- Fadhilah Zakat dan Sedekah pada Ramadhan 2026
- Filantropi Islam dan Tantangan Keberlanjutan Sosial
- Lazismu Riau Kirim Bantuan ke Aceh Tamiang
- PT Telkom dan LAZ Harfa Tanggulangi Stunting di Tiga Provinsi
- Rumah Zakat Pulihkan Fasilitas Sekolah di Kalsel
- IHH Kirim 13 Truk Bantuan untuk Korban Konflik di Sudan
- Rumah Zakat Salurkan Sembako untuk Penyintas Tapteng
- IZI Sulteng dan Paragon Gelar Upgrading Terapis Bekam
- Rumah Zakat Sediakan Sarana Air Bersih di Sumut
- PT Telkom dan LAZ Harfa Berdayakan Masyarakat lewat Ketahanan Pangan
BAZNAS Kawal Perajin Cambatoa Jadi Mandiri

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperluas dampak pemberdayaan melalui pendampingan rutin kepada kelompok usaha mustahik di berbagai daerah.
Di Kelurahan Pabundukang, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan, pendamping BAZNAS menggelar pertemuan rutin bersama Kelompok Cambatoa guna membahas pengembangan kerajinan tas rajut dan pot bunga.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan inovasi
desain dan kualitas produk , oleh pendamping BAZNAS bersama kelompok binaan,
pada Jumat (21/11/2025), di Kelurahan Pabundukang sebagai upaya memperkuat keberlanjutan usaha dan kesejahteraan anggota, melalui
diskusi, arahan promosi, dan pendampingan manajemen usaha.
Baca Lainnya :
- Warung Zmart di Kebumen Tumbuh Signifikan0
- ATM Beras DD, Alirkan Asa ke Dhuafa 0
- BAZNAS Persembahkan Layanan Medis Gratis 0
- Lazismu Expo 2025 Ramaikan Bumi Lambung Mangkurat0
- Baitul Maal Hidayatullah dan TNI Bangun Sumur Bor di Sidoarjo 0
Pimpinan
BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah
Sakwan, MA, menyampaikan
bahwa pendampingan terstruktur menjadi kunci keberhasilan program pemberdayaan.
“Pendayagunaan zakat harus memastikan para
mustahik benar-benar berkembang, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga dalam
inovasi dan akses pasar,” ujar dia pada keterangan resmi yang
dikeluarkan di Jakarta belum lama ini.
Dalam
pendampingan tersebut, anggota kelompok mendiskusikan pengembangan desain baru,
standar kualitas produk, serta peluang pemasaran yang lebih luas. Pendamping
juga memberikan bimbingan mengenai strategi promosi, pencatatan keuangan, dan
perencanaan usaha agar kelompok semakin terarah dan mampu berkembang secara
berkelanjutan.
Seiring
berjalannya program, Kelompok Cambatoa menunjukkan peningkatan dalam kualitas
kerajinan serta kemampuan mengidentifikasi kebutuhan pasar. Upaya ini dinilai
mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para anggota kelompok dan memperkuat
kesejahteraan masyarakat sekitar.
BAZNAS berharap keberhasilan kelompok ini dapat menjadi model pemberdayaan zakat produktif yang dapat dikembangkan di wilayah lainnya untuk memperluas manfaat bagi mustahik.
Penulis: Yuni Hutandjalay
Editor: MAS
Sumber: Baznas.go.id

1.png)
).png)






.jpg)
.png)
.png)