- Persis Peduli Evakuasi Korban Longsor Cisarua
- Relawan Muhammadiyah Hadirkan Sekolah Darurat di Aceh
- Lazismu Pekanbaru Salurkan School Kit
- Zakat dan Pendayagunaan Sektor Pendidikan
- Beasiswa Filantropi: Jalan Strategis Pemberdayaan dan Keadilan Pendidikan
- Fadhilah Zakat dan Sedekah pada Ramadhan 2026
- Filantropi Islam dan Tantangan Keberlanjutan Sosial
- Lazismu Riau Kirim Bantuan ke Aceh Tamiang
- PT Telkom dan LAZ Harfa Tanggulangi Stunting di Tiga Provinsi
- Rumah Zakat Pulihkan Fasilitas Sekolah di Kalsel
Kasmawati dan ZChicken, Rezeki dari Senja di Dermaga

Keterangan Gambar : Foto: Dok. baznas.go.id
Di
tepi laut Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan, matahari sore perlahan tenggelam di balik siluet kapal-kapal nelayan
yang bersandar. Di sela semilir angin laut, aroma ayam goreng renyah merebak
dari sebuah gerai kecil bertuliskan ZChicken. Di sanalah, Kasmawati, seorang
ibu tangguh, menjemput rezekinya setiap hari.
Sudah dua bulan terakhir, Kasmawati tekun menekuni usaha ayam goreng cepat saji
ini. Usaha tersebut bukan sekadar warung biasa—ia merupakan bagian dari program
pemberdayaan ekonomi BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) yang dirancang untuk
membantu mustahik bertransformasi menjadi pelaku usaha mandiri.
Dari Rumah ke Gerai: Awal Perjalanan Bersama BAZNAS
Sebelum mengenal program ZChicken, Kasmawati hanya mengandalkan penghasilan
tidak menentu dari usaha kecil di rumah. Kadang menjual jajanan, kadang
membantu tetangga berdagang. Namun setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan
dukungan modal usaha dari BAZNAS, kehidupannya perlahan berubah.
“Dulu saya tidak tahu harus mulai dari mana. Tapi lewat ZChicken dari BAZNAS,
saya belajar cara mengelola usaha, menghitung modal, sampai menjaga kualitas
rasa,” ujar Kasmawati sambil melayani pelanggan di depan gerainya.
Program ZChicken sendiri merupakan salah satu inisiatif BAZNAS Microfinance
Desa (BMD) yang hadir untuk membuka peluang usaha di sektor kuliner bagi
masyarakat kecil. Melalui konsep waralaba sosial, BAZNAS tidak hanya memberikan
modal, tetapi juga pelatihan, pendampingan usaha, dan akses pasar yang lebih
luas.
Senja yang Menjadi Rezeki
Kasmawati kini tahu betul waktu terbaik untuk berjualan: mulai pukul 13.00
hingga 20.00. Lokasi gerainya yang berdekatan dengan dermaga menjadi daya tarik
tersendiri. Ketika matahari mulai turun dan warga berdatangan untuk menikmati
keindahan senja, aroma ayam goreng khas ZChicken mengundang mereka untuk
singgah.
“Waktu sore itu ramai sekali. Banyak yang datang ke dermaga, apalagi keluarga
dan anak muda. Biasanya mereka beli ayam goreng buat dibawa pulang,” katanya
tersenyum.
Tak hanya wisatawan lokal, para nelayan yang baru pulang melaut pun sering
mampir untuk menikmati sajian hangat setelah seharian bekerja. Sementara di
sisi lain, pos ronda tak jauh dari gerai menjadi tempat berkumpul ibu-ibu desa.
Sambil bercengkerama, mereka kerap membeli ZChicken sebagai menu makan malam
keluarga.
Inovasi di Tepi Dermaga
Kasmawati tidak berhenti pada satu menu. Dengan semangat belajar yang tinggi,
ia menambah variasi jualan seperti minuman segar, siomay, seblak, dan mie
rebus. Inovasi ini terbukti berhasil menarik perhatian lebih banyak pelanggan,
terutama anak muda yang gemar nongkrong di sore hari.
“Kalau jualannya itu-itu saja, orang bisa bosan. Jadi saya coba tambah menu yang
disukai banyak orang, apalagi anak-anak muda,” ujarnya.
Hasilnya terasa nyata. Omzet penjualan meningkat, dan kini Kasmawati bisa
menabung sebagian pendapatannya untuk kebutuhan keluarga dan biaya sekolah
anak.
Namun, perjalanan Kasmawati tentu tidak selalu mudah. Cuaca yang tak menentu,
terutama ketika hujan turun di sore hari, kerap membuat pembeli berkurang.
Tetapi semangatnya tak pernah padam.
“Kalau hujan, kadang sepi, tapi saya tetap buka. Saya percaya rezeki sudah
diatur Allah. Yang penting saya jaga rasa dan kebersihan,” katanya tegas.
Di setiap langkahnya, Kasmawati selalu mengingat pesan dari para pendamping
BAZNAS: rezeki bukan hanya soal banyaknya keuntungan, tapi juga keberkahan
dalam setiap usaha.
Dari Bantuan Menjadi Pemberdayaan
Cerita Kasmawati adalah bukti nyata bagaimana BAZNAS hadir bukan sekadar
menyalurkan bantuan, tapi membangun kemandirian. Melalui program seperti
ZChicken, BAZNAS menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan, memberdayakan
masyarakat miskin agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Pendampingan yang diberikan mencakup pelatihan manajemen usaha, pemasaran,
hingga pengelolaan keuangan. Tidak berhenti di situ, BAZNAS juga rutin
melakukan monitoring untuk memastikan usaha mustahik terus berkembang dan
menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar.
“Dulu saya hanya berharap bisa punya penghasilan tetap. Sekarang, saya bisa
bantu suami dan sedikit-sedikit nabung. Semua ini berkat program BAZNAS,” ujar
Kasmawati dengan mata berkaca-kaca.
Senja yang Mengajarkan Syukur
Setiap sore di dermaga, Kasmawati tidak hanya menunggu pelanggan, tapi juga
belajar tentang kesabaran dan syukur. Ia menyadari bahwa keberkahan usaha bukan
datang tiba-tiba, melainkan tumbuh dari keikhlasan dan kerja keras.
“Setiap hari saya belajar bersyukur. Dari yang sedikit, Allah tambahkan. Dari
yang susah, Allah kasih jalan,” tuturnya pelan.
Kini, gerai kecilnya menjadi tempat berputarnya rezeki — bukan hanya bagi
dirinya, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar yang ikut terbantu.
Kisah Kasmawati adalah satu dari banyak kisah penerima manfaat program ZChicken
BAZNAS di berbagai daerah Indonesia. Melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi
yang menyentuh akar rumput, BAZNAS terus berkomitmen untuk menghadirkan
keadilan sosial dan kemandirian ekonomi umat.
Bagi Kasmawati, setiap potong ayam yang digorengnya adalah simbol perjuangan
dan bukti nyata bahwa zakat, bila dikelola dengan amanah dan profesional, bisa
menjadi jalan keluar dari kemiskinan. “Saya ingin usaha ini terus maju, biar bisa buka cabang sendiri suatu hari
nanti,” ucapnya penuh harap.
Dan ketika senja kembali menyapa dermaga Bulu Cindea, aroma ZChicken milik
Kasmawati kembali menyebar — menjadi tanda bahwa keberkahan bisa datang dari
mana saja, bahkan dari tepi laut yang sederhana.
Kontributor: Najwa Najihah
Editor: MAS
Baca Lainnya :
- Magnet ZChicken, Dagangan Bu Ita Makin Laris0
- BAZNAS Salurkan Kaki Prostetik untuk Disabilitas di Kepulauan Seribu0
- Perjuangan Pak Fahri, Bengkel Sederhana Jadi Usaha Mandiri0
- Kisah Sukses Pedagang Sekolahkan Anak hingga Universitas0
- UMKM Mustahik Go Digital, BAZNAS Perluas Pasar Lewat Media Sosial0
Sumber: Baznas.go.id

1.png)







.jpg)
.png)
.png)