- Urgensi Dam Haji ke RI: Analisis Fikih, Sosial dan Pemerataan Gizi
- RZ Sumbang Alat Sekolah untuk Anak Nelayan
- RZ Bantu Kesehatan Lansia Cilegon
- BPKH Salur Rp1,77 M ke Embarkasi Sumut
- IHH Kembali Kirim Bantuan ke Iran
- Rumah Zakat Latih UMKM Kuningan
- JSIT dan RZ Kirim Daging Kaleng ke Gaza
- Kampung Ternak DD Berdayakan Warga Sumbar
- DD Siapkan Layanan Ambulans RS Al-Shifa
- Rumah Zakat Perangi Stunting di Lombok
Kampung Ternak DD Berdayakan Warga Sumbar

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org
Perjalanan hidup Izzamdi mengalami perubahan besar sejak ia bergabung dalam program Kampung Ternak Marapuyan Saiyo di Desa Ampuah Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Sebelum menjadi bagian dari program pemberdayaan yang digagas Dompet Dhuafa (DD), ia bekerja sebagai buruh tani sekaligus berjualan sayuran dengan penghasilan yang tidak menentu. Kini, aktivitas merawat sapi justru membuka jalan bagi masa depan keluarganya, termasuk membawa anaknya melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
Ia menuturkan bahwa sejak tahun 2017 program Dompet Dhuafa mulai hadir di desa tersebut dan memberi kesempatan bagi warga untuk terlibat dalam kelompok ternak. Sebelumnya ia menggantungkan hidup sebagai pekerja tani dan penjual sayur. Setelah mengikuti program tersebut, ia bersama anggota lain memperoleh banyak pengetahuan tentang beternak serta mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Ia juga merasa bersyukur karena keberadaan program ini memberi manfaat luas bagi masyarakat, termasuk membantu penyaluran daging kurban hingga ke daerah-daerah terpencil.
Bagi Izzamdi dan sembilan kepala keluarga lain yang tergabung dalam kelompok tersebut, setiap sapi yang dipelihara bukan sekadar ternak, melainkan simbol harapan. Mereka semakin termotivasi ketika mengetahui bahwa hewan-hewan yang mereka rawat nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah, seperti Pulau Mentawai, Solok, hingga daerah yang terdampak bencana galodo di Batu Busuk dan Agam.
Baca Lainnya :
- Lazisnu-Indomaret Berbagi Beasiswa0
- RZ Latih UMKM Ilmu Wirausaha0
- DJP: Laznas Bertambah Jadi 580
- BPKH-Lazisnu Sumbang Mobil Dakwah0
- Hardiknas, LAZISMU Tebar Beasiswa0
Menjelang perayaan Iduladha 1447 Hijriah, tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa melakukan proses pemeriksaan kualitas hewan ternak di berbagai lokasi pemberdayaan di seluruh Indonesia. Pada baru-baru ini, Dompet Dhuafa Singgalang juga melakukan pemeriksaan di kandang Kampung Ternak Marapuyan Saiyo yang berada di Kecamatan IV Jurai, Pesisir Selatan.
Dalam proses tersebut, tim melakukan berbagai tahapan pengecekan, mulai dari menimbang berat badan hewan, memastikan usia ternak, hingga memeriksa kondisi kesehatan. Seluruh proses dilakukan agar hewan yang disiapkan memenuhi syarat kurban sesuai ketentuan syariat dan standar yang telah ditetapkan. Selain itu, dipastikan pula bahwa hewan yang disiapkan untuk kurban merupakan hewan jantan.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Novil Oksan Putra, turut hadir memantau langsung kegiatan pemeriksaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa Kampung Ternak Marapuyan Saiyo merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi yang telah berjalan sejak tahun 2017. Saat ini terdapat 10 keluarga penerima manfaat yang mengelola sekitar 20 ekor sapi di kandang komunal program tersebut.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan kampung ternak ini juga berkaitan erat dengan program Tebar Hewan Kurban yang setiap tahunnya membutuhkan puluhan sapi untuk disalurkan ke berbagai wilayah di Sumatra Barat. Karena itu, Dompet Dhuafa Singgalang menggagas program tersebut sebagai upaya memenuhi kebutuhan distribusi hewan kurban sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.
Menurutnya, wilayah Pesisir Selatan dinilai cocok untuk pengembangan peternakan sapi karena mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani dan memiliki ketersediaan pakan rumput yang melimpah. Selain itu, kotoran ternak dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian. Pengelolaan ternak juga dilakukan secara komunal dalam satu kandang sehingga para anggota bisa saling berbagi tugas secara bergantian dalam merawat dan mengawasi ternak.
Ia juga menambahkan bahwa program tersebut berasal dari dana zakat sehingga penerima manfaatnya sebagian besar berasal dari kalangan dhuafa. Dengan adanya kegiatan peternakan ini, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan taraf ekonomi dan memiliki sumber penghasilan yang lebih stabil.
“Dan karena program ini juga bersumber dari dana zakat, maka mayoritas penerima manfaatnya juga dalam kategori dhuafa. Juga dengan adanya Kampung Ternak ini bisa membantu mereka untuk meningkatkan taraf ekonomi,” ucap dia.
Setiap tahun melalui program Tebar Hewan Kurban, Dompet Dhuafa menyalurkan daging kurban ke berbagai wilayah yang masih kekurangan hewan kurban, termasuk daerah pelosok dan wilayah terluar. Beberapa daerah yang menjadi sasaran distribusi di antaranya Lubuk Minturun, Nanggalo, Tanah Datar, Mentawai, Malalo, hingga Solok. Selain itu, penyaluran juga diarahkan untuk membantu masyarakat yang masih berjuang memulihkan diri setelah bencana galodo, seperti di Batu Busuk dan Agam.
Bagi Izzamdi, keberhasilan menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi menjadi bukti nyata perubahan yang ia rasakan sejak bergabung dengan program tersebut. Ia merasa bangga karena kerja keras merawat ternak kini tidak hanya membantu keluarganya, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat lain yang menerima daging kurban.
Ia pun menuturkan bahwa semangat merawat sapi semakin besar ketika mengetahui ternak yang mereka pelihara akan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai daerah, termasuk saudara-saudara yang terdampak bencana.
“Kami pun semangat merawat ternak ini, ketika kami tahu bahwa sapi-sapi ini untuk kurban jauh di Pulau Mentawai, Solok, apalagi untuk saudara-saudara kita yang terkena bencana kemarin,” ucap Izzamdi.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.dompetdhuafa.org









.png)
.jpg)
.png)