- BAZNAS Jabar Kirim Kurban ke Palestina
- Perkuat Ziswaf untuk Bela Palestina
- Filantropi Islam Instrumen Pembangunan
- MUI Luncurkan Gerakan Wakaf Hijau
- Ziswaf Nasional Tembus Rp343 T
- Zakat Nasional Belum Tergarap Optimal
- Filantropi Perkuat Kesehatan Ibu Anak
- UPZ Kemenhaj Ambon Resmi Dibentuk
- HMNS dan DD Kolaborasi Tebar Kurban
- BAZNAS Salur Dam Haji di Pemalang
Indonesia Kirim Bantuan Pangan Rp 200 M ke Gaza
Tempo.co

Keterangan Gambar : Foto: Tempo.co
Kementerian Keuangan menyatakan pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan senilai USD 12 juta atau sekitar Rp 200 miliar untuk warga Gaza.
Pemerintah Indonesia akan menyalurkan bantuan pangan senilai USD 12 juta atau sekitar Rp 200 miliar untuk warga Gaza, Palestina. Direktur Utama Lembaga Dalyonorja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) Kementerian Keuangan, Dalyono, mengatakan bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah Indonesia untuk mendukung rakyat Palestina.
Dalyono menjelaskan bantuan disalurkan melalui kerja sama dengan World Food Programme. “Kami wujudkan dalam bentuk bantuan pangan yang disalurkan melalui World Food Programme. Nilai sekitar USD12 juta atau setara Rp 200 miliar,” kata Dalyono dalam media gathering di Bogor, Jawa Barat, Kamis, 9 Oktober 2025.
Baca Lainnya :
- Korporasi Pro Israel Tebar Pesona CSR untuk Palestina 0
- Bela Palestina Bergemuruh di Negara NATO 0
- RI Harus Pimpin Dunia Setop Genosida di Gaza0
- Luksemburg Akui Negara Palestina, Tangisi Derita Gaza0
- SDIT Al-Urwatul Wutsqo Donasi untuk Palestina0
Dalyono merinci bantuan tersebut diwujudkan dalam dua program utama. Pertama, bantuan pangan untuk mengisi dapur umum di Gaza. Kedua, suplemen kesehatan bagi ibu hamil, anak-anak, serta biskuit berenergi untuk warga Gaza.
“Total bantuan senilai Rp 200 miliar saat ini sedang dalam proses penyaluran melalui WFP. Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Presiden untuk menunjukkan perhatian besar Indonesia terhadap rakyat Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan,” ujarnya.
Selain bantuan untuk Gaza, Indonesia juga memberikan dukungan bagi petani Palestina di wilayah Tepi Barat dalam bentuk pengembangan produk alpukat. Program ini, kata Dalyono, merupakan hasil kerja sama antara LDKPI dan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang mengirimkan petani Palestina ke Indonesia untuk mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Pertanian Malang.
“Kerja sama dengan JICA ini nilainya sekitar Rp 2 miliar. Rp 1 miliar ditanggung oleh JICA untuk mendatangkan peserta ke Indonesia, sementara kebutuhan domestik selama pelatihan ditanggung oleh LDKPI,” kata Dalyono.
Sumber: Tempo.co











.png)
.png)