Aceh Siapkan 24 Sapi Kurban Presiden

By Revolusioner 16 Apr 2026, 08:32:51 WIB Wasiat dan DSKL
Aceh Siapkan 24 Sapi Kurban Presiden

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Aceh.tribunnews.com


Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan menargetkan pengadaan sapi kurban bantuan Presiden dengan bobot minimal 1 ton untuk seluruh kabupaten/kota pada Idul Adha 1447 Hijriah. Sebanyak 24 ekor sapi disiapkan, menyesuaikan jumlah kabupaten/kota ditambah satu ekor untuk tingkat provinsi.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh Safridhal, usai Rapat Koordinasi Pengadaan Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) berupa sapi yang digelar di kantor Dinas Peternakan Aceh, Selasa (14/4/2026). Rapat tersebut dihadiri Asisten III Setda Aceh, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan USK, Kepala Departemen Peternakan Fakultas Pertanian USK, BPTU-HPT Indrapuri, Balai Karantina Pertanian Banda Aceh.

Juga hadir Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Aceh, Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Aceh, dan seluruh kepala dinas di kabupaten/kota yang membidangi peternakan. Turut hadir secara virtual melalui Zoom Meeting perwakilan Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Nuraini, S.Pt., M.Si.

Baca Lainnya :

Mengutip penjelasan Nuraini, Safridhal mengatakan target bobot minimal 1 ton ditetapkan agar manfaat daging kurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. “Kalau bisa sapi yang dikurbankan berukuran 1 ton ke atas. Jika ada daerah yang belum mampu, bisa berkoordinasi dengan kabupaten tetangga,” ujar Safridhal.

Menurut dia, selain meningkatkan nilai manfaat, target tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Aceh apabila seluruh daerah mampu menghadirkan sapi kurban berukuran besar. Program Sapi Banmas (Bantuan Kemasyarakatan) merupakan program pemerintah pusat berupa pemberian hewan kurban—khususnya sapi—kepada daerah-daerah dalam rangka Hari Raya Idul Adha. Program ini juga dikenal sebagai bantuan sapi kurban Presiden.

Dalam forum itu turut dibahas sejumlah langkah strategis, mulai dari verifikasi ketersediaan sapi kurban, seleksi dan identifikasi ternak sesuai kriteria, hingga penyusunan data rekomendasi serta pendampingan teknis hingga hari pelaksanaan.

Safridhal menegaskan, pengadaan sapi Banmas merupakan program rutin pemerintah yang tidak hanya mendukung pelaksanaan ibadah kurban, tetapi juga berdampak langsung pada penguatan ekonomi peternak lokal. “Kita utamakan sapi dari peternak lokal, sehingga program ini sekaligus mendorong peningkatan populasi dan kualitas ternak di daerah,” katanya.

Secara nasional, program bantuan sapi kurban Presiden mencakup 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi. Sejak 2019, program ini terus berjalan dan mulai 2025 diperluas hingga menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Adapun kriteria sapi kurban Banmas meliputi kondisi sehat, tidak kurus, berjenis kelamin jantan dan tidak dikebiri, cukup umur, serta tidak cacat. Dengan standar tersebut, pemerintah berharap distribusi hewan kurban tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.aceh.tribunnews.com 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment