Anwar Abbas: Perkuat Filantropi Islam

By Revolusioner 05 Sep 2026, 08:50:52 WIB Filantropi
Anwar Abbas: Perkuat Filantropi Islam

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Muhammadiyah.or.id


Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas, menyampaikan bahwa upaya membangun kemandirian ekonomi umat tidak bisa lepas dari penguatan filantropi Islam. Menurut dia, zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki peran strategis dalam mendorong pemberdayaan masyarakat serta mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan.

Hal itu disampaikan Anwar saat menjadi narasumber dalam program Dialog Ekonomi Kerakyatan bertajuk “Ekonomi Berkeadilan: Mewujudkan Kesejahteraan Melalui Zakat, Wakaf, dan Filantropi Islam” yang disiarkan melalui kanal YouTube pada Kamis (3/9/2026).

Dalam paparannya, Anwar menyoroti kiprah Muhammadiyah dalam mengembangkan filantropi Islam secara profesional dan berkelanjutan. Menurut dia, gerakan filantropi yang dilakukan Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada penghimpunan dana, tetapi diarahkan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Lainnya :

Kerja-kerja filantropi tersebut, kata Anwar, tidak terlepas dari peran Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) yang telah berkembang di berbagai daerah di Indonesia, bahkan menjangkau mancanegara. “Jadi ini tidak lepas dari bantuan Lazismu dan lembaga ini sudah mendunia,” ujar Anwar.

Lebih lanjut, Anwar menilai masjid memiliki posisi strategis dalam mengembangkan perekonomian sekaligus menyelesaikan persoalan sosial yang dihadapi masyarakat. Dia merujuk pada keteladanan K.H. Ahmad Dahlan dalam mengajarkan dan mengamalkan kandungan Surah Al-Maun.

Menurut dia, masjid tidak semestinya hanya diposisikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekitarnya.

“Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan sedekah, kemudian memberdayakan masyarakat sekitar masjid. Ini sudah dilakukan di beberapa masjid, terutama di Yogyakarta,” jelas dia.

Karena itu, Anwar mendorong agar masjid diintegrasikan secara lebih aktif dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan jamaah dan masyarakat sekitar. Salah satunya melalui program pemberdayaan ekonomi yang menyentuh persoalan permodalan, kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dia juga menyarankan agar dana zakat yang dihimpun dapat diprioritaskan untuk disalurkan di wilayah tempat dana tersebut terkumpul, seperti lingkungan rukun tetangga (RT) maupun masyarakat sekitar masjid. Dengan pendekatan tersebut, keberadaan masjid diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang lebih dekat dan nyata bagi masyarakat. “Dengan begitu, kehadiran masjid benar-benar dapat mencerahkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” imbuh dia.

Masifikasi Filantropi melalui Digitalisasi

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Anwar menilai digitalisasi menjadi instrumen penting untuk memperluas penghimpunan sekaligus penyaluran dana filantropi Islam. Kendati demikian, pemanfaatan platform digital untuk zakat, infak, dan wakaf dinilai masih perlu ditingkatkan agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Perlu terus dilakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan akumulasi dana,” ungkap dia.

Menurut Anwar, penguatan ekosistem digital dalam filantropi Islam juga membutuhkan keterlibatan generasi muda. Hal ini tidak terlepas dari adanya perbedaan karakter komunikasi dan preferensi penggunaan platform informasi antara generasi muda dengan generasi sebelumnya.

“Dibutuhkan inovasi-inovasi yang strategis. Maka ini tidak terlepas dari peran kader-kader muda dari lingkungan Gen Z ataupun Gen Alpha,” tegas dia.

Terakhir, untuk memperkuat peran generasi muda tersebut, Anwar turut menekankan pentingnya dunia pendidikan. Menurut dia, jaringan pendidikan Muhammadiyah memiliki potensi besar untuk menanamkan mentalitas kewirausahaan sejak dini, sehingga para pelajar tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan pekerjaan. “Jadi kalau kita ingin menciptakan budaya, perlu dilakukan sedini mungkin,” ujar dia.

Kontributor: Raeihan  

Editor: MAS  

Sumber: www.muhammadiyah.or.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment