- Ambulans NU Bantul Layani 7.918 Perjalanan
- DT Bantu Obat Penyintas Gempa NTT
- DKM Serang Dilatih Manajemen Masjid
- Hisana Bantu Korban Kebakaran Makassar
- Warga Bogor Nikmati Donasi Air Bersih
- Santri RPY Tumbuhkan Cinta Ibadah
- Baznas Respon Cepat Gempa NTT
- Gempa, Lazismu Turun ke NTT
- HUT RI: Filantropi Islam Solusi Kemiskinan
- Zakat Ubah Nasib Dhuafa di Aceh
Ambulans NU Bantul Layani 7.918 Perjalanan

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Nucare.id
Layanan ambulans NU Care-LAZISNU PCNU Bantul terus hadir membantu kebutuhan masyarakat sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dalam periode tersebut, tercatat sebanyak 7.918 perjalanan yang terdiri atas 7.421 layanan untuk pasien dan 497 perjalanan untuk mengantar jenazah.
Jika dihitung hingga Semester I 2026 atau periode Januari–Juni, layanan ambulans telah mencapai 6.974 perjalanan. Jumlah tersebut mencakup 6.527 perjalanan untuk pasien dan 447 perjalanan untuk jenazah. Data tersebut menunjukkan bahwa layanan ambulans menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial yang terus dibutuhkan masyarakat.
Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Bantul, H. Choiron Marzuki, menyampaikan bahwa jumlah perjalanan setiap bulan cenderung berada pada tingkat yang relatif stabil. Pada April, layanan mencapai angka tertinggi selama periode Januari–Juni dengan 1.293 perjalanan. Sementara pada Juni tercatat 1.069 perjalanan.
Baca Lainnya :
- Baznas Respon Cepat Gempa NTT0
- Staf Presiden Kunjungi Kampung Zakat0
- Data Desil Bantu Pemetaan Mustahik 0
- ZSF Nigeria Bantu 223 Pengusaha Muda lewat Hibah0
- Pemerintah Siapkan Ekosistem Koperasi Syariah0
Memasuki Juli 2026, ambulans NU Care-LAZISNU PCNU Bantul mencatat 944 perjalanan. Rinciannya terdiri dari 894 layanan pasien dan 50 layanan jenazah. Aktivitas harian tertinggi terjadi pada 2 Juli dengan 58 perjalanan, sedangkan jumlah paling rendah tercatat pada 20 Juli dengan lima perjalanan.
Menurut H. Choiron Marzuki, tingginya frekuensi perjalanan tersebut menjadi gambaran mengenai kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi kesehatan dan kemanusiaan yang mudah dijangkau.
“Layanan ambulans NU terus menjadi bagian dari ikhtiar Nahdlatul Ulama dalam melayani masyarakat. Seluruh layanan ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur, munfiq kotak infak (Koin) NU, relawan, dan para sopir ambulans yang senantiasa siaga memberikan pelayanan terbaik,” tutur Choiron dalam keterangan tertulis pada Senin (3/08/2026),.
Data pelayanan selama Juli juga menunjukkan bahwa kelompok pasien berusia lanjut menjadi penerima layanan terbanyak. Pasien berusia 61–70 tahun tercatat sebanyak 270 orang, kemudian kelompok usia 51–60 tahun sebanyak 240 orang dan usia 71–80 tahun sebanyak 136 orang.
Adapun kelompok usia lainnya terdiri atas 90 pasien berusia 41–50 tahun, 55 pasien berusia 81–90 tahun, 43 pasien berusia 31–40 tahun, 39 pasien berusia 21–30 tahun, 37 pasien berusia 11–20 tahun, serta 30 pasien berusia 0–10 tahun. Terdapat pula satu pasien berusia lebih dari 100 tahun yang menggunakan layanan ambulans.
Berdasarkan kondisi kesehatan pasien, layanan paling banyak diberikan kepada pasien stroke dengan jumlah 164 perjalanan. Selanjutnya terdapat 149 pasien yang menjalani hemodialisis (HD), 77 pasien kanker, 76 layanan untuk kebutuhan Emergency IGD, 68 pasien patah tulang, 65 pasien penyakit dalam, dan 55 perjalanan untuk pasien yang pulang setelah menjalani opname. Sementara itu, sebanyak 290 pasien masuk dalam kategori diagnosis lainnya.
Dari sisi tujuan perjalanan selama Juli, RSUD Panembahan Senopati Bantul menjadi lokasi yang paling banyak dituju dengan 212 perjalanan. Posisi berikutnya adalah RSUP Dr. Sardjito dengan 189 perjalanan. Selain itu, ambulans juga melakukan 98 perjalanan menuju rumah pasien, 83 perjalanan ke RSU PKU Muhammadiyah Bantul, 48 perjalanan ke RS Nur Hidayah, serta 42 perjalanan menuju RSPAU Hardjolukito.
Layanan lainnya mencakup 35 perjalanan menuju RSA UGM, 31 perjalanan ke lokasi pemakaman, 20 perjalanan ke RS Wirosaban, dan 17 perjalanan ke RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Adapun 169 perjalanan lainnya ditujukan ke berbagai lokasi pelayanan yang berbeda.
H. Choiron Marzuki menegaskan bahwa keberlangsungan layanan ambulans tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Dukungan para donatur, munfiq Koin NU, relawan, serta para pengemudi menjadi bagian penting dalam menjaga pelayanan ambulans agar dapat terus beroperasi selama 24 jam.
“Semoga kepercayaan masyarakat ini semakin menguatkan semangat kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang bermanfaat. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan para relawan yang telah menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan NU Care-LAZISNU Kabupaten Bantul,” ungkap dia.
Dengan dukungan berbagai pihak, NU Care-LAZISNU PCNU Bantul terus berupaya mempertahankan layanan ambulans sebagai bagian dari pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Ribuan perjalanan yang telah dilakukan sepanjang tujuh bulan pertama 2026 menjadi bukti bahwa keberadaan layanan tersebut memiliki peran penting dalam membantu pasien maupun keluarga yang membutuhkan.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.nucare.id











.png)
.png)