- Bulog Siapkan Beras Darurat Gempa NTT
- Baznas Tebar 1.900 Porsi Makanan di NTT
- Ubah Fundraising dari Transaksional ke Spiritual
- Lazismu Sulsel Siapkan Amil Hadapi Tantangan Filantropi
- Ummah Nigeria Luncurkan EasyZakat
- PBB: Kematian Relawan Tertinggi di Gaza
- Dibenahi, 1.170 Lahan Wakaf Madrasah
- Bolehkah Zakat untuk Korban Bencana?
- Dana Baznas Malang Tembus Rp11,5 M
- Ikhlas dalam Islam: Makna, Keutamaan, dan Cara Menerapkannya
Baznas Tebar 1.900 Porsi Makanan di NTT

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan 1.900 porsi makanan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Desa Nanga Mbaling dan Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Kami terus memastikan kebutuhan dasar seluruh korban terdampak gempa di Manggarai Timur terpenuhi secara cepat dan merata melalui dapur umum Baznas," kata Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Idy Muzayyad dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (22/8/2026).
Idy mengatakan pemberian makanan siap saji tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kondisi fisik dan kesehatan para pengungsi selama masa darurat bencana.
Baca Lainnya :
- Ummah Nigeria Luncurkan EasyZakat 0
- Baznas Bangun Masjid Darurat di NTT0
- PMA 10/2025 Perkuat Manajemen Baznas 0
- Lazismu dan TNI AL Bantu NTT0
- Baznas dan BKKBN Bentuk Zakat Community Development0
Selain mendirikan dapur umum, Idy mengatakan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) juga terus mendatangi permukiman warga untuk mengidentifikasi kebutuhan logistik lanjutan yang paling mendesak.
Idy menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah dan relawan setempat terus ditingkatkan untuk mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.
"Kehadiran Baznas di lapangan merupakan amanah dari para donatur dan muzaki untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah," ujar Idy.
Personel BTB Dede Nurjaman yang berada di lokasi mengatakan penanganan bencana turut dilakukan melalui penyediaan fasilitas dapur air. Fasilitas tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan susu anak-anak, kopi, teh, dan makanan ringan bagi para pengungsi.
Dia menyebut penyaluran makanan siap saji dilakukan di sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Sambi Rampas, dengan jumlah penerima manfaat di setiap posko berkisar antara 137 hingga 800 jiwa.
"Makanan siap saji ini kami antarkan langsung ke titik-titik posko pengungsian agar para korban gempa dapat mengonsumsinya secara tepat waktu," ucap dia.
Selain mengoperasikan dapur umum dan menyalurkan makanan siap saji, Baznas RI sebelumnya juga telah mendirikan Posko Layanan Kesehatan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Pondok Pesantren Pancasila, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Pemerintah Indonesia menyatakan komitmennya untuk mempercepat penanganan masa darurat serta pemulihan setelah gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kehadiran para menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama bencana menjadi bentuk kepedulian sekaligus komitmen pemerintah dalam mendampingi masyarakat terdampak.
"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.
Kontributor: Sella
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id











.png)
.png)