Pesantren UQI Raih Perak di Malaysia Technology Expo

By Revolusioner 01 Jul 2026, 08:01:28 WIB Z-Tech
Pesantren UQI Raih Perak di Malaysia Technology Expo

Keterangan Gambar : Foto: Dok. PM UQI


Lima santri Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PM UQI) Bogor berhasil meraih medali perak pada ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026. Mereka mengikuti kompetisi yang berlangsung di World Trade Center, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9-11 April 2026.

Tim dengan ketua Kahlil Arka Gibran (kelas 5 IPA 1), beranggota M. Ferdiansyah (kelas 5 IPA 1), M. Izzi Saepandi (kelas 5 IPA 2), M. Ilham Asri (kelas 5 IPA 2), dan Zubaid Ahmad Baihaqi (kelas 5 IPA 2). Sebagai pembimbing, ikut serta Ustaz Ibnu Abdillah Sufi, dan Ustaz M. Rizqy Saputra.

“Ini merupakan kesempatan emas untuk menyemangati para santri untuk mengikuti kompetisi di level internasional. Kami memfasilitasi mereka agar mampu berprestasi dan berlomba-lomba menjadi yang terbaik, fastabiqul khayrat. Alhamdulillah tim Pesantren Modern Ummul Quro bisa meraih juara dua dan mendapat medali perak,” ujar Pimpinan PM UQI, Dr. KH. Saiful Falah, M.Pd.I, dalam keterangan tertulis di Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/4/2026).

Baca Lainnya :

Secara terpisah, Pembimbing Tim PM UQI untuk MTE 2026, Ustaz Sufi, memaparkan, pihaknya sudah dua kali menjadi peserta ajang kompetisi ini. Namun, lanjut dia, pada MTE 2023 diikuti oleh tim Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) sekarang Universitas Islam Bogor untuk level perguruan tinggi.

“Ajang MTE kali Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi tim yang terdiri atas para santri. Dengan meraih prestasi ini, semoga dapat menjadi motivasi bagi para santri lainnya agar bersemangat dalam kompetisi dan selalu mencoba mengejar mimpi, untuk membuat pesantren mereka semakin jaya,” ucap Ustaz Sufi di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (10/4/2026).

Menurut dia, MTE diikuti ratusan peserta dari berbagai negara. “MTE merupakan ekspo inovasi dan teknologi yang mempertemukan perusahaan, wirausahawan, investor dan inovator untuk memamerkan dan mengeksplorasi tren dan solusi teknologi terkini,” kata Ustaz Sufi.

Kegiatan ini, imbuh dia, memberikan kesempatan bagi dunia pendidikan, bisnis, masyarakat dan individu untuk mendapatkan wawasan tentang teknologi baru, membangun jaringan dengan orang-orang yang berpikiran sama dan menemukan peluang usaha baru.

Sementara itu, Ketua Tim PM UQI untuk MTE 2026, Kahlil Arka Gibran, menjelaskan, pada ajang internasional ini, mereka menampilkan karya inovasi startup bisnis bertajuk GreenCycle.id.

"Sampah tidak selalu berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan pengelolaan yang tepat secara digital, sampah dapat menjadi sumber manfaat sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," kata Gibran di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (10/4/2026).

Pesan tersebut, imbuh dia, juga disampaikan GreenCycle.id melalui kampanye edukasi bertajuk "Sampah Jadi Hadiah" yang diunggah melalui media sosial seperti Instagram.

Dalam kampanye tersebut, GreenCycle.id mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan memilah dan mengumpulkan sampah yang masih memiliki nilai daur ulang. "Setiap sampah yang berhasil dikumpulkan dapat dikonversi menjadi poin yang nantinya dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik," ucap anak kedua dari tiga bersaudara.

Melalui program ini, tutur Gibran, GreenCycle.id ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberian insentif kepada masyarakat. Dengan demikian, lanjut dia, aktivitas mengelola sampah tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan keuntungan secara langsung bagi para peserta.

"Sampah bukan akhir, tapi awal dari sesuatu yang bernilai," demikian pesan yang disampaikan dalam kampanye tersebut. GreenCycle.id menilai bahwa setiap sampah yang dikumpulkan berpotensi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan beragam hadiah, sehingga kebiasaan mengelola sampah menjadi lebih menarik dan bermanfaat.  

"Selain mendorong perubahan perilaku, jelas Gibran, kampanye ini juga mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dari lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau memilih, memilah, dan mengumpulkan sampah secara konsisten sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Melalui GreenCycle.id, kami ingin menegaskan bahwa perubahan besar selalu berawal dari tindakan kecil. Karena itu, kebiasaan mengelola sampah sejak dini dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus membangun budaya ekonomi sirkular di tengah masyarakat," kata dia.

Melalui gerakan ini, ajak Gibran, GreenCycle.id berharap semakin banyak masyarakat yang menyadari bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai. Dengan partisipasi aktif masyarakat, upaya menjaga lingkungan hidup sekaligus menciptakan manfaat ekonomi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan. "Kampanye tersebut juga disertai ajakan kepada masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan memperoleh manfaat dari kebiasaan baik mengelola sampah," tutur Gibran.

Dia menjelaskan, dengan mengubah sampah menjadi poin dan poin menjadi hadiah, GreenCycle.id berupaya membangun gaya hidup ramah lingkungan yang memberikan dampak positif bagi bumi maupun bagi masyarakat itu sendiri.

Gibran memaparkan, mesin pindai (scan) otomatis yang berfungsi mengubah sampah (seperti botol plastik atau kaleng) menjadi uang atau poin digital secara umum dikenal dengan nama Reverse Vending Machine (RVM).

Secara teknologi dan fungsionalitas, alat pemindai pintar berbasis digital yang digunakan oleh inovator lingkungan seperti greencycle.id mengusung sistem RVM berbasis Internet of Things (IoT). "Mesin ini bekerja secara terbalik dari vending machine biasa; pengguna memasukkan sampah anorganik yang telah dibersihkan, mesin melakukan pemindaian (scanning) otomatis untuk memvalidasi jenis sampah, dan pengguna mendapatkan imbalan uang elektronik (cash) atau poin melalui aplikasi digital," ujar siswa kelas 5 yang hobi mendaki gunung ini.

Gibran menambahkan, cara kerja umum RVM, yaitu pemindaian (scanning) dimana mesin memindai barcode, bentuk, atau material sampah yang dimasukkan. Kemudian, validasi real-time, sistem memverifikasi jenis sampah untuk memastikan kelayakan daur ulang. Terakhir, pemberian reward, pengguna memindai kode QR dari aplikasi ponsel mereka untuk menerima saldo uang elektronik (e-money) atau poin sirkular secara instan. "Mesin ini masih prototipe untuk ke depan dikembangkan sebagai solusi agar sampah bukanlah akhir, tapi menjadi awal dari sesuatu yang bernilai," ucap dia.

Sekarang, lanjut Gibran yang akhir 2025 lalu menaklukkan puncak Gunung Ciremai dan Gunung Gede-Pangrango, setiap sampah yang dikumpulkan bisa berubah jadi poin, dan poin itu bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik.

"Nggak cuma bantu lingkungan jadi lebih bersih, kita juga bisa dapat keuntungan dari kebiasaan baik. Yuk mulai dari hal kecil hari ini. Pilah, kumpulkan, dan ubah sampahmu jadi sesuatu yang lebih berarti. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana. Jangan sampai ketinggalan," kata peraih beberapa medali di kejuaraan silat nasional IPB Championship dan kejurnas Piala Presiden yang digelar CNN Indonesia.

 Kontributor: Raeihan

Editor: MAS




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment