- Tua Tunu, Kampung Zakat Percontohan
- APCQP, Wadah Juang Palestina Asia Pasifik
- Zakat Produktif Berdayakan Mustahik Lampung
- IZI Tebar Masker Karhutla di Pekanbaru
- Baznas Ternate Bantu 670 Mustahik
- Baznas Serukan Filantropi Pulihkan NTT
- TNI AL Kirim 150 Ton Bantuan NTT
- Gempa, MKGR Berdonasi di Manggarai
- BPN: Sertifikat Tanah Wakaf Tuntas 2028
- Zakat ASN Seluma Jadi Rumah Layak Huni
Zakat Produktif Berdayakan Mustahik Lampung

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lampung.baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menjadi salah satu narasumber dalam talkshow filantropi bertajuk “Ziswaf Bergerak: Menjawab Tantangan Zaman, Memperkuat Ekonomi Umat” yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung di Lampung City Mall, baru-baru ini.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda tahunan Lampung Sharia Economic Festival (LSEF) 2026. Talkshow menghadirkan Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dr. Drs. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., Ketua Tim Pengelola Satu Wakaf BWI Ali Fahmi, serta Koordinator KitaBisa.com Regional Lampung Riko Nopriansyah, S.E., M.M. Acara dimoderatori Kepala Cabang Dompet Dhuafa Lampung, Nandrianto Suprano.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN RIL Prof. Dr. Kumedi Ja'far, Ketua MUI Lampung K.H. Suryani M. Nur, pengurus lembaga amil zakat (LAZ), praktisi perbankan, mahasiswa, serta pelaku UMKM binaan Bank Indonesia Perwakilan Lampung.
Baca Lainnya :
- Baznas Ternate Bantu 670 Mustahik 0
- Mustahik Kampar Dapat Bantuan Pendidikan 0
- Gempa, 1.137 Porsi untuk Penyintas0
- Rebikah Janda Dhuafa, Disantuni Lazisnu 0
- Zakat Ubah Nasib Dhuafa di Aceh0
Dalam pemaparannya, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Iskandar Zulkarnain mengatakan pengelolaan zakat saat ini tidak cukup hanya berorientasi pada bantuan konsumtif. Menurut dia, zakat juga perlu diarahkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai program zakat produktif.
Dia menjelaskan BAZNAS Lampung terus berupaya mendorong mustahik agar mampu berkembang secara ekonomi hingga secara bertahap dapat menjadi munfik, bahkan muzaki.
Menurut dia, zakat produktif merupakan bentuk penyaluran zakat yang diarahkan pada kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan, seperti pemberian modal maupun peralatan usaha. Melalui pendekatan tersebut, mustahik diharapkan tidak hanya menerima bantuan dalam jangka pendek, tetapi mampu membangun kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Iskandar juga memaparkan sejumlah program pendayagunaan zakat yang telah dijalankan BAZNAS Provinsi Lampung. Program tersebut meliputi pemberdayaan UMKM, bantuan usaha produktif, serta berbagai program sosial kemasyarakatan di sejumlah daerah.
Di bidang peternakan, BAZNAS Lampung antara lain menjalankan program peternakan kambing di Tulang Bawang dan Lampung Utara. Sementara itu, program lumbung pangan dikembangkan di Pesawaran dan Lampung Utara.
Iskandar mengatakan zakat dapat berperan dalam mengurangi kesenjangan sosial sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat apabila dikelola secara optimal dan transparan.
Dia mengajak masyarakat menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar proses pengelolaan dan pendistribusian dapat dilakukan secara lebih luas, tepat sasaran, dan terukur. Dengan demikian, manfaat zakat dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ketua BAZNAS Lampung itu juga menegaskan prinsip “3A” yang menjadi dasar dalam pengelolaan zakat di BAZNAS, yakni aman syari, aman regulasi, dan aman NKRI.
Prinsip tersebut menjadi komitmen BAZNAS dalam memastikan pengelolaan zakat tetap sesuai dengan syariat Islam, mematuhi regulasi pemerintah, serta memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara, kata Iskandar yang juga merupakan wartawan senior Lampung.
Talkshow tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk memperkuat gerakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di tengah berbagai tantangan zaman.
Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Lampung juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kondisi tersebut didorong oleh semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS.
Kontributor: Fadhlan
Editor: MAS
Sumber: www.lampung.baznas.go.id










.png)
.png)