AI Dorong Zakat Wakaf Raup 1,2 Triliun USD

By Revolusioner 06 Agu 2026, 07:20:13 WIB Z-Tech
AI Dorong Zakat Wakaf Raup 1,2 Triliun USD

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI


Deputy President Research ISRA Institute INCEIF University Dr. Marjan Muhammad mengatakan, AI menjadi salah satu teknologi yang dapat memperkuat transformasi keuangan sosial Islam. Menurut dia, potensi gabungan dana zakat dan wakaf dunia diperkirakan telah melampaui 1,2 triliun dolar AS (USD) setiap tahun, namun pemanfaatannya masih menghadapi tantangan dalam tata kelola dan pengelolaan data.

"Peluangnya sangat besar karena potensi gabungan zakat dan wakaf diperkirakan mencapai lebih dari 1,2 triliun dolar AS per tahun. Bahkan peningkatan efisiensi yang relatif kecil pun dapat memberikan dampak sosial yang signifikan," ujar dia di Menara Syariah PIK II, Tangerang, Banten, Rabu (5/8/2026).

Marjan menjelaskan, sebagian besar tantangan dalam pengelolaan zakat dan wakaf saat ini berkaitan dengan tata kelola data, informasi, serta koordinasi antarlembaga. Karena itu, AI dinilai mampu memberikan solusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan sosial Islam.

Baca Lainnya :

Menurut dia, AI dapat dimanfaatkan untuk memproyeksikan potensi penghimpunan zakat, mempercepat proses verifikasi penerima manfaat, meningkatkan akurasi penyaluran, hingga memperkuat transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola zakat maupun wakaf. Teknologi tersebut juga dapat membantu mendeteksi potensi penyimpangan sehingga tata kelola menjadi lebih efektif.

Meski demikian, Marjan menegaskan AI tidak boleh menggantikan peran manusia dalam mengambil keputusan. "AI seharusnya memperkuat penilaian manusia, bukan menggantikannya. Teknologi tetaplah teknologi. Teknologi tidak boleh mengesampingkan kemampuan berpikir manusia yang telah dianugerahkan Allah," tegas dia.

Ia juga menilai pengembangan AI harus berjalan beriringan dengan penyusunan tata kelola syariah agar inovasi teknologi tetap selaras dengan prinsip-prinsip syariah. "Saat ini kita belum memiliki panduan syariah yang komprehensif mengenai AI, khususnya dalam keuangan sosial Islam. Karena itu, pengembangan kerangka tata kelola harus dilakukan bersamaan dengan adopsi teknologi, bukan setelahnya," ujar dia.

Marjan menambahkan transformasi tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurut dia, kolaborasi regulator, akademisi, penyedia teknologi, dan lembaga keuangan sosial Islam menjadi kunci untuk membangun ekosistem AI yang lebih terpercaya, transparan, inklusif, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.republika.co.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment