Baznas Raih Mandaya Awards

By Revolusioner 03 Nov 2026, 09:30:17 WIB Nasional
Baznas Raih Mandaya Awards

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mediaindonesia.com


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus mendorong pemanfaatan dana zakat secara produktif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat rentan. Program pemberdayaan ini diarahkan agar penerima zakat atau mustahik tidak hanya mendapatkan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga mampu membangun usaha dan meningkatkan taraf hidup hingga berpeluang menjadi muzaki atau pembayar zakat.

Komitmen tersebut disampaikan Pimpinan Pengawasan dan Pengendalian Baznas RI, Neyla Saida Anwar, setelah menerima penghargaan Mandaya Awards 2026 kategori Penggerak Pemberdayaan Masyarakat. Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) tersebut diserahkan dalam sebuah acara di Jakarta pada Senin (2/11/2026).

Neyla menjelaskan, upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) secara produktif. Pelaksanaan program tersebut melibatkan berbagai unsur Baznas, mulai dari jajaran pimpinan, amil, hingga relawan yang bertugas di daerah.

Baca Lainnya :

Dia juga menilai dukungan para muzaki dan donatur memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan program pemberdayaan. Keberhasilan program, jelas dia, tidak semata-mata dilihat dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan kondisi ekonomi masyarakat penerima manfaat.

"Terima kasih mendalam bagi para muzaki Baznas dan para mustahik yang terus berjuang. Dukungan serta semangat inilah yang membuat program pemberdayaan terus berjalan hingga berhasil mengantarkan para penerima bantuan menjadi muzaki," ujar Neyla dalam keterangan resmi, Senin (2/11/2026).

Dia menegaskan, pemberdayaan masyarakat bertujuan memberikan kemampuan kepada mustahik agar dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus berkontribusi secara mandiri di lingkungan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, dana zakat diharapkan tidak hanya menjadi bantuan yang bersifat sementara, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat perekonomian masyarakat dan menciptakan kemandirian finansial.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengatakan Mandaya Awards 2026 merupakan bentuk apresiasi negara kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah kalangan, mulai dari lembaga pemerintah, kepala desa, akademisi, pengusaha, hingga kepala daerah yang dinilai memiliki kontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.

Muhaimin juga menyoroti tren penurunan angka kemiskinan selama dua tahun terakhir. Dia berharap perkembangan positif tersebut dapat terus dipertahankan melalui berbagai program pemberdayaan yang mampu membuka peluang bagi masyarakat rentan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

"Selamat kepada seluruh penerima Mandaya Award 2026 dan seluruh penerima Innovillage. Kita tunggu cerita-cerita sukses dan kebahagiaan untuk rakyat Indonesia. Bergerak, bergerak, berdaya, sukses untuk kita semua," tutur Muhaimin.

Meski demikian, keberhasilan program pemberdayaan berbasis zakat perlu diukur melalui sejumlah indikator yang jelas. Di antaranya peningkatan pendapatan penerima manfaat, keberlanjutan usaha yang dijalankan, serta jumlah mustahik yang berhasil mencapai kemandirian ekonomi.

Indikator tersebut menjadi penting untuk memastikan penyaluran dana ZIS-DSKL benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Kontributor: Rayhan

Editor: MAS

Sumber: www.mediaindonesia.com




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment