- BWI Salurkan Beasiswa Wakaf di Surakarta
- Dompet Dhuafa Optimalkan Program Ramadan
- BAZNAS Tebar Hidangan Ramadan untuk Pemulung
- Lumbung Pangan BAZNAS Siapkan Beras Zakat Fitrah
- PCNU Pringsewu Gelar Safari Ramadan
- Dari Paket Ramadan ke Pemberdayaan Santri Pesisir
- BAZNAS Berbagi Paket Ramadan untuk Santri Tahfiz Apung
- Buruh Dapat Sembako dari Lazismu Pekanbaru
- LAZISNU Jatim Buka Dapur Umum Ramadan di Aceh Tamiang
- Nisab 2026, Menakar Zakat Merawat Maslahat
Lumbung Pangan BAZNAS Siapkan Beras Zakat Fitrah

Keterangan Gambar : Foto: Dok. Baznas.go.id
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus menguatkan kelompok petani binaan melalui program Lumbung Pangan (LP) di sejumlah wilayah Indonesia guna menyiapkan beras premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah 2026 M/1447 H. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemberdayaan sekaligus pemenuhan kebutuhan umat menjelang Idulfitri.
Beberapa Lumbung Pangan yang telah bersiap menyuplai beras zakat fitrah di antaranya berada di Purbalingga, Serang, Pesawaran, dan Polewali Mandar. Seluruhnya dioptimalkan untuk memastikan ketersediaan beras dengan kualitas terbaik.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menegaskan bahwa pihaknya memprioritaskan hasil panen petani mustahik binaan. “BAZNAS terus berikhtiar menyiapkan Beras Zakat Fitrah dengan kualitas premium. Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan BAZNAS yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Baca Lainnya :
- BAZNAS Berbagi Paket Ramadan untuk Santri Tahfiz Apung0
- Ini Dia Nisab Zakat Penghasilan 20260
- BAZNAS RI Salurkan 1.270 Paket Ramadan di Jabodetabek0
- Paket Ramadan IZI Bantu Lansia Janda Cipinang0
- Tarhib Ramadan BAZNAS Perkuat Gerakan Zakat0
Ia menambahkan, “Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada para penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani mustahik binaan.”
Menurut Saidah, proses penyediaan beras tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga mencakup pengawalan setiap tahap produksi. Mulai dari memastikan panen berlangsung optimal, mengawasi proses penggilingan sesuai standar, hingga pengemasan beras mengikuti ketentuan distribusi BAZNAS.
Dari sisi distribusi, kesiapan logistik juga menjadi perhatian serius. BAZNAS menyiapkan sistem pengiriman terkoordinasi agar beras zakat fitrah tiba tepat waktu di lokasi penyaluran, mengingat batas distribusi zakat fitrah yang harus ditunaikan sebelum Hari Raya Idulfitri.
Lebih lanjut, Saidah menekankan bahwa setiap butir beras mencerminkan gerakan pemberdayaan. “Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa beras premium tersebut merupakan hasil kerja keras petani sejak masa tanam hingga panen, dengan pendampingan intensif dari BAZNAS untuk menjaga kualitas dan daya saing. “Dengan skema ini, para petani tidak hanya menerima bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang jelas melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah,” ujarnya.
Kontributor: Daffa Atha
Editor: MAS
Sumber: www.baznas.go.id

1.png)







.jpg)
.png)
.png)