- Lebih dari Ibadah: Kurban sebagai Senjata Melawan Ketimpangan
- Amalan Kecil Rutin yang Berdampak Besar
- Aceh Siapkan 24 Sapi Kurban Presiden
- Warga Gaza Terima 15.000 Paket Sembako BAZNAS
- Gubernur Andi Hibah Rp800 Juta ke PWNU Sulsel
- Ambon Jadi Motor Filantropi Inklusif
- STF UIN Jakarta Bagikan Beasiswa ke 73 Mahasiswa
- RZ Latih Mustahik Skill Menjahit
- Ini Beasiswa BAZNAS untuk Kuliah di Malaysia
- RI Dorong Transformasi Digital di Global WaqfTech
Ambon Jadi Motor Filantropi Inklusif

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Maluku.kemenag.go.id
Kantor Kementerian Agama Kota Ambon terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan ekosistem filantropi Islam inklusif melalui program unggulan Kota Wakaf. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Pembahasan Laporan Perkembangan Program Kota Wakaf Triwulan I Tahun 2026 yang digelar bersama Direktorat Jenderal Bimas Islam, khususnya Subdirektorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.
Dalam pertemuan strategis tersebut, Kepala Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Ambon, Nur Patima, S.Ag, M.Pd, hadir secara langsung untuk melaporkan progres signifikan yang telah dicapai selama tiga bulan pertama di tahun 2026.
Dalam arahannya, pihak Kasubdit Pemberdayaan Zakat dan Wakaf memberikan apresiasi tinggi kepada Kemenag Kota Ambon. Keberhasilan Ambon dalam menyandang predikat sebagai Kota Wakaf menjadi prestasi tersendiri yang dinilai mampu menggerakkan potensi ekonomi umat secara berkelanjutan.
Baca Lainnya :
- RI Enam Kali Jadi Negara Terdermawan di Dunia0
- Pemerintah Libatkan Pengusaha dan Filantroper Percepat Penyaluran Bansos0
- Pelayaran Kemanusiaan ke Gaza, Delegasi RI Dukung Tunisia 0
- Dompet Dhuafa: Jadikan Zakat Penolong di Akhirat0
- BAZNAS Tanggulangi Anemia pada Remaja Putri Yogyakarta 0
Pusat menilai langkah-langkah yang diambil Kemenag Kota Ambon sangat progresif, terutama dalam memproklamirkan budaya wakaf di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam laporannya, Nur Patima menyampaikan bahwa pihaknya terus "menggenjot" sosialisasi dan eksekusi program di lapangan. Fokus utama pengembangan saat ini mencakup dua pilar penting.
Pertama, wakaf uang yang mendorong partisipasi masyarakat secara luas melalui wakaf tunai yang lebih fleksibel dan produktif. Kedua, wakaf aset (tanah), optimalisasi pengamanan dan pemanfaatan tanah wakaf untuk pembangunan fasilitas publik.
"Kami tidak hanya fokus pada pemeliharaan aset yang sudah ada, tetapi terus berjuang memproklamirkan wakaf sebagai solusi pembangunan. Saat ini, fokus kami adalah memastikan ketersediaan tanah wakaf untuk pembangunan rumah-rumah ibadah, baik Masjid maupun Gereja, serta fasilitas umum lainnya yang bermanfaat bagi seluruh warga Ambon," ujar Nur Patima.
Salah satu poin menarik yang menjadi perhatian dalam rapat tersebut adalah implementasi program wakaf di Ambon yang bersifat inklusif. Pengadaan aset tanah untuk pembangunan berbagai rumah ibadah menunjukkan bahwa program Kota Wakaf di Ambon juga berperan dalam memperkokoh kerukunan antarumat beragama dan pemerataan fasilitas sosial.
Melalui rapat evaluasi triwulan I ini, Kemenag Kota Ambon optimis dapat meningkatkan literasi wakaf masyarakat. Dengan dukungan penuh dari Dirjen Bimas Islam, diharapkan program Kota Wakaf ini menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat Ambon melalui tata kelola zakat dan wakaf yang profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi fasilitas umum di Maluku.
Kontributor: Raeihan
Editor: MAS
Sumber: www.maluku.kemenag.go.id








.jpg)
.png)
.png)