- Wabup Malang Perkuat Tata Kelola Wakaf
- Ini Dia 31 Ribu Bantuan UKT UI
- Cianjur Bertabur Makanan Jumat Berkah
- DT Peduli Laporkan Penghimpunan Ziswaf
- Santri Rumah Tahfidz DT Peduli Diwisuda
- UMKM Kalsel Raih Sertifikat Halal
- NU Peduli Bangun Posko Gempa di NTT
- Rebikah Janda Dhuafa, Disantuni Lazisnu
- NU Cilacap Salurkan 8.000 Liter Air
- Ambulans NU Bantul Layani 7.918 Perjalanan
NU Peduli Bangun Posko Gempa di NTT

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nucare.id
Gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB. Pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.
Sebagai respons awal terhadap bencana tersebut, Tim NU Peduli NTT mendirikan posko tanggap bencana di Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Posko ini disiapkan sebagai pusat koordinasi sekaligus tempat menghimpun informasi mengenai kondisi masyarakat dan kebutuhan warga yang terdampak gempa di Pulau Flores.
Ketua NU Peduli NTT, Ajhar Jowe, mengatakan sejumlah wilayah di bagian utara Pulau Flores masih mengalami keterisolasian akibat gempa. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya titik-titik longsor yang menghambat akses menuju beberapa wilayah terdampak.
Baca Lainnya :
- Ambulans NU Bantul Layani 7.918 Perjalanan0
- Baznas Respon Cepat Gempa NTT0
- Staf Presiden Kunjungi Kampung Zakat0
- Data Desil Bantu Pemetaan Mustahik 0
- ZSF Nigeria Bantu 223 Pengusaha Muda lewat Hibah0
“Wilayah-wilayah yang terisolir akibat gempa ada di wilayah utara, di wilayah utara Pulau Flores mulai dari Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai,” tutur Ajhar, Sabtu (15/08/2026) diberitakan NU Online.
Selain akses yang terganggu, sejumlah fasilitas publik juga dilaporkan mengalami kerusakan. Bangunan yang terdampak antara lain sekolah, gedung pemerintahan, rumah warga, serta fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Pelabuhan Maumere.
“Pelabuhan di Momere di ruang tunggu pelabuhan rubuh,” ungkap dia.
Dalam upaya memperoleh gambaran kondisi terkini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) melakukan koordinasi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di sejumlah kabupaten yang terdampak. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperbarui data kerusakan, lokasi pengungsian, serta kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Baik kerusakan fasilitas dan titik-titik pengungsi lagi di data, sehingga langkah selanjutnya setelah mitigasi ini, kami lakukan pembukaan posko untuk korban-korban gempa ini,” ujar dia.
Hasil pemetaan awal tersebut menjadi dasar pembukaan posko di dua wilayah, yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Nagekeo. Penentuan kedua lokasi mempertimbangkan kemudahan akses menuju wilayah terdampak melalui jalur utara maupun jalur tengah.
Untuk wilayah Sikka, posko NU Peduli akan berlokasi di kantor PCNU Kabupaten Sikka. Sementara itu, posko di Kabupaten Nagekeo ditempatkan di kantor PCNU setempat. Dari kedua titik tersebut, tim akan melakukan koordinasi dan mempersiapkan respons langsung kepada masyarakat yang terdampak.
“Selanjutnya kita akan lakukan tanggap daruratnya. Tanggap darurat ini kita akan menyentuh langsung dengan titik pengusi atau korban terdampak,” kata dia.
Tahapan tanggap darurat masih dalam proses pemetaan oleh tim NU Peduli di daerah. Sejumlah kebutuhan yang tengah dipertimbangkan untuk disalurkan antara lain penyediaan dapur umum serta bantuan kebutuhan dasar seperti sabun dan makanan ringan bagi masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.
Ajhar yang juga merupakan Ketua LPBI Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTT mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang selama proses penanganan bencana berlangsung. Warga juga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi yang disampaikan pemerintah dan lembaga terkait.
“Kita menyapa seluruh warga yang terdampak dari bencana alam gempa Flores ini, mengajak semua untuk menahan diri dalam situasi dan terus update informasi melalui lembaga pemerintahan dan lembaga-lembaga terkait,” pungkas dia.
Pembukaan posko di Sikka dan Nagekeo diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan gempa sekaligus mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. NU Peduli bersama jaringan NU di wilayah terdampak akan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan sebagai dasar dalam menentukan langkah tanggap darurat berikutnya.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.nucare.id











.png)
.png)