- Young-ji Santuni Panti Jompo
- Fans Zayn Malik Donasi Palestina
- Wakaf Orbit Konser Nasyid untuk Palestina
- Rully Enam Tahun Sakit, Dibantu Legislator
- Beasiswa Guru Ngaji Resmi Dibuka
- Kemenhaj Wajibkan Dam Jalur Resmi
- Ini Cara Beli Kurban di Transmart
- Kemenag Bogor: Zakat UPZ Aman
- RZ dan Lazis PLN Bantu Mustahik Batam
- Pemerintah Bebaskan Pajak Jemaah Haji
Wakaf Orbit Konser Nasyid untuk Palestina

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id
Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsa (KPIPA) bekerja sama dengan Wakaf Orbit menggelar konser nasyid untuk wakaf Palestina di Jakarta, Ahad (3/5/2026). Acara tersebut menghadirkan grup nasyid Shoutul Harakah, Muhammad Fayez, dan Anak Bersholawat.
Sedikitnya 700 orang memadati Andalucia Hall Menara 165 Jakarta untuk menyaksikan konser tersebut. Sementara 200 peserta lainnya mengikuti acara secara daring.
Sejumlah lagu seperti Merah Saga, Indonesia Memanggil, Palestina Tercinta, dan lainnya yang dibawakan Shoutul Harakah disambut antusias penonton. Para hadirin ikut bernyanyi bersama mengikuti lirik yang ditampilkan di layar.
Baca Lainnya :
- MPU Aceh Infak Rp1 M ke Palestina0
- RI-Australia Perkuat Pendidikan Palestina0
- Kurban Palestina Makin Diminati WNI0
- Itera–Palestina Jalin Kemitraan Pendidikan0
- Warga Gaza Dapat Layanan Medis Baznas 0
Sementara itu, penasyid asal Palestina, Muhammad Fayez, membawakan lagu Al Ardu Lana wal Qudsu Lana dan Islami Yaa Quds. Suasana semakin meriah dengan penampilan grup Anak Bersholawat yang beranggotakan Iffi, Yui, dan Selma.
Tiga anak berusia di bawah enam tahun itu melantunkan lagu pujian dan salawat kepada Rasulullah SAW. Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, mengatakan konser tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan konser amal untuk menghimpun dana wakaf.
Dana hasil konser akan disalurkan melalui Wakaf Orbit Adara yang mengelola wakaf produktif di gedung Meet Her Integrated Facilities. Keuntungan operasional gedung itu diperuntukkan membantu masyarakat Indonesia dan Palestina.
“Palestina tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi juga bantuan jangka panjang dan berkelanjutan. Di sinilah pentingnya program wakaf produktif untuk Palestina,” kata Nurjanah.
Ia menambahkan, keberadaan gedung Meet Her Integrated Facilities menjadi bukti komitmen perjuangan mendukung Palestina, baik saat hidup maupun setelah wafat melalui amal jariyah.
Nurjanah berharap wakaf produktif yang terkumpul dapat menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf.
Sekretaris Jenderal KPIPA, Lissa Malike, menilai konser nasyid tersebut menunjukkan masyarakat Indonesia tidak pernah berhenti mendukung Palestina. Ia mengajak seluruh hadirin ikut ambil bagian dalam gerakan wakaf produktif. “Tidak perlu menunggu mampu, tidak perlu menunggu besar, karena yang kecil, jika dilakukan bersama, akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” ujarnya.
Nazhir Wakaf Orbit Yayasan Adara Relief International, Bannasari, menjelaskan wakaf merupakan bentuk sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pewakaf telah wafat.
Ia mencontohkan sejarah wakaf para sahabat Rasulullah SAW seperti sumur Raumah milik Utsman bin Affan, kebun Khaibar Umar bin Khattab, hingga kebun kesayangan Abu Thalhah. Menurutnya, sejarah membuktikan manfaat wakaf hadir di berbagai bidang, mulai dari universitas, rumah sakit, sekolah, hingga fasilitas umum.
Bahkan konsep serupa kini diterapkan sebagai sumber pendanaan besar di sejumlah universitas ternama dunia melalui endowment fund. Ia juga menyinggung wakaf produktif Zamzam Tower yang keuntungannya digunakan untuk pemakmuran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta wakaf Hotel Habib Bugak yang manfaatnya dirasakan masyarakat Aceh.
Karena itu, pihaknya menggagas wakaf produktif berupa gedung Meet Her Integrated Facilities yang bergerak di bidang layanan kebugaran dan kesehatan perempuan. Keuntungan usaha tersebut diharapkan menjadi sumber dana berkelanjutan untuk membantu rakyat Palestina.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.rri.co.id









.png)
.jpg)
.png)