Dompet Dhuafa Tampil di Bank Dunia

By Revolusioner 23 Jul 2026, 12:48:18 WIB Internasional
Dompet Dhuafa Tampil di Bank Dunia

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Dompetdhuafa.org


Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Dr. Ahmad Juwaini, SE., MM., menjadi salah satu pembicara dalam International Islamic Economics and Finance Conference for Sustainable Development (IFESDC) 2026 yang berlangsung di Markas Besar Bank Dunia (World Bank Headquarters), Washington DC, Amerika Serikat, pada 15–16 Juli 2026. Forum internasional tersebut mengusung tema “Forging Shared Prosperity: Advancing Digital Islamic Economics and Finance through Inclusive Services and Ethical Practices” serta mempertemukan regulator, akademisi, dan praktisi keuangan syariah dari berbagai negara.

Dalam sesi yang membahas kesejahteraan bersama dan pertumbuhan ekonomi inklusif, Ahmad Juwaini memaparkan materi mengenai praktik keuangan sosial untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia menekankan bahwa Islamic Social Finance, yang mencakup zakat, infak, sedekah, wakaf (ZISWAF), serta keuangan mikro syariah, memiliki peran penting sebagai pelengkap sektor keuangan komersial dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa keuangan sosial syariah tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme redistribusi kekayaan, tetapi juga menjadi instrumen untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat keadilan sosial. Menurutnya, penggabungan dana sosial Islam dengan pembiayaan komersial dan keuangan mikro melalui pendekatan blended finance mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Baca Lainnya :

“Sinergi zakat, wakaf, dan penguatan ekonomi mikro dapat memutus rantai transaksi riba, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong masyarakat penerima manfaat (mustahik) bertransformasi menjadi pembayar zakat (muzaki),” ungkap Ahmad Juwaini.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara zakat, wakaf, dan pengembangan usaha mikro dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu membantu pelaku usaha kecil berkembang, mengurangi ketergantungan pada praktik pembiayaan berbasis riba, serta membuka peluang bagi penerima manfaat untuk meningkatkan taraf hidup hingga pada akhirnya mampu menjadi pemberi zakat.

Selain membahas konsep, Ahmad Juwaini turut memaparkan berbagai capaian program Dompet Dhuafa sepanjang 2025 sebagai contoh implementasi keuangan sosial syariah. Pada sektor pendidikan, program beasiswa seperti ETOS, Bakti Nusa, dan Smart Ekselensia berhasil mendorong lebih dari 90 persen alumninya keluar dari garis kemiskinan. Di bidang ekonomi, berbagai program pemberdayaan, seperti Desa Tani, Dompet Dhuafa Farm, budi daya udang vaname, dan Sentra Kopi Sinjai, berhasil meningkatkan kesejahteraan sekitar 70 persen UMKM penerima manfaat. Sementara itu, sektor kesehatan dan sosial diwujudkan melalui layanan rumah sakit, Klinik Apung Lombok, serta berbagai program tanggap darurat kebencanaan yang menjangkau jutaan masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, Dompet Dhuafa menghimpun dana sebesar Rp426,3 miliar dengan total penyaluran mencapai Rp425,9 miliar. Penyaluran tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 2,82 juta penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi pengelolaan dana sosial Islam terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keikutsertaan Dompet Dhuafa dalam IFESDC 2026 menunjukkan bahwa praktik pengelolaan keuangan sosial syariah di Indonesia semakin mendapat perhatian di tingkat internasional. Ahmad Juwaini menilai instrumen keuangan sosial memiliki peran strategis dalam mendukung target pembangunan nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Konferensi yang terselenggara melalui kolaborasi IMAAM Maryland, Universitas Tazkia, Sakinah Finance, dan Office of Executive Director (EDS16) Kelompok Bank Dunia tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari regulator, pembuat kebijakan, akademisi, hingga praktisi industri keuangan syariah dunia.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.dompetdhuafa.org




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment