Pos Medis Dompet Dhuafa Layani Korban Bencana Sumbar

By Revolusioner 19 Des 2025, 11:22:58 WIB LAZ
Pos Medis Dompet Dhuafa Layani Korban Bencana Sumbar

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Dompet Dhuafa melalui Cabang Jawa Tengah bersama tim Respon Darurat Kesehatan (RDK) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Cabang Sumatra Selatan membuka layanan Pos Medis bagi warga terdampak longsor dan banjir bandang di Nagari Tantaman, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Pelayanan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Universitas Brawijaya serta Apoteker Tanggap Bencana dari Ikatan Apoteker Indonesia.

Berbagai layanan kesehatan disediakan, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan gratis, skrining kesehatan seperti pengecekan gula darah, asam urat, dan kolesterol, hingga layanan kunjungan langsung ke rumah warga (home visit). Program home visit dilakukan karena kondisi wilayah Tantaman yang masih rawan longsor, sehingga menyulitkan sebagian warga untuk mendatangi Pos Medis yang berlokasi di Puskesmas Pendamping Tantaman. Tim medis pun proaktif mendatangi rumah-rumah pasien satu per satu.

“Beberapa titik longsor membuat akses ke Pos Medis menjadi sulit bagi pasien. Karena itu, kami memilih mendatangi langsung rumah warga untuk memberikan layanan kesehatan,” ujar Ardiansyah dari Tim RDK LKC Sumatra Selatan.

Baca Lainnya :

Sejumlah pasien lanjut usia mengalami keterbatasan mobilitas dan hanya dapat beraktivitas dari rumah. Salah satunya M (83), seorang lansia dengan riwayat amputasi kaki kiri yang membutuhkan perawatan luka rutin. Ia hidup seorang diri dan sehari-hari bergantung pada bantuan tetangga. Saat diperiksa oleh dr. Kenni Satria, luka di kakinya hanya dibalut kain sederhana yang berisiko menimbulkan infeksi.

“Kondisi balutan luka kurang higienis sehingga berpotensi menimbulkan infeksi. Kami membersihkan luka tersebut dan membalutnya dengan kasa steril serta plester medis. Perawatan selanjutnya akan dipantau oleh bidan setempat,” jelas dr. Kenni.

Dalam situasi pascabencana, penanganan medis awal menjadi sangat penting agar masyarakat dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan. Oleh karena itu, data epidemiologi penyakit sangat dibutuhkan sebagai dasar bagi tenaga kesehatan dalam menyiapkan langkah penanganan dan ketersediaan obat yang sesuai. Sinergi antara LKC Sumatra Selatan dan pusat informasi kesehatan di Palembayan menjadi kunci agar respons medis tepat sasaran.

Pusat Krisis Kementerian Kesehatan di wilayah Sumatra Barat mencatat sepuluh jenis penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat, di antaranya ISPA, nyeri otot, flu, dan gangguan asam lambung. Memasuki bulan kedua pascabencana, muncul potensi peningkatan penyakit berbasis lingkungan seperti diare, malaria, DBD, chikungunya, campak, difteri, dan pertusis. Risiko tersebut dapat ditekan dengan menjaga kebersihan lingkungan pengungsian, memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak, serta melakukan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dompet Dhuafa telah menurunkan tim medis LKC Sumatra Selatan sejak 6 Desember 2025. Selanjutnya, layanan kesehatan dilanjutkan oleh tim LKC Jawa Timur.

Dompet Dhuafa melalui LKC juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dan elemen masyarakat untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi para penyintas banjir di Sumatra. Mari bersama-sama menumbuhkan solidaritas demi pemulihan Sumatra melalui gerakan PRAY FOR SUMATERA.

Kontributor: Wilsa

Editor: MAS

Sumber: Dompetdhuafa.org 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment