Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Maruf Amin
Oleh: Laila Nur Fadillah (Mahasiswi Gunadarma)

By Revolusioner 05 Agu 2026, 09:44:31 WIB Resensi
Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Maruf Amin

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Mui.or.id


Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, meluncurkan buku berjudul Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari momentum menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Baca Lainnya :

Buku setebal lebih dari 600 halaman yang ditulis Hj. Siti Haniatunnisa dan H. Muhammad Zainal Arifin tersebut mengulas tiga pilar utama yang menjadi landasan gerakan Nahdlatul Ulama, yaitu fikroh (cara berpikir), manhaj (metode), dan harakah (gerakan). Ketiga aspek tersebut dipandang sebagai fondasi penting dalam menjaga arah perjuangan organisasi di abad kedua NU.

Dalam pengantarnya, KH Ma'ruf Amin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama tidak dapat dipahami hanya sebagai organisasi administratif, melainkan sebagai sistem yang hidup dan terus berkembang sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri.

"NU adalah sistem yang hidup," ujar KH Ma'ruf Amin.

Menurut dia, NU harus tetap berjalan berdasarkan khittah yang telah diletakkan oleh para muassis atau pendiri organisasi. Nilai tersebut mencakup pemikiran, langkah perjuangan, metode, hingga cara menyikapi berbagai persoalan umat dan bangsa.

Peluncuran buku ini berlangsung pada momentum penting, yakni menjelang Muktamar ke-35 NU, setelah MUI memperingati hari jadinya yang ke-51 pada 26 Juli 2026, serta menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Buku tersebut juga menyoroti tiga fungsi utama gerakan Nahdhiyyah, yaitu himayah (menjaga), ishlah (memperbaiki), dan taqwiyah (menguatkan). Ketiganya diterapkan dalam bidang keagamaan, kebangsaan, dan ekonomi sebagai bagian dari peran strategis NU dalam kehidupan masyarakat.

Pada sektor ekonomi, buku ini mengangkat sejarah Nahdlatut Tujjar yang digagas KH Abdul Wahab Hasbullah pada 1918, serta perkembangan Gerakan Koin NU sebagai contoh penguatan ekonomi berbasis masyarakat yang kini telah berkembang secara nasional.

Selain menjadi dokumentasi pemikiran KH Ma'ruf Amin selama lebih dari lima dekade berkiprah di lingkungan NU, buku ini diharapkan menjadi referensi bagi warga Nahdliyin dalam memahami arah gerakan organisasi secara lebih komprehensif.

Acara peluncuran dihadiri para kiai sepuh, akademisi, serta sejumlah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang memiliki peran penting dalam proses Muktamar ke-35 NU. Melalui buku tersebut, KH Ma'ruf Amin mewariskan gagasan agar NU terus bergerak dengan pemahaman yang kuat ('alā baṣhīrah) serta mampu meningkatkan kualitas pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara di abad keduanya.

Kontributor: Laila

Editor: MAS

Sumber: www.mui.or.id 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment