Baznas Serukan Filantropi Pulihkan NTT

By Revolusioner 26 Agu 2026, 09:11:59 WIB Filantropi
Baznas Serukan Filantropi Pulihkan NTT

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Antaranews


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengajak seluruh lembaga filantropi untuk bersama-sama menggalang dana guna mendukung pemulihan Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut dilanda gempa bumi magnitudo 7,7 dengan nilai kerusakan sekitar Rp2,2 triliun.

Perkiraan tersebut berdasarkan kajian Damage and Loss Assessment (DALA) yang dilakukan Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Baznas RI dengan menggunakan data hingga 18 Agustus 2026.

"Kerusakan terbesar berasal dari sektor perumahan yang diperkirakan mencapai Rp1,42 triliun dengan 19.317 unit rumah rusak. Selain itu, kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur mencapai Rp275,1 miliar," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam keterangan di Jakarta, pekan lalu.

Baca Lainnya :

Sementara itu, Sodik mengungkapkan kerugian akibat hilangnya aktivitas ekonomi diperkirakan mencapai Rp334,1 miliar. Baznas juga menghitung biaya tambahan akibat bencana sebesar Rp191,7 miliar.

Dia mengatakan besarnya dampak bencana tersebut membuat proses pemulihan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

Pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi, terutama selama masa pemulihan pascabencana.

"Baznas tidak menggantikan peran pemerintah. Kami hadir untuk melengkapi upaya pemulihan, terutama membantu masyarakat yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan dukungan untuk kembali bangkit," ujar Sodik.

Sodik menjelaskan salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian dalam proses pemulihan adalah pembangunan kembali rumah warga.

Kajian Baznas menunjukkan adanya kesenjangan antara biaya penggantian rumah dengan plafon bantuan yang tersedia melalui skema pemerintah.

Dia memaparkan selisih kebutuhan tersebut diperkirakan mencapai Rp366 miliar hingga Rp593 miliar. Menurut dia, kesenjangan pembiayaan tersebut dapat menjadi ruang bagi lembaga filantropi untuk turut berkontribusi dalam pemulihan masyarakat terdampak, khususnya mustahik.

"Di Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus. Manggarai Timur sendiri menyumbang 54 persen dari total kerugian mustahik. Wilayah tersebut menyumbang 38,7 persen kerusakan rumah dari total delapan kabupaten terdampak. Di sisi lain, pangsa PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)-nya hanya 9,6 persen dan tingkat kemiskinannya mencapai 23,5 persen," ucap dia.

Sodik menegaskan, berdasarkan kondisi tersebut, Baznas menempatkan zakat, infak, sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) sebagai salah satu sumber dukungan untuk membantu proses pemulihan.

Dia memastikan Baznas akan terus membuka ruang kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak guna memastikan proses pemulihan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.

Kontributor: Sella
Editor: MAS
Sumber: www.antaranews.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment