- PLN dan YBM Santuni Yatim di Gresik
- PM UQI Raih Lima Medali Kejuaraan Silat Piala Presiden
- Ummul Quro Borong 31 Medali Kejuaraan Silat IPB 2026
- Pesantren UQI Raih Perak di Malaysia Technology Expo
- Yayasan Haroen Aly Tebar Beasiswa Rp179 Juta
- Dana Haji Tembus Rp201 T
- Beasiswa LPDP 2026 Dibuka
- Wakaf Solusi Ketergantungan Bansos
- UMY Ingatkan Dunia Derita Gaza
- Kemenag Salurkan Zakat Rp 26,8 M
Pesantren UQI Raih Perak di Malaysia Technology Expo

Keterangan Gambar : Foto: Dok. PM UQI
Lima santri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PM UQI) Bogor berhasil meraih medali perak pada ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026. Mereka mengikuti kompetisi yang berlangsung di World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-11 April 2026.
Tim dengan ketua Kahlil Arka
Gibran (kelas 5 IPA 1), beranggota M. Ferdiansyah (kelas 5 IPA 1), M. Izzi
Saepandi (kelas 5 IPA 2), M. Ilham Asri (kelas 5 IPA 2), dan Zubaid Ahmad
Baihaqi (kelas 5 IPA 2). Sebagai pembimbing, ikut serta Ustaz Ibnu Abdillah
Sufi, dan Ustaz M. Rizqy Saputra.
“Ini merupakan kesempatan emas
untuk menyemangati para santri untuk mengikuti kompetisi di level
internasional. Kami memfasilitasi mereka agar mampu berprestasi dan
berlomba-lomba menjadi yang terbaik, fastabiqul khayrat. Alhamdulillah tim
Pesantren Modern Ummul Quro bisa meraih juara dua dan mendapat medali perak,”
ujar Pimpinan PM UQI, Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I, dalam keterangan tertulis
di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026).
Baca Lainnya :
- IMS Connect 2026 Hadirkan Teknologi Kreatif Terkini0
- Startup Sualeh Ditawar Rp 1.000 Triliun0
- Berzakat Praktis via SharingHappiness0
- Aplikasi Kawal Haji Pantau Kendala Jemaah0
- Robot AI China Siap Ubah Dunia0
Secara terpisah, Pembimbing Tim
PM UQI untuk MTE 2026, Ustaz Sufi, memaparkan, pihaknya sudah dua kali menjadi peserta ajang kompetisi ini. Namun, lanjut dia, pada MTE 2023 diikuti oleh tim Institut
Ummul Quro Al Islami (IUQI) sekarang Universitas Islam Bogor untuk level
perguruan tinggi.
“Ajang MTE kali Ini merupakan
pengalaman yang sangat berharga bagi tim yang terdiri atas para santri. Dengan
meraih prestasi ini, semoga dapat menjadi motivasi bagi para santri lainnya
agar bersemangat dalam kompetisi dan selalu mencoba mengejar mimpi, untuk
membuat pesantren mereka semakin jaya,” ucap Ustaz Sufi di Kuala Lumpur,
Malaysia, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, MTE diikuti ratusan
peserta dari berbagai negara. “MTE merupakan ekspo inovasi dan teknologi yang
mempertemukan perusahaan, wirausahawan, investor dan inovator untuk memamerkan
dan mengeksplorasi tren dan solusi teknologi terkini,” kata Ustaz Sufi.
Kegiatan ini, imbuh dia,
memberikan kesempatan bagi dunia pendidikan, bisnis, masyarakat dan individu
untuk mendapatkan wawasan tentang teknologi baru, membangun jaringan dengan
orang-orang yang berpikiran sama dan menemukan peluang usaha baru.
Sementara itu, Ketua Tim PM UQI
untuk MTE 2026, Kahlil Arka Gibran, menjelaskan, pada ajang internasional ini,
mereka menampilkan karya inovasi startup bisnis bertajuk GreenCycle.id.
"Sampah tidak selalu
berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan pengelolaan yang tepat secara
digital, sampah dapat menjadi sumber manfaat sekaligus memberikan nilai ekonomi
bagi masyarakat," kata Gibran di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat
(10/4/2026).
Pesan tersebut, imbuh dia, juga
disampaikan GreenCycle.id melalui kampanye edukasi bertajuk "Sampah Jadi
Hadiah" yang diunggah melalui media sosial seperti Instagram.
Dalam kampanye tersebut, GreenCycle.id
mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan memilah dan mengumpulkan sampah
yang masih memiliki nilai daur ulang. "Setiap sampah yang berhasil
dikumpulkan dapat dikonversi menjadi poin yang nantinya dapat ditukarkan dengan
berbagai hadiah menarik," ucap anak kedua dari tiga bersaudara.
Melalui program ini, tutur
Gibran, GreenCycle.id ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan
dapat berjalan beriringan dengan pemberian insentif kepada masyarakat. Dengan
demikian, lanjut dia, aktivitas mengelola sampah tidak hanya berdampak positif
terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan keuntungan secara langsung bagi
para peserta.
"Sampah bukan akhir, tapi
awal dari sesuatu yang bernilai," demikian pesan yang disampaikan dalam
kampanye tersebut. GreenCycle.id menilai bahwa setiap sampah yang dikumpulkan
berpotensi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan beragam hadiah, sehingga
kebiasaan mengelola sampah menjadi lebih menarik dan bermanfaat.
"Selain mendorong perubahan
perilaku, jelas Gibran, kampanye ini juga mengajak masyarakat untuk memulai
langkah sederhana dari lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau memilih, memilah,
dan mengumpulkan sampah secara konsisten sebagai bagian dari upaya menciptakan
lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
"Melalui GreenCycle.id, kami
ingin menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari tindakan kecil.
Karena itu, kebiasaan mengelola sampah sejak dini dinilai menjadi salah satu
langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membangun budaya
ekonomi sirkular di tengah masyarakat," kata dia.
Melalui gerakan ini, ajak Gibran,
GreenCycle.id berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa sampah
bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi
sesuatu yang bernilai. Dengan partisipasi aktif masyarakat, upaya menjaga
lingkungan hidup sekaligus menciptakan manfaat ekonomi diharapkan dapat
berjalan secara berkelanjutan. "Kampanye tersebut juga disertai ajakan
kepada masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan memperoleh manfaat dari
kebiasaan baik mengelola sampah," tutur Gibran.
Dia menjelaskan, dengan mengubah
sampah menjadi poin dan poin menjadi hadiah, GreenCycle.id berupaya membangun
gaya hidup ramah lingkungan yang memberikan dampak positif bagi bumi maupun
bagi masyarakat itu sendiri.
Gibran memaparkan, mesin pindai (scan)
otomatis yang berfungsi mengubah sampah (seperti botol plastik atau kaleng)
menjadi uang atau poin digital secara umum dikenal dengan nama Reverse Vending
Machine (RVM).
Secara teknologi dan
fungsionalitas, alat pemindai pintar berbasis digital yang digunakan oleh
inovator lingkungan seperti greencycle.id mengusung sistem RVM berbasis
Internet of Things (IoT). "Mesin ini bekerja secara terbalik dari vending
machine biasa; pengguna memasukkan sampah anorganik yang telah dibersihkan,
mesin melakukan pemindaian (scanning) otomatis untuk memvalidasi jenis sampah,
dan pengguna mendapatkan imbalan uang elektronik (cash) atau poin melalui
aplikasi digital," ujar siswa kelas 5 yang hobi mendaki gunung ini.
Gibran menambahkan, cara kerja
umum RVM, yaitu pemindaian (scanning) dimana mesin memindai barcode, bentuk,
atau material sampah yang dimasukkan. Kemudian, validasi real-time, sistem
memverifikasi jenis sampah untuk memastikan kelayakan daur ulang. Terakhir,
pemberian reward, pengguna memindai kode QR dari aplikasi ponsel mereka untuk
menerima saldo uang elektronik (e-money) atau poin sirkular secara instan.
"Mesin ini masih prototipe untuk ke depan dikembangkan sebagai solusi agar
sampah bukanlah akhir, tapi menjadi awal dari sesuatu yang bernilai," ucap
dia.
Sekarang, lanjut Gibran yang
akhir 2025 lalu menaklukkan puncak Gunung Ciremai dan Gunung Gede-Pangrango,
setiap sampah yang dikumpulkan bisa berubah jadi poin, dan poin itu bisa
ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.
"Nggak cuma bantu lingkungan
jadi lebih bersih, kita juga bisa dapat keuntungan dari kebiasaan baik. Yuk
mulai dari hal kecil hari ini. Pilah, kumpulkan, dan ubah sampahmu jadi sesuatu
yang lebih berarti. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah
sederhana. Jangan sampai ketinggalan," kata peraih beberapa medali di
kejuaraan silat nasional IPB Championship dan kejurnas Piala Presiden yang
digelar CNN Indonesia.
Editor: MAS










.png)
.png)