Ditutup, FESyar Catat Transaksi Rp14,7 M

By Revolusioner 14 Jul 2026, 07:18:59 WIB Wakaf
Ditutup, FESyar Catat Transaksi Rp14,7 M

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Rri.co.id


Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 resmi ditutup di Lombok Epicentrum Mall, Mataram, Minggu, 12 Juli 2026. Selama tiga hari pelaksanaannya, ajang tersebut membukukan nilai transaksi lebih dari Rp14,7 miliar serta penghimpunan wakaf yang melampaui target yang telah ditetapkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Hario Kartiko Pamungkas, mengatakan FESyar KTI 2026 sukses memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui berbagai program strategis yang melibatkan pelaku usaha, pesantren, akademisi, hingga generasi muda dari 22 provinsi di kawasan timur Indonesia.

"Berakhirnya FESyar KTI 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari upaya bersama untuk mewujudkan peradaban ekonomi dan keuangan syariah yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan, serta membawa keberkahan bagi masyarakat," kata dia.

Baca Lainnya :

Hario menjelaskan, program business matching pembiayaan berhasil membukukan transaksi sebesar Rp13,5 miliar atau melampaui target sebesar Rp11 miliar. Sementara itu, business matching penjualan produk UMKM syariah dan industri halal menghasilkan omzet Rp1,2 miliar, lebih tinggi dibanding target Rp1,1 miliar.

Pada sektor sosial keuangan syariah, penghimpunan wakaf mencapai Rp61,2 juta atau hampir dua kali lipat dari target sebesar Rp35 juta. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap produk halal dan ekosistem ekonomi syariah.

FESyar KTI 2026 diikuti oleh 189 UMKM dan pelaku usaha syariah serta melibatkan 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia. Festival ini menghadirkan empat program utama, yaitu Syariah Fair, Syariah Education, Syariah Forum, dan Syariah Competition.

Dalam bidang penguatan sumber daya manusia, program sertifikasi nazir mencatat tingkat kelulusan 100 persen dengan 144 peserta dinyatakan kompeten. Di sisi lain, Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional diikuti 3.223 peserta, melampaui target awal sebanyak 2.600 peserta.

Mewakili Pemerintah Provinsi NTB, Sekretaris Daerah NTB Abul Chair mengatakan penutupan FESyar hanya menandai berakhirnya rangkaian kegiatan seremonial. Menurut dia, sinergi dalam pengembangan ekonomi syariah harus terus diperkuat. "Yang kita tutup hari ini hanyalah seremoninya. Kolaborasi, inovasi, dan ikhtiar membangun ekonomi syariah tidak boleh berhenti," ujar dia.

Abul menilai ekonomi syariah kini berkembang menjadi sektor yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat serta mampu menjadi salah satu pilar pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dia juga mengajak para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat sertifikasi halal, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas akses pasar agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Menurut dia, semangat kolaborasi yang terbangun selama penyelenggaraan FESyar KTI 2026 menjadi modal penting menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Oktober mendatang.

Kontributor: Raeihan

Editor: MAS

Sumber: www.rri.co.id




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment