DD Siapkan Peta Jalan Kemandirian Bangsa

By Revolusioner 03 Sep 2026, 08:15:55 WIB Nasional
DD Siapkan Peta Jalan Kemandirian Bangsa

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Lampung.antaranews.com


Dompet Dhuafa kembali memperkuat komitmen dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penyelenggaraan Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa 2026.

Forum tersebut menjadi tempat pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Mengusung tema Satu Forum, Satu Peta Jalan Kemandirian Bangsa, Kongres Kemandirian menjadi wadah kolaborasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, lembaga filantropi, komunitas, praktisi pemberdayaan, hingga penerima manfaat. Forum ini menjadi ruang untuk bertukar gagasan sekaligus menyusun langkah konkret dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri melalui agenda kemandirian bangsa.

Baca Lainnya :

Penyelenggaraan forum tersebut didasarkan pada pandangan bahwa ketahanan ekonomi saja belum cukup untuk menghadapi berbagai persoalan global. Kondisi dunia yang semakin kompleks membutuhkan kedaulatan yang ditopang oleh kualitas manusia, institusi yang kuat, serta ekosistem ekonomi yang produktif.

Kongres Kemandirian yang diselenggarakan di Jakarta, turut dihadiri Ketua Pengurus Dompet, Dhuafa Ahmad Juwaini; Pembina Yayasan Dompet Dhuafa, Yudi Latif; Pembina Dompet Dhuafa, Bambang Widjojanto, serta sejumlah narasumber dan praktisi lainnya. Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari kesehatan, ketahanan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Kongres Kemandirian juga menjadi momentum untuk mengonsolidasikan salah satu aset strategis Dompet Dhuafa yang selama ini belum dimanfaatkan secara kolektif secara optimal, yakni jaringan alumni penerima beasiswa dan diaspora yang berasal dari berbagai profesi, institusi, serta negara.

Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, kegiatan tersebut memiliki setidaknya dua tujuan utama. Salah satunya ialah menghadirkan forum yang dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

“Yang pertama kami berkeinginan membuat suatu forum yang memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas kemerdekaan bagi bangsa ini. Karena kita perlu terus memberi sumbangsih terhadap pembangunan Indonesia, perbaikan kehidupan bangsa, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Ahmad Juwaini saat pembukaan Kongres Kemandirian pada Sabtu (29/8/2026).

Tujuan kedua adalah memperkuat jaringan alumni beasiswa Dompet Dhuafa. Para alumni memiliki persebaran yang luas dengan latar belakang potensi dan kompetensi yang beragam. Sebagian dari mereka juga telah menduduki posisi penting di tengah masyarakat.

Ahmad Juwaini menilai keberadaan alumni tersebut menjadi potensi besar yang dapat dikembangkan untuk memberikan masukan bagi pembangunan bangsa. Selain itu, jaringan alumni juga dapat berperan dalam meningkatkan kualitas berbagai program dan kegiatan yang dijalankan Dompet Dhuafa.

“Beberapa di antaranya juga memiliki posisi-posisi penting di masyarakat, bahkan boleh kita sebut memiliki kapasitas yang sangat potensial untuk ikut memberi masukan-masukan besar terhadap pembangunan bangsa, perbaikan kualitas-kualitas program Dompet Dhuafa, dan kegiatan-kegiatan lainnya,” ujar dia.

 Dalam pelaksanaannya, Kongres Kemandirian terbagi menjadi dua sesi. Sesi Diskusi Panel 1 mengangkat tema Kesehatan dan Sosial dengan tema Strengthening Community Well-being for Sustainable Development. Sesi tersebut menghadirkan Salahuddin Yahya selaku Direktur Potensi dan Sumber Daya Sosial Kemensos RI, drg. M. Atiatul Muktadir selaku dokter gigi dan pemengaruh, serta Ivan Ahda selaku Strategy & Advisory Director KTM Solution.

Sementara itu, Sesi Diskusi Panel 2 membahas Pendidikan & Ekonomi dengan tema Empowered Education, Sovereign Economy. Sesi ini menghadirkan Kurniasih Mufidayati selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Banu Muhammad H selaku Dosen FEB Universitas Indonesia, dan Agustino Zulys selaku Guru Besar FMIPA UI.

Kedua sesi panel tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengintegrasikan berbagai gagasan sekaligus membangun kolaborasi yang konkret. Hasil pembahasan diarahkan untuk dituangkan dalam komitmen kerja sama lanjutan sehingga kongres tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial.

Pembina Dompet Dhuafa Yudi Latif di sela-sela acara membahas kondisi kemandirian bangsa Indonesia yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan serius. Persoalan tersebut mencakup bidang pendidikan, politik, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Selain berbagai persoalan tersebut, salah satu tantangan mendasar yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masih rendahnya tingkat kepercayaan dan kesadaran terhadap kemampuan diri sendiri.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) Agustino Zulys menekankan pentingnya penyaluran zakat produktif sebagai salah satu upaya mendorong pemerataan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Agustino mengungkapkan bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah secara terukur dapat memberikan dorongan nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

Program beasiswa tersebut menerapkan proses seleksi yang ketat dengan memprioritaskan generasi muda dari kalangan kurang mampu yang memiliki prestasi tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi mereka untuk menempuh pendidikan hingga jenjang akademik tertinggi.

Mulyadi Saputra menambahkan bahwa perubahan yang berkelanjutan dapat diwujudkan melalui masyarakat yang memiliki daya dan kemampuan untuk berkembang. Karena itu, Dompet Dhuafa terus mengembangkan model pemberdayaan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam proses perubahan.

Kongres Kemandirian menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa untuk memperluas jejaring kolaborasi sekaligus memperkuat gerakan kemandirian di berbagai daerah.

Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa menegaskan bahwa kemandirian merupakan sebuah proses yang perlu dibangun secara bersama-sama. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang strategis bagi berbagai pemangku kepentingan untuk menyusun gagasan, memperkuat kolaborasi, serta merumuskan langkah konkret dalam menjawab tantangan kemandirian bangsa.

Melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara produktif, Dompet Dhuafa terus berupaya memperluas manfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong terbentuknya masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.

Kontributor: Asep

Editor: MAS

Sumber: www.lampung.antaranews.com 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment