Gerakan Ibu Peduli Lingkungan, Solusi Sampah RT

By Revolusioner 22 Apr 2026, 09:51:51 WIB Z-Style
Gerakan Ibu Peduli Lingkungan, Solusi Sampah RT

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Isu peningkatan penggunaan plastik kembali menjadi perhatian publik seiring naiknya harga bahan baku akibat gangguan pasokan global. Di media sosial, muncul berbagai konten kreatif yang menawarkan alternatif ramah lingkungan, seperti penggunaan daun pisang sebagai pengganti kemasan plastik.

Meski demikian, penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari masih sulit dihindari. Padahal, sampah plastik membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dan berpotensi mencemari lingkungan, baik melalui pembakaran maupun penimbunan yang tidak tepat. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa sektor rumah tangga menjadi penyumbang terbesar sampah nasional, mencapai 42,23 persen pada 2021.

Permasalahan ini diperparah dengan praktik pengelolaan sampah yang belum optimal, seperti pencampuran sampah plastik dengan sampah organik. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Baca Lainnya :

Sejumlah penelitian, termasuk dari Universitas Gadjah Mada, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah. Melalui pendekatan komunitas, perempuan dinilai mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Konsep ini sejalan dengan metafora “Mother Earth” yang menggambarkan bumi sebagai sumber kehidupan yang perlu dirawat. Dalam perspektif ekofeminisme, peran perempuan dalam merawat kehidupan dipandang memiliki keterkaitan dengan upaya pelestarian lingkungan.

Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) menginisiasi program bertajuk “Dari Ibu untuk Bumi: Penyadartahuan Bijak Kelola Sampah Rumah Tangga (RT)”. Program ini melibatkan ibu-ibu dari komunitas Pemberdayaan Majelis Ta’lim Ummahat (PMTU) untuk menjadi penggerak dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Tidak hanya berfokus pada edukasi, program ini juga menekankan pemberdayaan berkelanjutan agar dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga secara lebih bijak. Upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat.

Kontributor: Nurvita Rahma Yadi

Editor: MAS

Sumber: www.dompetdhuafa.org 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment