- Ada Beasiswa Sandiaga untuk Wirausaha
- Kemenkes Buka Beasiswa Dokter Mata
- BSI Bidik Potensi Wakaf Rp180 T
- Baznas Juara 1 PR Excellence Award
- Tuntunan Hidup Bersih dalam Islam
- Ini Beasiswa Advokat untuk 2.000 Pesilat
- Siap-siap, Beasiswa Garuda Segera Dibuka
- MA Siapkan Beasiswa S2 di Jepang
- Menag Mediasi Dialog Integrasi Zakat-Pajak
- RZ Tebar Masker di Medan
Kemenkes Buka Beasiswa Dokter Mata

Keterangan Gambar : Foto: Ilustrasi AI
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memeratakan layanan kesehatan mata di Indonesia yakni memberikan beasiswa pendidikan di Rumah Sakit Mata Cicendo. Lulusan dari program pendidikan tersebut nantinya akan ditempatkan di daerah-daerah terpencil agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia bisa mendapatkan akses layanan kesehatan mata yang memadai dan berkualitas.
Dia menyampaikan hal itu dalam keterangan yang dikutip dari video Detikcom, Kamis (15/10/2026). Menurut dia, jumlah dokter spesialis mata sebenarnya sudah banyak, tetapi masih terkonsentrasi di kota-kota besar. Karena itu, beasiswa tersebut diarahkan untuk mendorong pemerataan tenaga spesialis mata hingga ke daerah terpencil.
"Melalui beasiswa ini, dokter yang lulus nanti harus mau ditempatkan di daerah-daerah terpencil supaya mereka bisa memberikan layanan akses yang lebih baik," ujar dia.
Baca Lainnya :
- Ini Beasiswa Advokat untuk 2.000 Pesilat0
- Siap-siap, Beasiswa Garuda Segera Dibuka0
- MA Siapkan Beasiswa S2 di Jepang0
- Ini Beasiswa untuk 2.792 Aktivis Desa0
- Dibuka, Beasiswa Asa Nusantara Danantara 0
Selain pemerataan dokter spesialis mata, pemerintah juga menyoroti kurang meratanya akses operasi katarak di sejumlah daerah. Dia menjelaskan target Cataract Surgery Rate (CSR) sudah ditetapkan, tetapi kuota antardaerah belum seimbang sehingga pihaknya terus berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar distribusinya lebih proporsional.
Dia menambahkan, Kemenkes juga mendorong edukasi kesehatan mata di tempat belajar dan tempat kerja melalui jargon 20-20-20, yakni setiap 20 menit bekerja, mata diistirahatkan selama 20 detik dengan melihat objek sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter untuk relaksasi mata. "Itu yang harus kita lakukan dan yang kita budayakan kepada masyarakat," ucap dia.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.detik.com











.png)
.png)