- Air Mata Himalaya
- Donasi Dunia Mengalir ke Nepal
- DD Siapkan Peta Jalan Kemandirian Bangsa
- Bali Kirim Sembilan Truk Bantuan ke NTT
- Baznas Sleman Modali Usaha Mustahik
- Maulid, Siswa SD Dilatih Budaya Berbagi
- Ketika Anak TK Unjuk Peduli NTT
- Warga Bandung Dapat Bantuan Sumur Bor
- Sinau Ternak Berdayakan Dhuafa Binaan DT
- Dhuafa Sleman Berdaya Berkat Domba
DD Siapkan Peta Jalan Kemandirian Bangsa

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lampung.antaranews.com
Dompet Dhuafa kembali memperkuat komitmen dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penyelenggaraan Kongres
Kemandirian Dompet Dhuafa 2026.
Forum tersebut menjadi tempat pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi dalam memperkuat
pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Mengusung tema Satu Forum, Satu Peta Jalan
Kemandirian Bangsa, Kongres Kemandirian menjadi wadah kolaborasi yang
melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas,
praktisi pemberdayaan, hingga penerima manfaat. Forum ini menjadi ruang untuk
bertukar gagasan sekaligus menyusun langkah konkret dalam membangun masyarakat
yang lebih mandiri melalui agenda kemandirian bangsa.
Baca Lainnya :
- Baznas Perkuat Strategi Kejar Target Zakat0
- BNPB Tebar Ribuan Ton Logistik di NTT 0
- TNI AL Kirim 150 Ton Bantuan NTT0
- Kemenag: Lembaga Zakat Bantu Karhutla0
- Bulog Siapkan Beras Darurat Gempa NTT0
Penyelenggaraan forum tersebut didasarkan pada
pandangan bahwa ketahanan ekonomi saja belum cukup untuk menghadapi berbagai
persoalan global. Kondisi dunia yang semakin kompleks membutuhkan kedaulatan
yang ditopang oleh kualitas manusia, institusi yang kuat, serta ekosistem
ekonomi yang produktif.
Kongres Kemandirian yang diselenggarakan di
Jakarta, turut dihadiri Ketua Pengurus Dompet, Dhuafa Ahmad Juwaini; Pembina
Yayasan Dompet Dhuafa, Yudi Latif; Pembina Dompet Dhuafa, Bambang Widjojanto,
serta sejumlah narasumber dan praktisi lainnya. Berbagai isu strategis dibahas
dalam forum tersebut, mulai dari kesehatan, ketahanan sosial, pendidikan,
hingga pemberdayaan ekonomi.
Kongres Kemandirian juga menjadi momentum untuk
mengonsolidasikan salah satu aset strategis Dompet Dhuafa yang selama ini belum
dimanfaatkan secara kolektif secara optimal, yakni jaringan alumni penerima
beasiswa dan diaspora yang berasal dari berbagai profesi, institusi, serta
negara.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini
mengatakan, kegiatan tersebut memiliki setidaknya dua tujuan utama. Salah
satunya ialah menghadirkan forum yang dapat memberikan kontribusi terhadap
peningkatan kualitas kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
“Yang pertama kami berkeinginan membuat suatu
forum yang memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas kemerdekaan bagi
bangsa ini. Karena kita perlu terus memberi sumbangsih terhadap pembangunan
Indonesia, perbaikan kehidupan bangsa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
Indonesia,” ujar Ahmad Juwaini saat pembukaan Kongres Kemandirian pada Sabtu
(29/8/2026).
Tujuan kedua adalah memperkuat jaringan alumni
beasiswa Dompet Dhuafa. Para alumni memiliki persebaran yang luas dengan latar
belakang potensi dan kompetensi yang beragam. Sebagian dari mereka juga telah
menduduki posisi penting di tengah masyarakat.
Ahmad Juwaini menilai keberadaan alumni
tersebut menjadi potensi besar yang dapat dikembangkan untuk memberikan masukan
bagi pembangunan bangsa. Selain itu, jaringan alumni juga dapat berperan dalam
meningkatkan kualitas berbagai program dan kegiatan yang dijalankan Dompet
Dhuafa.
“Beberapa di antaranya juga memiliki
posisi-posisi penting di masyarakat, bahkan boleh kita sebut memiliki kapasitas
yang sangat potensial untuk ikut memberi masukan-masukan besar terhadap
pembangunan bangsa, perbaikan kualitas-kualitas program Dompet Dhuafa, dan
kegiatan-kegiatan lainnya,” ujar dia.
Sementara itu, Sesi Diskusi Panel 2 membahas
Pendidikan & Ekonomi dengan tema Empowered Education, Sovereign Economy.
Sesi ini menghadirkan Kurniasih Mufidayati selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI,
Banu Muhammad H selaku Dosen FEB Universitas Indonesia, dan Agustino Zulys
selaku Guru Besar FMIPA UI.
Kedua sesi panel tersebut diharapkan menjadi
ruang untuk mengintegrasikan berbagai gagasan sekaligus membangun kolaborasi
yang konkret. Hasil pembahasan diarahkan untuk dituangkan dalam komitmen kerja
sama lanjutan sehingga kongres tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial.
Pembina Dompet Dhuafa Yudi Latif di sela-sela
acara membahas kondisi kemandirian bangsa Indonesia yang dinilai masih
menghadapi berbagai tantangan serius. Persoalan tersebut mencakup bidang
pendidikan, politik, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Selain berbagai persoalan tersebut, salah satu
tantangan mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masih rendahnya
tingkat kepercayaan dan kesadaran terhadap kemampuan diri sendiri.
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Matematika
dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Agustino Zulys
menekankan pentingnya penyaluran zakat produktif sebagai salah satu upaya
mendorong pemerataan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya
manusia (SDM) di Indonesia.
Agustino mengungkapkan bahwa pengelolaan dana
zakat, infak, dan sedekah secara terukur dapat memberikan dorongan nyata dalam
memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.
Program beasiswa tersebut menerapkan proses
seleksi yang ketat dengan memprioritaskan generasi muda dari kalangan kurang
mampu yang memiliki prestasi tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka
kesempatan bagi mereka untuk menempuh pendidikan hingga jenjang akademik
tertinggi.
Mulyadi Saputra menambahkan bahwa perubahan
yang berkelanjutan dapat diwujudkan melalui masyarakat yang memiliki daya dan
kemampuan untuk berkembang. Karena itu, Dompet Dhuafa terus mengembangkan model
pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses
perubahan.
Kongres Kemandirian menjadi bagian dari upaya
Dompet Dhuafa untuk memperluas jejaring kolaborasi sekaligus memperkuat gerakan
kemandirian di berbagai daerah.
Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa menegaskan
bahwa kemandirian merupakan sebuah proses yang perlu dibangun secara
bersama-sama. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang strategis bagi
berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun gagasan, memperkuat kolaborasi,
serta merumuskan langkah konkret dalam menjawab tantangan kemandirian bangsa.
Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif, Dompet Dhuafa terus berupaya memperluas manfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terbentuknya masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Kontributor: Asep
Editor: MAS
Sumber: www.lampung.antaranews.com











.png)
.png)