata.

Penyembelihan dimulai sejak pagi setelah Salat Id. Warga setempat bersama para relawan yang datang dari kandang di Asembagus bergotong royong melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, hingga persiapan distribusi daging kurban sejak pagi hingga malam hari.

“Kemarin 44 ekor (kambing) itu kami dibantu oleh warga bahkan tenaga relawan yang dari jauh, tempat kandangnya itu dari Asembagus, mereka rela tuh datang ke sini jauh-jauh untuk membantu pemotongan, pencacahan dan pendistribusian, bahkan baru beres mencacah tuh jam sembilan malam, itu belum pembungkusan dan pendistribusian,” papar Pakih mengenai padatnya proses di lapangan.

Karena jarak antarpemukiman di dusun tersebut terpisah beberapa kilometer dan harus melewati jalan yang rusak, proses distribusi daging dilakukan hingga malam hari bahkan berlanjut sampai keesokan pagi menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki.

Sebanyak 266 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Merak menerima daging kurban secara merata tanpa ada yang terlewat. “Semua sama rata. Karena semua masyarakat Merak, masyarakat yang seperjuangan,” tegas Pak Abas, salah seorang warga Dusun Merak.

Daging kurban yang diterima masyarakat berasal dari amanah berbagai mitra dan lembaga yang bersinergi bersama Dompet Dhuafa, di antaranya Masjid Jendral Sudirman, HMNS, KMIB Jerman, HUMIA TRUST, dan The Federation Of Islamic Associations Of New Zealand.

Bagi masyarakat Dusun Merak, kehadiran daging kurban menjadi sumber asupan gizi yang tidak selalu mudah diperoleh. Pakih menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang telah mempercayakan amanah kurban untuk warga di wilayah tersebut.

“Berkat amanah mitra-mitra kebaikan Dompet Dhuafa itu, warga Dusun Merak ini yang mungkin jarang untuk bisa makan daging domba ataupun protein-protein hewani lainnya, mereka bisa menikmati hidangan-hidangan kudapan lezat yang mungkin hanya satu tahun sekali ini nih mereka mencobanya,” ungkap Pakih.

Misi THK di ujung timur Pulau Jawa akhirnya berhasil dituntaskan. Di sela kegiatan distribusi, Pak Abas menyampaikan harapan masyarakat agar Dompet Dhuafa terus hadir mendampingi warga.

“Harapan kami, Dompet Dhuafa tetap langgeng, tetap jaya, tetap eksis, tetap bisa membantu kami untuk komunikasinya, untuk ilmunya, dan untuk lain-lainnya. Karena kami sangat butuh peran Dompet Dhuafa untuk masyarakat, bukan untuk saya pribadi, tapi bareng-bareng untuk masyarakat ini,” ujar Pak Abas.

Keberhasilan menjangkau Dusun Merak menunjukkan bahwa hambatan geografis tidak menjadi penghalang bagi aksi kemanusiaan. Dompet Dhuafa terus membuka peluang kolaborasi bersama berbagai pihak untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil, sehingga kemandirian dan kesejahteraan warga pelosok Indonesia dapat terus ditingkatkan.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.dompetdhuafa.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment